
Semua yang ada di sana langsung menatap Lenora heran, kenapa Lenora terlihat membenci Elle? apakah terjadi pertengkaran di antara mereka berdua? itu lah di pikirkan semua orang.
"Nona, nona yang terhormat dan mulia. Putri kedua saya memang tidak tahu aturan dan sangat tidak berpengetahuan sehingga telah menyinggung anda, dia memang pantas mendapatkan semua ini..." Ucap Seorang wanita setengah baya dengan tersenyum lebar pada Lenora.
"Pantas mendapatkan apa nyonya?" Tanya Lenora pada wanita tersebut yang merupakan ibu kandung Elle sendiri, mendengar ucapan dari mulutnya langsung membuat dada Lenora terasa sesak! bagaimana mungkin ada seorang ibu yang seperti itu?
"D-dia, hilang. Mungkin dia juga sudah menyinggung seseorang hingga membuat nya tidak di temukan selama ini, mungkin dia juga sudah mati." Tambah Bangsawan Lou.
"Syukurlah jika dia sudah mati....." Ucap Lenora dengan di jeda sejenak.
"Benar nona." Angguk bangsawan Lou dan nyonya Lou dengan antusias.
".....Karena dia tidak pantas mendapatkan keluarga buruk seperti kalian!!" Sambung Lenora dengan sorot mata yang tajam.
"...." Kedua pasangan itu langsung bungkam seketika, mereka tidak menyangka jika Lenora akan mengatakan hal seperti itu di hadapan semua orang.
"Apa maksud anda nona? siapa anda sebenarnya? kenapa anda begitu tidak sopan?" Heran raja Blister yang menatap Lenora penasaran.
"Saya hanya orang rendahan yang kebetulan hadir disini, ada apa? apakah anda tidak nyaman dengan keberadaan saya?" Tanya Lenora.
"Ayah..." Panggil Steward dengan menghentikan ayah nya untuk tidak lagi mengatakan sesuatu pada Lenora.
"Kenapa Steward? bukankah benar apa yang ayah mu katakan, dia sudah lancang. Jangan karena dia kekasih dari yang mulia dia sudah bertingkah seperti ini, dia tidak sadar bahwa yang mulia bisa saja berpaling ke wanita lain." Ucap Aeera dengan melirik Simon yang masih santai duduk di kursinya, Simon menatap Aeera yang juga sedang menatapnya hingga akhirnya Simon tersenyum kecil.
"Aku tidak takut jika dia berpaling, yang aku takutkan jika dia di rebut oleh orang terdekat ku sendiri nona." Santai Lenora.
"Apa maksudmu?!" Kesal Aeera, dia merasa tersindir.
"Tidak ada, jika kau mau merebut Bing silahkan saja. Aku cantik, aku juga menawan. Jadi, untuk apa takut kehilangan satu orang laki-laki yang tidak tahu diri? bukankah itu sama saja?" Ucap Lenora dengan tersenyum kecil.
"Kau!!" Geram nya.
__ADS_1
"Benarkan pangeran Steward?" Senyum Lenora pada Steward yang langsung mengangguk.
"Sudah hentikan, bukankah hari ini adalah hari pernikahan kalian? Kenapa sibuk bertengkar seperti ini?" Tanya Raja Blister.
"Maaf ayah..." Ucap Aeera.
"Kalau begitu saya permisi ke belakang.." Pamit Lenora dan pergi begitu saja setelah menoel jari Steward yang ia lewati sebelumnya.
Lenora berjalan ke belakang tempat yang sudah mereka siapkan, di sana dia melihat Archon yang sudah siap di tempat dengan membawa lilin aromaterapi.
Di sana juga sudah ada wanita yang menyerupai Lenora, bahkan pakaian nya pun sama beserta cadar nya juga. Lenora segera pergi dari sana dan bersembunyi dengan Archon dan Diego yang memantau keadaan di sana.
"Bagaimana?" Tanya Lenora.
"Sudah, laki-laki itu juga segera menyusul mu kemari." Balas Diego dengan tersenyum lebar.
"Baguslah..." Angguk Lenora.
Mereka menunggu beberapa saat sebelum akhirnya mereka melihat sosok Steward di sana, Steward nampak mencari keberadaan Lenora dan berhasil menemukannya di sana.
