Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Dinginnya salju


__ADS_3

Salah upp😭maaf yaaaaa


Lenora membawa naga itu kedalam ruang dimensinya yang entah kenapa baru bisa ia buka setelah laki-laki itu melepaskan sihir nya di tempat tersebut, seekor naga jantan yang terlihat dewasa itu sangat takjub dengan tempat dimensi Lenora yang di penuhi dengan tumbuhan roh dan bahkan ada danau kehidupan juga di sana.


"Kau bilang, keturunan mu ada di dalam gua yang terdapat salju itu kan?" Tanya Lenora padanya.


"Ya, semoga kau berjodoh dengannya." Angguk nya.


"Kau tunggu saja disini, jika kau bertemu dengan suami dan anakku kau boleh mengatakan tujuan mu." Ucap Lenora sebelum akhirnya pergi dari sana.


Sang naga salju hanya mengangguk dan mulai melihat sekeliling sebelum akhirnya dia bertemu dengan laki-laki kecil yang tengah menatapnya datar, naga salju itu langsung menghampirinya dan menundukkan kepalanya.


"Salam tuan, saya adalah naga salju yang ibu anda temukan." Ucapnya dengan suara yang lembut dan halus.


"Aku tahu karena aku mendengar percakapan mu dengan mama." Balas Zaphier dengan santai.


"Tuan, kau bisa mengontrak hamba agar tuan semakin bisa berlatih dengan kuat." Ucap naga tersebut dengan tersenyum.


"Aku memang belum mendapatkan hewan roh, meskipun papa sudah memberikan banyak sekali namun tidak ada satupun yang cocok untuk ku." Ucap Zaphier dengan menghampiri naga tersebut yang mulai berubah menjadi naga salju, sangat berbeda dengan naga yang dimiliki oleh Bing. Lebih jauh menyeramkan lagi, Zaphier pernah melihatnya dulu dan itu memang sangat mengerikan.


Untuk Lenora sendiri dia tidak masalah jika dia hanya mendapatkan keturunannya saja, yang penting suami dan anaknya memiliki yang terkuat.


Lenora mulai membuka matanya dan terkejut dengan banyaknya orang yang tengah mengelilinginya dengan ekspresi yang cemas, bahkan dia melihat Diego yang terus menangis di sampingnya dengan Riza dan Rize berserta Yudha dan para bawahannya juga.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Lenora dengan bangkit dari tempat nya.


"Lenora? syukurlah..... Aku sangat mencemaskan mu." Tangis Diego dengan langsung memeluk Lenora tanpa sungkan sedikit pun karena dia sudah terbiasa.


"Memangnya apa yang terjadi?" Heran Lenora pada mereka yang tengah menatapnya.


"Lenora, satu bulan yang lalu kami mene.."

__ADS_1


"Tunggu sebentar, maksud mu satu bulan yang lalu? apa ini.....?" Heran Lenora.


"Kau tertidur selama satu bulan Lenora, aku melihat mu tergoletak di sana dengan tubuh yang dingin dan wajah yang memutih. Aku pikir, aku pikir kau sudah masuk kedalam dimensi lain..." Ucap Diego dengan ekspresi yang khawatir.


"Benarkah? aku rasa, aku pergi hanya satu hari saja." Kaget Lenora, kenapa perbandingan waktunya sangat jauh?


"Apa kau berada di tempat bersalju?" Tanya Yasha penasaran.


"Ya." Angguk Lenora dengan membenarkan pakaiannya, Lenora bergerak ke arah tempatnya menghilang kemarin. Sudah tidak ada lagi, namun Lenora sudah mendapatkan mantra dari naga salju itu untuk masuk kedalam dunianya.


"Apa? bagaimana bisa?" Kaget mereka.


"Tentu saja bisa, sebelum itu kalian pakailah pakaian yang hangat. Udara di sana benar-benar sangat dingin...." Ucap Lenora dengan memberikan pil api pada Riza dan Rize, Diego, Yudha dan anggota nya yang nampak senang karena mereka selalu di perhatikan oleh Lenora padahal mereka hanya seorang bawahan saja.


"Bagaimana caranya kita pergi?"


"Iya nona..."


"Tempat bersalju sudah lama hilang."


Lenora tak banyak bicara, dia memilih untuk menutup gua tersebut dengan kekuatannya agar tidak terlihat dari luar. Setelah itu Lenora mulai melafalkan mantra yang di sebelumnya sudah di berikan oleh naga salju itu, setelah itu muncullah sebuah dimensi yang menghubungkan antara gurun dan salju.


