Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Kembali


__ADS_3

Zaphier memegang tangan Lenora, Lenora juga memegang tangan Diego dan Diego.... Dia memegang tangan Jeje meskipun dengan terpaksa tapi Jeje terlihat sangat senang, dia bisa menyentuh tangan Diego meskipun itu atas perintah Lenora sendiri.


"Jaga diri kalian semua, terutama untuk kalian berdua yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri, sering-seringlah mengunjungi saudara kalian." Senyum Lenora dengan melepaskan cadarnya untuk pertama kalinya di hadapan mereka semua yang langsung tercengang, mereka shock dengan wajah Lenora yang selama ini mereka ingin lihat.


Tidak hanya cantik, namun Lenora sangat cantik melebihi apapun bahkan tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya itu.


"Terimakasih untuk kalian yang sudah menerima kehadiran ku, saya Lenora pamit undur diri." Ucap Lenora dengan sedikit menundukkan kepalanya sebelum akhirnya sinar putih menutupi tubuhnya yang mulai menghilang secara perlahan, mereka tidak ada yang sadar setelah beberapa saat lamanya.


"Nona Lenora,dia....." Kaget mereka, semua yang ada disana langsung pucat pasi terutama Yudha dan para bawahannya yang langsung jatuh terduduk karena identitas Lenora sangat mulia dan mereka? mereka sangat beruntung karena bisa bersama Lenora untuk beberapa waktu ini.


"Jadi, nona Lenora itu seorang Dewi?" Kagum mereka, pantas saja kekuatannya begitu kuat dan tidak bisa mereka deteksi seberapa tinggi nya kekuatan Lenora.


"Bagi mereka, kita hanyalah debu yang sangat mudah untuk di basmi. Jika kalian melihat suaminya, mungkin kalian akan benar-benar semakin terkejut." Senyum Oliver dengan mengingat betapa kejamnya Bing namun meskipun begitu Bing memiliki sikap yang hangat terhadap orang-orang terdekatnya.


"Maksud mu, nona Lenora sudah memiliki suami?" Kaget Yasha dengan pucat.


"Ya, bukankah kalian tahu bahwa laki-laki yang memimpin kemarin itu anaknya?" Tanya Oliver dengan heran, apakah mereka menganggap Zaphier sebagai kekasih Lenora?


"..... Apakah suami nona Lenora sangat kuat dan.... tampan?" Tanya Yasha lagi.


"Tentu saja, bahkan kekuatan nya tidak bisa ada yang menandingi dan untuk ketampanan..... Dia memang tampan, ahh tidak bahkan dia sangat tampan seperti sebuah lukisan." Jujur Oliver yang memang mengagumi wajah tampan Bing.


"...." Diam, Yasha diam dengan wajah yang sangat amat malu. Apa apaan itu? dia bahkan menawarkan dirinya untuk Lenora? mengingat hal itu, dia ingin sekali menguburkan dirinya dalam-dalam.


"Yang mulia..." Ucap Riza dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu panggil aku seperti itu, panggil aku kakak saja. Bagaimana pun, Lenora sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dan, jangan terlalu sungkan karena mulai sekarang kalian adalah anggota keluarga kerajaan." Senyum Oliver.


"Terimakasih, kakak..." Tunduk mereka lagi.


•••••••


"Hhhh.... Masih sama seperti dulu." Ucap Lenora dengan memejamkan matanya saat dia menghirup udara segar yang ada di depan istana milik Bing.

__ADS_1


"Mama, selamat datang kembali." Senang Zaphier dengan mencium pipi Lenora lembut yang saat itu langsung terkekeh.


"Terimakasih sayang, ayo kita masuk." Ajak Lenora dengan menggandeng lengan Zaphier yang langsung sumringah, dia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya.


Untuk Diego, dia segera melepaskan tangannya dari Jeje yang nampak cemberut dan segera mengejar Diego yang sudah menyusul Lenora. Mereka segera menyambut kedatangan Lenora yang sudah lama pergi, namun mereka semakin kagum dengan sosok Lenora yang sudah semakin kuat lagi.


"Nona?" Kaget Molly dengan tubuh yang kaku, dia menatap Diego juga yang sedang melambaikan tangannya dengan tersenyum lebar.


"Astaga, kau pun sudah menjadi seorang ibu ternyata...." Senyum Lenora dengan menepuk-nepuk pundak Molly yang langsung memeluknya itu, dia mendengar isakan tangis Molly yang begitu menyayat hati.


"Syukurlah nona sudah kembali.." Lega nya dengan menatap Lenora yang masih sama seperti dulu.


