Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Kabut serangga


__ADS_3

Pagi sekali, mereka di buat terkejut dengan banyaknya orang yang datang dengan sebuah kapal yang begitu besar dan terlihat kuat. Di sana banyak sekali orang yang menatap mereka dengan heran dan terkejut, pasalnya mereka tidak melihat adanya luka di badan mereka.


"Siapa kalian?!" Tanya Diego dengan berdiri di depan Lenora yang belum juga sadar sejak kemarin, sepertinya obat yang di gunakan para mahluk itu benar-benar kuat dan ampuh, hanya satu jarum saja sudah membuat Lenora seperti ini.


"Harusnya kami yang bertanya, siapa kalian?!" Tanya mereka dengan penuh selidik, terlihat seorang laki-laki tampan yang tengah berdiri dengan pakaian khas kerajaannya itu, dia menatap Lenora yang begitu cantik bak peri karena tersorot sinar mentari pagi.


"Kami, kami hanya ingin lewat. Kami tidak ada urusan apapun dengan kalian semua..." Ucap Molly dengan sedikit menelan ludahnya karena melihat orang-orang yang ada di atas kapal tengah makan daging dengan santai.


"Kau mau menjelajah ke dalam?" Tanya mereka dengan penasaran.


"Ya." Angguk Archon dengan tegas.


"Yang mulia...." Panggil mereka dengan menatap sosok laki-laki yang tidak memalingkan wajahnya dari sosok Lenora itu.


"Naikan mereka." Balasnya dengan tersenyum kecil.


"Ahh tidak perlu, kami bisa membuatnya send..."


"Di dalam air ini banyak sekali bahaya yang besar! harus banyak persiapan yang di perlukan, apa kau mau menunggu para mahluk menjijikkan itu bangun kembali?" Tanyanya dengan menatap Simon yang langsung diam.


"Baiklah, kami akan ikut." Balas Diego dan Archon yang langsung di angguki oleh semuanya juga, dengan cepat Archon kembali menggendong Lenora dengan lembut dan membawanya naik ke atas kapal.


"Yang mulia, mereka hanya orang asing! bagaimana jika mereka menimbulkan masalah dan menjadi beban kita?!" Ucap seorang wanita yang terlihat begitu manis dan anggun, dia nampak tak senang saat melihat laki-laki idamannya itu terus menatap Lenora penuh minat.


"Tidak perlu anda hiraukan nona, kami hanya menumpang saja, tentunya kami juga akan membayarnya nanti...." Balas Simon dengan tak senangnya, bagaimana bisa calon ratu nya di pandang seperti itu oleh wanita yang jelas-jelas sangat jauh berbeda dengan Lenora?


"Kau!" Kesalnya.


"Hentikan Nina!" Bentak laki-laki yang sebelumnya di panggil yang mulia itu.


"M-maaf yang mulia..." Takutnya dengan menundukkan kepalanya, namun dari sikapnya tetap saja terlihat kesal dan marah, hanya saja dia sembunyikan dengan baik.

__ADS_1


"Sudahlah, bawa wanita ini istirahat di dalam." Ucapnya dengan tegas.


"Tidak perlu..." Tolak Simon, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika membiarkan Lenora di dalam.


"Terserah..."


Mereka hanya diam dengan tetap fokus pada jalan yang akan mereka tuju, Lenora yang tergoletak di atas kapal yang beralaskan kain yang berada di pangkuan Molly itu pun terlihat lebih nyaman, mungkin karena suasana pagi yang sejuk sehingga membuatnya lelap.


"Perkenalkan, saya adalah Envios dari kerajaan Balveron.Jika boleh tahu, kalian berasal dari kerajaan mana?" Tanya Envios dengan penasaran.


"Saya Simon, dari kerajaan Luminos. Mereka saudara saudara ku, kecuali dia......" Balas Simon dengan tegas, Simon juga melirik Lenora agar Envios paham bahwa Lenora bukan wanita yang lajang, dia tidak mau Bing tahu bahwa dia membiarkan Lenora terlihat seperti wanita lajang.


"Luminos? kerajaan yang sangat jauh, kenapa kalian bisa ada disini?" Herannya dengan begitu tak mengerti, sudah tidak heran bahwa kerajaan Luminos begitu di kenal oleh semua kerajaan yang ada di dunia bawah ini, karena mereka tahu seberapa kejamnya Bing jika sudah mengeluarkan tanduknya.


"Maaf, ini bukan pembicaraan yang harus berlanjut." Ucap Molly yang terlihat begitu sopan dan tidak menyinggung.


"Ah maafkan saya, saya han..."


"Berisik!"


"Lenora? kau sudah bangun?" Tanya Diego dengan senang, senyumnya terlihat begitu mengembang.