"Bukankah kau mendengar dengan jelas perkataan nona Aeera tadi? laki-laki memang bisa berubah kapan saja jika sudah menemukan wanita yang menurutnya begitu menggoda." Balas Lenora palsu itu dengan menundukkan kepalanya.
"Apa yang mulia tidak puas dengan kecantikan mu ini? jika aku yang mulia, aku tidak akan pernah melirik wanita lain karena kecantikan mu sendiri tidak ada yang bisa mengalahkan nya." Lembut Steward yang sudah memegang pipi Lenora.
"Benarkah?" Tanya Lenora dengan mendongakkan kepalanya, mereka saling bertatapan. Tangan Steward segera membuka cadar yang di kenakan Lenora, hingga akhirnya terlihatlah wajah Lenora yang cantik. Namun cantik seperti dulu, bukan cantik yang sekarang.
"Benar sekali, bahkan aku tidak kuat melihat kecantikan ini....." Ucap Steward dengan suara yang sudah serak, sepertinya aromaterapi yang di bakar Archon sudah mulai bekerja.
"Aku takut, aku takut Bing akan melepaskan aku dan akan membuang ku..." Lirih Lenora dengan membalikkan tubuhnya.
"Tidak akan, jika dia membuang mu kau datang saja ke kerajaan ku. Maka dengan senang hati aku akan menerima mu, Lenora...." Ucap nya dengan serius.
__ADS_1
"Aku tidak mau jadi yang kedua, kau tahu? Bing sepertinya tertarik pada nona Aeera. Apakah menurut mu nona Aeera juga menyukai nya?" Tanya Lenora dengan ekspresi yang terlihat menyedihkan.
"Apa?!" Kaget Steward, meskipun Aeera tidak menyukai Bing juga dia tetap akan menerima nya. Siapa yang tidak mau mendapatkan posisi besar itu?
"Apa yang harus aku lakukan? apakah kau mau menerima ku Steward?" Ucap Lenora dengan penuh permohonan.
"Aku..."
"Baiklah, aku mengerti. Tidak ada yang mau menerima ku, kalau begitu aku kembali saja..." Lenora beranjak dari tempatnya dan hendak pergi namun segera di tahan oleh Steward.
"Tidak, bukan begitu maksud ku Lenora. Katakan, apa yang kau inginkan?" Tanya Steward dengan merangkul pinggang Lenora.
"Aku ingin kau berpisah dengannya Steward, aku ingin kau sendiri yang mengatakan nya lebih dulu karena aku takut.... Jika kau menundanya maka Bing akan mempermalukan mu." Jelas Lenora.
"...."
"Kau harus percaya padaku, aku tidak akan membohongi mu." Lembut Lenora dengan menyentuh rahang Steward.
Steward menelan ludahnya bulat-bulat, dia mengangguk dan segera mempererat pelukannya dengan Lenora hingga tubuh mereka saling menempel.
"Aku percaya pada mu..." Ucap Steward dengan menyentuh punggung Lenora lembut.
"Terimakasih..." Senang Lenora dengan memeluk nya erat.
"Aku akan menerima ucapan tersebut jika kau...." Steward menyentuh pipi Lenora dan turun ke bawah hingga tangannya langsung di pegang oleh Lenora.
"Aku mengerti..." Bisik Lenora dengan menggigit lembut telinga Steward.
Dengan cepat Steward mengangkat tubuh Lenora ke dalam sebuah kamar yang ada di sana, sedangkan untuk Lenora yang asli... Dia hanya menonton dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Lenora, meskipun itu hanya tiruan mu namun aku sendiri yang melihatnya sangat geli!" Jujur Diego.
__ADS_1
"Apa itu cara yang sama kau gunakan untuk merayu yang mulia?" Tanya Archon tanpa dosa yang justru membuat Lenora melotot kan matanya.
"Sembarangan! jangan bicara yang aneh-aneh Archon! aku tidak melakukan nya seperti itu, aku membuat nya terpesona dulu baru aku ak....KAU MENJEBAK KU YA!" Marah Lenora karena sadar bahwa Archon sedang memancing nya untuk mengetahui hubungan apa yang di miliki Lenora dan Bing yang ternyata sudah sangat jauh kedekatannya.