
PROKKKK!!! PROKKKKK!!! PROKKKK!!!
Lenora bertepuk tangan dengan begitu gembira nya, dia mendekati nyonya Lou dan tuan Lou yang terdiam dengan wajah pucat dan keringat dingin yang mengalir.
"Anda dengar yang mulia? bagaimana mungkin anda memiliki anak dan besan seperti mereka? membunuh wanita lemah yang sudah tahu tidak memiliki kekuatan sama sekali." Ucap Lenora pada raja Blister dan ratu Blister.
"Steward! apa benar yang di katakan nya! kalian bersekongkol untuk membunuh Elle?" Tanya Raja Blister dengan menatap tajam Steward.
"T-tidak ayah, mana mungkin aku melakukan itu. Mereka hanya membohongi ku ayah. Ibu, katakan pada ayah untuk tidak percaya pada uca..."
Namun, Ratu Blister hanya memalingkan wajahnya ke arah samping. Lenora yang melihat itu tersenyum kecil, sepertinya orang tua dan anak itu memiliki sifat yang berbeda.
"Tidak, yang mulia....." Lirih Aeera dengan ekspresi yang penuh permohonan.
Lenora melirik Bing dan mengedipkan sebelah matanya, Bing yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja dan bangkit dari duduknya. Bing berjalan hingga berhenti di samping Lenora yang tengah melipatkan kedua tangannya di dada...
"Apa yang kau inginkan selanjutnya?" Tanya Bing pada Lenora.
"Y-yang mulia....?" Kaget semua orang, biasanya Bing tidak pernah meminta pendapat dari orang lain seperti ini.
"Bing, aku ingin keluarga Lou ini di asingkan di perbatasan timur yang sekarang sedang membangun parit. Pekerjakan mereka tanpa mendapatkan upah sepeser pun, buat mereka bekerja tanpa henti. Orang tua yang kejam sepertinya seharusnya mendapatkan hukuman mati yang begitu mengerikan. Namun, melihat kebaikan Elle yang terus memohon untuk tidak melakukan hal itu maka mulai sekarang mereka bukan lagi seorang bangsawan tapi, perlakukan mereka seperti seorang budak!!" Ucap Lenora dengan tersenyum miring.
"......" Semua orang diam tidak ada yang membantah, mereka menunggu keputusan Bing.
"Lalu, untuk nona Aeera. Bawa dia ke rumah bordil, buat dia melayani 50 orang dalam sehari!! jika kurang dari itu, maka hukum semua yang ada di rumah bordil itu!! pastikan, laki-laki yang melayani nya bukan seorang bangsawan melainkan seorang pengemis ataupun masyarakat yang membutuhkan hiburan namun tidak memiliki cukup uang untuk membayar nya!! lakukan hal itu sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya." Tambah Lenora yang semakin membuat orang-orang terkejut, bahkan ada yang jatuh terduduk.
"Sedangkan untuk pangeran Steward..." Lenora menatap Raja Blister dan ratu nya yang saat itu tengah menatapnya juga dengan ekspresi yang penuh ketakutan.
__ADS_1
"Nona, saya akan menyerahkan pangeran Steward pada anda dengan harapan agar nona tidak melibatkan rakyat kami karena mereka tidak tahu menahu masalah ini." Tunduk Raja Blister yang tidak sadar bahwa dirinya seorang raja, demi rakyatnya raja Blister rela merendahkan dirinya di hadapan Lenora dan semua nya.
"Benar nona, saya sebagai ibu sangat kecewa pada nya. Mungkin, jika kami yang memberikan hukuman tersebut akan membuat nona tidak puas. Jadi, kami menerima semua hukuman yang akan nona berikan pada pangeran Steward..." Tunduk Ratu Blister juga dengan menundukkan tubuhnya
"Tidak, ayah!! ibu!!!" Marah pangeran Steward.
"Sebagai calon raja di masa depan, tidak seharusnya kau memikirkan urusan pribadi dan mencelakakan rakyat mu sendiri. Bing, aku ingin laki-laki menjijikkan ini di eksekusi di hadapan semua rakyat nya untuk memperingati semua orang bahwa, seseorang yang tidak memiliki kekuatan atau pun kemampuan sekalipun dia masih memiliki hati. Jadi, jika hal seperti ini terulang lagi maka..... Aku akan sangat marah!!" Ucap Lenora dengan menatap Bing yang tengah menatap nya juga.
