
Maaf ya author baru upp soalnya tadi pagi ada kegiatan kampus yang padat bangett, besok juga semakin padat sampe 3 hari ke depan. Insyallah author upp besar-besaran malam ini supaya besok dan lusa ga upp...
Lenora terlihat cantik dengan memakai topeng rubah yang di buat oleh prajurit nya itu, mereka semua juga mengagumi sosok Lenora yang sangat bisa meniru gaya orang lain dengan mudah tanpa canggung ataupun gugup sedikit pun. Kini mereka semua sudah berada di pusat kota, banyak orang yang berbondong-bondong untuk melihat kereta yang di kendarai oleh Lenora.
"Berhenti! kita makan terlebih dahulu..." Ucap Lenora dengan suara halus dan lembutnya.
Diego berinsiatif untuk keluar terlebih dahulu, setelah itu barulah Lenora yang langsung menerima uluran tangan Diego yang membantunya untuk turun, oh iya... Mereka semua memakai cadar sehingga tidak memperlihatkan wajah mereka yang tampan.
Semua orang menatap kagum pada sosok Lenora yang sekarang menjadi Giselle, mereka memasuki restoran mewah dan memesan ruangan pribadi agar memudahkan Lenora untuk membuka topengnya, jika tidak dia tidak akan bisa makan sampai kapanpun.
"Orang-orang di kekaisaran ini sungguh sangat mengerikan..." Jujur Yudha, tubuhnya merinding saat melihat para laki-laki di sana di perlakukan seperti anjing, leher di ikat dan posisi yang merangkak di tanah.
"Inilah yang aku herankan, tapi semua warga disini hidup dengan rukun dan damai. Sepertinya ini surga bagi para wanita yang sebelumnya sudah di perlakukan tidak adil oleh mereka." Ucap Lenora dengan melihat keluar jendela, sebelum itu Lenora sudah menutup ruangan tersebut agar tidak tembus keluar.
"Bahkan, saat aku mengantarnya untuk membuat topeng tadi... Aku melihat seorang wanita yang menyuruh para laki-laki untuk memakan kotoran, sepertinya wanita disini terbuat dari hati iblis." Ucap Diego yang mengingat kembali kejadian tadi, dia ingin muntah lagi sekarang karena perutnya kembali mual.
Lenora yang melihat itu langsung menepuk-nepuk pundak Diego agar tidak memikirkan hal itu lagi, Diego merasa tenang dan nyaman karena usapan Lenora sudah seperti usapan seorang ibu pada anaknya, terasa hangat dan nyaman.
"Nona, bukankah itu kekaisaran? kenapa ada kabut hitam?" Tanya Yudha dengan menunjuk sebuah bangunan besar yang terlihat sangat jelas dari tempat mereka makan sekarang ini.
"Zitao, keluarlah." Ucap Lenora yang membuat mahluk itu keluar.
"Ya nona?" Tanyanya dengan menatap Lenora yang terlihat berbeda.
"Apa itu kabut yang sama seperti di danau itu?" Tanya Lenora dengan menunjuk kabut yang ada di kekaisaran.
"Benar nona, tolong berhati-hati untuk para laki-laki karena kabut tersebut hanya memiliki efek pada laki-laki. Maaf, saya lupa memberitahu hal ini." Jelasnya dengan sedikit merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, apa kau bisa mencari tahu keadaan didalam? aku tidak bisa masuk sembarangan jika tidak mengetahui situasinya sekarang." Ucap Lenora.
"Baik nona." Angguk nya yang langsung pergi dari sana, Lenora melihat Zitao pergi dalam wujud asap hitam. Jadi, bukankah tidak akan ada masalah?
"Mereka benar-benar aneh, tapi kenapa mereka ingin menyerang kekaisaran Yoda Major? mereka sangat kuat dan hebat, terlebih bukankah dia pemilik spirit paling kuat?" Heran Yudha.
"Itu hanya kamuflase mereka untuk mengecoh pergerakan musuh, bukankah mereka juga tahu bahwa gurun itu di namakan gurun kematian? jadi, mereka yakin bahwa tempat itu tidak ada yang berani mendatanginya." Ucap Lenora dengan menatap Yudha.