Melihat dimensi itu mereka langsung menggigil dingin, ternyata memang benar bahwa udara disana sangat dingin. Entah yang ke berapa kali mereka kagum terhadap Lenora yang mampu melakukannya dengan mudah, semakin hormat saja mereka pada sosoknya itu.


"Wahh, ini benar-benar salju." Kagum mereka dengan tercengang setelah masuk kedalam dimensi tersebut.


"Kak, ini indah sekali." Kagum Riza dan Rize pada Lenora yang hanya tersenyum.


"Ayo pergi dan cari bunga lotus salju, takutnya badai akan terjadi lagi." Ucap Lenora dengan segera bergegas.


"Lagi? apa maksudmu kau sudah melihatnya Lenora?" Tanya Diego.

__ADS_1


"Hmm.." Angguk Lenora.


Mereka segera bergegas mengikuti Lenora, berjalan di luasnya salju dengan langkah yang sedikit sulit. Bahkan, banyak pengawal mereka yang terlihat kesulitan melangkah karena salju tersebut semakin meninggi dan terus meninggi.


"Nona, bukankah itu gua yang sama seperti yang ada di gurun?" Ucap salah seorang dengan suara yang lantang.


Lenora segera melihatnya dan memang benar, bentuk dan tempatnya juga sama. Dengan cepat mereka segera bergegas kesana, namun nasib baik tidak berpihak pada mereka karena badai salju tiba-tiba saja datang.


"Semuanya, cepat menelungkup!!" Perintah Lenora dengan kencang.


Mendengar teriakan Lenora, mereka segera menelungkup di atas salju yang begitu dingin. Badai salju terjadi lumayan lama hingga membuat mereka tidak tahan, namun mereka tidak mau mengambil resiko karena belum ada perintah dari Lenora.


Setelah di rasa badai salju mulai mereda, Lenora segera memerintahkan mereka untuk segera masuk kedalam gua karena badai tadi hanya badai kecil saja tidak seperti sebelumnya yang sangat besar, apakah masih belum datang?


"Hhhh... Dingin sekali." Mereka terlihat menggigil begitu pun dengan anggota Lenora yang tidak bisa menahan dinginnya salju, meskipun mereka sudah memakan pil inti api yang nampaknya tidak mempan.


"Apakah begitu dingin?" Tanya Lenora pada Riza dan Rize yang hanya mengangguk cepat, bibir mereka terlihat ungu.


"Diego, berubah lah." Ucap Lenora yang yang di balas anggukan oleh Lenora, hingga akhirnya Diego berubah menjadi beruang besar coklat yang membuat semuanya terkejut. Mereka tidak percaya jika Diego bukan manusia, tapi kenapa bisa berubah? padahal semua kekuatan mereka menghilang?


Lenora berjalan ke arah Diego dan masuk kedalam tubuhnya yang terasa hangat, begitu pun dengan Riza dan Rize yang ikut melakukan hal yang sama seperti Lenora. Yudha melirik bawahannya yang mulai merapatkan tubuhnya pada Diego hingga akhirnya mereka pun ikut bersandar pada bulu Diego yang terasa hangat dan nyaman.


Semua orang sangat iri, kenapa Lenora memiliki semua hal yang di perlukan? mereka juga sangat menginginkan nya.


GRRRRRRRRRR!!!!


Semua orang terlonjak dari tempatnya saat muncul seekor beruang besar berwarna putih di pintu gua, terlebih mereka juga terkejut karena Diego yang ikut bangun hingga membuat Lenora dan yang lainnya terjatuh dengan tak elit nya.


"Apa yang kau lakukan bodoh?!" Kesal Lenora karena merasakan sakit di lututnya namun Diego hanya diam dan langsung berubah menjadi manusia lagi sebelum akhirnya bersembunyi di belakang Lenora.


"Ada apa?" Tanya Lenora heran.

__ADS_1


"Lenora, tolong sembunyikan aku cepat. Dia, dia adalah wanita yang sudah membuat aku kabur dari rumah....." Bisik Diego dengan ketakutan.


Lenora terdiam heran sebelum akhirnya dia melotot, bukankah Diego pergi karena tidak ingin di nikahkan? apakah beruang salju itu adalah calon istrinya?


__ADS_2