"Yang mulia...." Ucap mereka semua dengan takut-takut.
"Laksanakan semua yang di katakan Lenora tadi, seret mereka semuanya! mulai sekarang, bangsawan Lou sudah musnah!!! jika kalian melakukan percobaan bunuh diri, maka..... aku sendiri yang akan menghidupkan kalian nanti untuk menerima siksaan yang lebih mengerikan dari pada yang di bicarakan Lenora sebelumnya." Tegas Bing.
"Perintah kami terima..." Tunduk para pengawal yang langsung menyeret mereka berempat.
Semua orang bersorak saat melihat Bing yang merangkul Lenora dan membawanya pergi ke luar dan memasuki kereta kuda yang sudah terparkir di sana.
"Tunggu sebentar...." Ucap Lenora yang sudah berada di dalam kereta.
Lenora tidak menjawab, dia justru keluar lagi dari dalam kereta dan berlari kecil ke arah Molly yang sedang berdiri dengan Archon dan Diego yang nampak menatap Lenora penuh kekesalan.
"Apa? sudah ingat bahwa kau memiliki kami?" Tanya Diego saat melihat Lenora berdiri di hadapan mereka bertiga.
"Tidak, aku hanya ingin mengatakan pada Molly untuk mengikuti ku ke istana sekarang karena aku tidak akan pulang malam ini. Sampai jumpa...." Pamit Lenora yang lagi-lagi membuat mereka bertiga cengo.
"Lenora, sepertinya dia benar-benar minta di hajar!" Geram Archon namun segera di elus pundaknya oleh Molly.
"Nona bilang, yang mulia Bing akan pergi jauh setelah acara penyerahan tahta nya. Mungkin, sebelum yang mulia benar-benar pergi nona ingin menghabiskan waktu bersama." Jelas Molly yang membuat Archon terdiam.
__ADS_1
•••••
Hari ini adalah hari di mana Bing akan melepaskan jabatannya sebagai seorang raja, dia duduk termenung di belakang taman. Dia diam dengan mata yang terus menatap ke arah danau, sudah lama dia tinggal di sana bahkan sudah ia anggap sebagai rumahnya sendiri.
"Ada apa?" Tanya seseorang yang berdiri di depannya dengan wajah cantiknya yang tidak terhalang apapun itu.
"Kau dari mana saja?" Balik tanya Bing dengan membalikkan tubuh Lenora agar membelakanginya dan dia segera memeluk nya erat.
"Aku melihat semua persiapannya, semuanya sudah selesai. Ayo pergi..." Jelas Lenora dengan memegang tangan Bing yang berada di perutnya.
"Bagaimana jika aku pergi..." Ucap Bing yang membuat Lenora diam.
"Apa kau akan mencari laki-laki lain?" Sambung Bing.
"Aku tidak secepat itu untuk menyukai seseorang, kecuali dia tampan seperti mu mungkin aku akan sec....."
Mata Lenora membulat saat merasakan seseorang yang lembut dan lembab mengenai bibirnya, dia menatap mata Bing yang saat itu tengah menatapnya juga dengan sorot mata yang tajam.
"......Hhh...Hhh... Aku hanya bercanda Bing!" Lenora mendorong paksa tubuh Bing agar melepaskan ciuman tersebut.
"Meskipun bercanda aku tidak suka mendengarnya Lenora." Jujur Bing yang membuat Lenora terkekeh.
"Kenapa? kau sudah tergila-gila padaku?" Tanya Lenora dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Bing yang refleks memeluk pinggang Lenora juga erat hingga tubuh mereka berdua saling bersentuhan dekat.
"Aku akan menyusul mu lagi jika semua urusan ku sudah selesai." Ucap Bing.
"..... Jika kau kembali, itu tandanya kau memiliki kutukan lagi Bing. Kau yakin akan menunggu wanita yang sama seperti ku lagi?" Ucap Lenora pelan.
__ADS_1
"...." Bing hanya diam, dia tidak bisa kembali lagi jika tidak mengalami hukuman, namun bagaimana?
"Tidak apa-apa, aku yang akan mencari mu nanti Bing."