"Itu memang benar, jika hal itu mereka rencanakan dengan baik. Apakah tidak akan ada masalah jika kita masuk kedalam rencana mereka? ini terlalu berbahaya nona." Ucap Yudha yang justru malah membuat Lenora terkekeh.
"Bahaya seperti apa yang kau maksud? apa rasanya lebih menyakitkan dari lautan api? apakah lebih seram dari lava yang melahap tubuh hingga melebur? apakah lebih perih dari ribuan pedang yang menusuk tubuh? apakah lebih bahaya dari itu? jika ia, aku tidak mempermasalahkan nya karena aku suka rasa sakit itu." Senyum Lenora dengan terlihat aneh, Lenora tidak terlihat seperti Lenora pada umumnya, tersirat tatapan yang tajam dan penuh aura gelap.
"...."
"Nona..." Panggil Zitao yang sudah datang dengan ekspresi yang aneh.
"Ada apa? apa kau baik-baik saja?" Heran Lenora.
"Meminum darah yang keluar dari alat kelamin mereka?" Jijik Lenora.
"Benar nona, bahkan wanita yang anda pakai sekarang ini sudah terkena ilusinya sehingga selalu membawa banyak laki-laki dari kerajaannya untuk ia sembah kan pada mereka." Sambungnya lagi.
"Nona..."
"Lenora...."
Takut mereka dengan menatap Lenora yang sedang berfikir beberapa saat sebelum akhirnya senyumnya mulai terbit.
__ADS_1
"Jadi, maksudmu kedatangan ku kemari juga dengan tujuan ini?" Tanya Lenora pada Zitao yang hanya mengangguk.
"Hahaha benar-benar menarik!! bukankah dengan begini aku bisa leluasa untuk masuk dan keluar secara bebas?" Senang Lenora tapi tidak dengan yang lainnya yang terlihat begitu ketakutan, mendengarnya saja mereka sudah takut apalagi merasakannya.
"Lenora jangan main-main, ini sangat berbahaya. Kau tidak bisa sembarang masuk, jika kau tertangkap dan kau mengeluarkan kekuatan mu mereka akan sadar dan identitas mu akan terbongkar. Dengan begitu, kau... kau akan di lempar kembali ke tempat yang lebih buruk dari ini." Ucap Diego dengan cepat,dia tidak ingin Lenora salah langkah.
"Aku tidak sebodoh itu Diego, aku hanya ingin melihat jenis iblis itu. Apakah suamiku mengetahuinya?" Tanya Lenora.
"Ibu, iblis ini terlalu rendahan untuk di ketahui oleh yang mulia." Balas Ramon.
"Oke, begini saja sudah cukup." Senyum Lenora.
"Lenora...." Panggil Diego.
"Kau percaya padaku bukan?" Tanya Lenora pada Diego.
"Tentu saja." Angguk nya dengan cepat, Diego tahu bahwa Lenora tidak mungkin mau melihatnya terluka.
"Kalau begitu, berkerjasama lah dengan ku." Ucap Lenora dengan tersenyum.
••••••
Pintu gerbang istana terbuka lebar untuk menyambut kedatangan Lenora atau Giselle, mereka sontak menunduk hormat. Lenora sedikit beruntung karena dia menyamar menjadi orang yang tepat, orang yang di berikan tempat khusus di istana tersebut.
"Bagaimana?" Tanya Lenora pada Diego yang ada di sampingnya.
"Gatal! dadaku terasa gatal karena sumpelan ini Lenora, aku rasa ini besar sebelah....." Ucap Diego dengan membenarkan dadanya, kedua ujung bibir para prajurit itu langsung berkedut geli saat melihat sosok Diego yang menjadi wanita.
__ADS_1
Mereka tidak percaya jika Lenora menyuruh Diego untuk menyamar menjadi wanita, Diego terlihat cantik dengan pakaiannya. Bahkan, Lenora bisa membuat leher dan wajah Diego mulus seperti wanita.
"Diego, jangan sembarangan menyentuhnya. Kau benar-benar tidak tahu tata krama!" Kesal Lenora karena Diego membenarkan dadanya dengan tingkah yang asal, jika di lihat oleh orang-orang mungkin mereka akan menganggap Diego sebagai wanita gila!