"Terimakasih karena sudah menunggu ku, Molly." Senyum Lenora.


"Kami akan selalu menunggu mu, nona." Lega nya dengan menatap Diego yang tengah tersenyum juga.


"Kau pun sudah menikah rupanya, syukurlah jika semuanya berjalan dengan baik." Senyum Molly pada Diego yang langsung melotot tak senang.


"Apa maksudmu,Molly? siapa yang kau sebut sudah menikah hah?!" Kesal Diego.


"Tidak, aku tidak mau punya istri yang bodoh!" Kesal Diego dengan memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Baiklah baiklah terserah padamu..." Balas Molly dengan jengah, dilihat dari mana pun mereka berdua terlihat sangat cocok dan serasi.


"Dimana Bing dan Archon?" Tanya Lenora.


"Ahh mereka berdua ada di ruang keluarga, ayo.." Ajak Molly dengan tersenyum lebar.


Lenora segera melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, para penjaga yang melihat sosoknya langsung menundukkan kepalanya dengan hormat. Mereka tersenyum lega karena akhirnya Lenora kembali dengan keadaan selamat, untuk Lenora sendiri dia tersenyum saat melihat Bing yang sedang fokus pada tumpukan buku yang sedang ia baca dengan sedikit menjelaskan nya pada Archon yang terlihat serius juga.


"Bukankah aku benar ma, papa terlihat semakin tua sedangkan mama masih cantik seperti dulu." Celetuk Zaphier dengan merangkul pundak Lenora seperti pada teman saja.


Mendengar suara Zaphier, Bing langsung mendongakkan kepalanya dan sontak diam saat matanya bertatapan dengan Lenora yang tengah tersenyum secantik mungkin.

__ADS_1


"Lenora?" Ucap Archon dengan senang.


DUGHHH!!!


"PAPA!!!!"


Zaphier menatap kesal kearah Bing yang tiba-tiba saja mendorongnya hingga membuat dia jatuh tersungkur ke depan, namun kekesalannya itu berubah menjadi diam saat melihat Bing yang tengah memeluk Lenora dengan begitu erat dan juga tubuh yang bergetar.


"Bing, tenanglah....." Lembut Lenora dengan mengelus puncak kepala Bing.


"Sepertinya kita harus pergi, ayo..." Ajak Molly yang di balas anggukan oleh semuanya.


Mereka segera pergi hingga yang tersisa kini hanyalah Bing dan Lenora yang masih asik berpelukan, Lenora membawa Bing untuk duduk di kursi.


"Terimakasih karena kau sudah kembali..." Bing mencium tangan Lenora dengan lembut.


"Bukankah aku sudah berjanji untuk kembali pada kalian?" Tanya Lenora dengan menyentuh pipi Bing.


"Aku tahu, karena itulah aku berterimakasih..." Lembut Bing.


Lenora tersenyum lembut dengan menyentuh pipi Bing, Bing diam dengan menatap Lenora sebelum akhirnya dia mulai menempelkan bibirnya pada Lenora yang juga ikut membalas ciumannya.


Lenora melingkarkan kedua tangannya di leher Bing sehingga ciuman tersebut semakin terasa panas, Bing mulai menciumi leher Lenora dan membuat beberapa tanda disana. Untuk Lenora sendiri dia hanya memejamkan matanya saja karena dia pun sangat merindukan sentuhan Bing yang begitu lembut dan menuntut.


"Sayang..." Panggil Bing dengan tangan yang mengelus punggung Lenora dengan lembut, Lenora yang melihat tatapan mata Bing yang di penuhi dengan gairah pun segera di angguki oleh Lenora.


"Aku juga sangat merindukan tubuh mu, Bing." Senyum Lenora sebelum akhirnya dia membenamkan wajahnya di dada Bing karena tak bisa ia pungkiri bahwa dirinya pun masih sangat malu pada Bing.


"Aku akan melakukannya dengan pelan, Lenora...." Bisik Bing dengan mengigit lembut telinga Lenora.


Lenora tersenyum dan segera mendorong tubuh Bing sebelum akhirnya dia duduk di atas pangkuan Bing dengan posisi saling berhadapan satu sama lain, Bing tersenyum dan segera melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lenora dan menariknya lembut agar tubuh Lenora semakin menempel padanya.


Lenora hendak menyatukan bibir mereka lagi namun......

__ADS_1


"Paman, apa yang sedang paman lakukan?" Tanya seorang anak laki-laki dengan tampang polosnya, meskipun usianya di bawah Zaphier hanya beberapa tahun saja namun dia masih sangat amat polos.


__ADS_2