Lenora membuka matanya dengan sedikit meringis, dengan di bantu oleh Molly akhirnya Lenora terbangun. Lenora melihat sekeliling yang tengah memperhatikannya, apakah ada yang aneh?


"Ini di mana?" Heran Lenora, kenapa ada banyak orang di sana?


"Halo, saya Envios dari kerajaan Balveron." Ucap Envios pada Lenora yang langsung menatap sosoknya, hal itu membuat Envios salting dan segera memalingkan wajahnya, wajahnya sampai memerah karena kecantikan Lenora benar-benar tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.


"Balveron? itu kerajaan yang sangat jauh dari Luminos, kenapa kau bisa ada disini? dan.... Kapal ini?" Heran Lenora, dia bangkit dari duduknya dan segera melihat ke sekeliling, kapal yang ia tumpangi begitu besar dan mewah, siapa yang sudah membuatnya? kenapa sangat mirip dengan yang ada di dunianya? meskipun tidak terlihat bagus namun masih bisa di katakan luar biasa untuk benda yang ada di dunia ini.


"Ini, kapal ini merupakan kapal peninggalan leluhur kami. Beliau sudah tiada, dia juga menciptakan barang-barang yang aneh namun sangat bermanfaat sekali." Jelasnya.

__ADS_1


Lenora terdiam, apakah ada pelintas lagi di dunia ini? jika iya, maka Lenora ingin sekali bertemu dengannya.


"Yang mulia, di depan ada kabut hitam yang terlihat begitu gelap. Sebaiknya kita masuk...." Ucap seseorang dengan ekspresi yang terlihat khawatir dan cemas.


"Kabut?" Gumam Lenora yang langsung berjalan ke depan kapal, di depan sana memang terlihat gelap dan menyeramkan, namun suasana di sekelilingnya sangat indah dan sejuk.


"Ayo masuk..." Ajak Envios pada Lenora yang masih memperhatikan kabut tersebut, Lenora diam karena kabut tersebut sangat berbeda dengan apa yang sering ia temui dulu, kabut disini terlihat hidup dan.....


"Berhenti!!! sebaiknya kita berhenti!!" Ucap Lenora dengan tegas! ekspresinya benar-benar serius sekarang.


"Kenapa?! kau jangan memperlambat urusan kami!" Marah Nina dengan tak senang.


"Kabut di depan sangat berbahaya, jika kita memaksa untuk masuk maka..."


"Apa kau pernah masuk sebelumnya? tidak kan? jadi, jangan mengada-ada! kau pikir kami akan percaya?" Sinis Nina.


"Terserah jika kalian tidak percaya." Datar Lenora yang segera beralih pada teman-temannya yang nampak menunggu penjelasan dari Lenora itu.


"Nona, ada apa?" Heran Molly, dia mendengar percekcokan antara Lenora dengan Nina tadi.


"Bukankah aku sudah memberikan kalian pakaian yang terbuat dari plastik itu? cepat pakai, kita tidak punya banyak waktu." Ucap Lenora dengan segera mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Mendengar itu, mereka segera mengambil dan memakai nya di hadapan mereka semua dengan pakaian yang double, pasukan dari kerajaan Balveron terlihat menatap mereka aneh, apa yang perlu di takutkan dari kabut? bukankah itu hanya asap?


"Sudah?" Tanya Lenora dengan menatap mereka semua yang terlihat seperti pakaian astronot itu.


"Sudah." Angguk mereka.


"Bagus, jangan lupa senjata kalian tetap berada dalam genggaman." Ucap Lenora dengan tegas, pakaian yang mereka gunakan memang terlihat ribet namun saat di pakai seperti ini justru terlihat ringan dan nyaman, bahkan sudah tersedia pendingin nya agar mereka tidak kepanasan saat memakai pakaian tersebut.


Kapal itu mulai menembus asap kabut itu secara perlahan-lahan, mereka yang sebelumnya terlihat santai dan tenang kini mulai merasa aneh. Tubuh mereka yang sebelumnya biasa saja kini mulai merasa gatal, seperti banyak semut yang merayap di setiap tubuh mereka.

__ADS_1


"Tidak! Tidak!! i-ini ini bukan asap!! ini kumpulan serangga terbang!!! cepat lindungi yang mulia!!!" Heboh mereka dengan berteriak panik, Lenora, Archon, Diego, Simon dan Molly hanya diam dengan anteng. Mereka sibuk berdiri santai dan terus memperhatikan mereka yang terlihat kocar-kacir, bahkan ada yang terbaring di lantai dengan tubuh yang mulai mengering.


"Hhhh... Bantu mereka." Ucap Lenora dengan sedikit malas, jika saja raja mereka tidak baik mungkin dia juga malas menolong orang-orang yang tidak mendengarkan perkataannya itu.


__ADS_2