
Nona Sherly yang merupakan nona pertama yang menjadi seorang genius di kerajaan Balveron sudah terkenal akan kehebatannya, begitu pun dengan nona kedua Sendy yang memiliki kemampuan juga.
Nina berjalan ke arah aula, dia melihat keberadaan Sendy yang sedang berbincang dengan beberapa pelayannya hingga akhirnya Nina berjalan ke arahnya dan pura-pura tidak sengaja menabraknya.
"Ahh maafkan saya nona..." Ucap Nina dengan ekspresi yang bersalah nya.
"Tidak apa-apa nona..." Balas Sendy dengan membantu Nina.
"Bukankah kau nona kedua Sendy? apa kau melihat kakak mu? aku ingin membicarakan hal yang serius dengannya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." Ucap Nina yang membuat Sendy mengeryit heran.
"Ada apa?" Heran Sendy yang begitu penasaran dengan percakapan mereka.
"Tidak ada apa-apa..." Balas Nina dan hendak pergi namun segera di tahan oleh Sendy.
"Nona Nina, jangan bilang kau dan kakak ku memiliki rencana untuk bisa menyingkirkan putri Aurora?" Tanya nya dengan ekspresi yang penuh penyelidikan.
"Bagaimana kau tahu?apa Sherly yang memberitahu mu? bukankah dia sendiri yang mengatakan untuk tidak memberitahu siapa pun?" Tanya Nina dengan ekspresi yang bodoh.
"Itu, kakak ku tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku. Ayo..." Ajak Sendy yang membuat senyum Nina terbit.
Sendy membawa Nina ke tempat yang sepi, setelah itu mereka duduk di salah satu tempat yang tersedia disana.
"Jadi?"
"Aku dan Sherly memiliki rencana untuk menyingkirkan putri Aurora sekarang dan membuat nya malu, setelah itu aku yakin jika Envios akan mengangkat ku jadi ratu. Jika itu berhasil maka aku juga akan mengangkat Sherly sebagai selir agung di kerajaan ini...." Jelas Nina yang membuat Sendy melotot tak percaya.
__ADS_1
"Nona, bagaimana cara kakakku untuk melakukannya?" Kesal Sendy yang tidak tahu menahu mengenai ini, jadi Sherly berniat untuk masuk ke kerajaan tanpa memberitahu nya?
"Ahh itu.... Sherly menyuruhku untuk membawa putri Aurora pergi ke halaman, di sana sudah ada beberapa pengawal yang di tugaskan olehnya untuk membuat putri Aurora pingsan agar mereka bisa melecehkannya, setelah itu aku di suruh ke kamar selatan.... Sherly akan meminta seseorang untuk menyampaikan hal penting pada Envios agar bisa datang ke kamar tersebut, hingga akhirnya Envios akan kehilangan kesadarannya karena menghirup dupa yang ia berikan hingga akhirnya..... Kau tahu sendiri...." Ucap Nina yang membuat Sendy diam.
"Kalau begitu aku permisi, sepertinya Sherly sudah mulai bergerak..." Ucap Nina yang melihat seseorang datang dan mulai membisikkan sesuatu padanya.
"Baik nona..." Angguk Sendy dengan tersenyum kecil.
Setelah kepergian Nina, Sendy tersenyum miring dia segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
"Kamar selatan heh? aku tidak percaya, nona Nina begitu sangat bodoh!!" Ucapnya dengan terkekeh dan segera pergi dari sana.
Nina yang melihat kepribadian Sendy menuju arah selatan pun hanya tersenyum jijik, ternyata adik kakak itu benar-benar mengerikan! saling menusuk satu sama lain hanya untuk sebuah kedudukan.....
"Sudah selesai, ayo..." Ajak Nina pada Lenora yang hanya mengangguk.
"Ibu..." Sapa Ramon dengan menggesekkan kepalanya di tangan Lenora yang terulur.
"Ini....." Kaget Nina yang langsung jatuh terduduk, wajahnya penuh ketakutan karena melihat naga yang begitu besar dan juga menyeramkan, dan apa tadi? ibu?
Tidak hanya Nina, bahkan orang-orang yang sebelumnya bersembunyi juga nampak ketakutan dan jatuh terduduk hingga keberadaan mereka terlihat jelas, Lenora menyuruh Ramon untuk membawa mereka kesana.
"N-nona tolong ampuni kami...." Tangis mereka saat Ramon mulai mengendus endus tubuh mereka satu-persatu.
"Karena aku baik hati dan tidak sombong, aku juga sangat rajin menabung. Ahh lupakan, kalian harus melakukan hal yang sama pada kedua wanita yang ada di kamar selatan. Jika kalian melakukannya dengan sangat baik maka aku akan memberikan kalian hadiah, bagaimana?" Tanya Lenora dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
"B-baik nona." Patuh mereka.
"Pergilah, aku akan menonton kalian dari jauh." Ucap Lenora lagi.
Mereka segera pergi berhamburan, Nina diam sejenak saat melihat Lenora yang memeluk leher Ramon yang terlihat begitu besar itu, sebelum akhirnya Ramon kembali pergi setelah mengatakan sesuatu yang membuat Lenora senang.
"Ayo pergi, aku ingin melihat pertunjukan yang bagus." Ucap Lenora dengan tersenyum lebar.
"Ah ya..." Angguk Nina dengan tersenyum kecil.
Mereka berdua menuju kamar selatan tanpa sepengetahuan siapapun, Lenora dan Nina mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Hingga akhirnya melihat sosok Sherly yang datang dengan pakaian seksinya, Sherly masuk kesana dan segera menutup pintunya kembali. Tak selang beberapa menit, mereka juga melihat keberadaan Sendy yang ternyata sudah menunggu di sana. Anehnya, kenapa mereka berdua tidak saling menyadari keberadaan mereka masing-masing?
Hingga akhirnya, Lenora menyuruh laki-laki berpakaian hitam itu untuk segera masuk. Terdengar suara aneh dari dalam sana sebelum akhirnya suara suara menjijikkan itu terjadi, Lenora melirik yang terlihat memerah, dia masih polos ternyata.
"Kau pun akan merasakannya nanti..." Goda Lenora yang semakin membuat Nina semakin memerah.
Setelah beberapa saat, mereka segera pergi dari sana dan menyuruh Envios untuk mengeksekusi keberadaan mereka. Untuk Lenora sendiri, dia memilih untuk duduk bersantai di aula dengan Oliver yang terlihat diam karena ternyata Lenora memang sama seperti Bing, tidak pernah memberi ampun pada orang yang sudah mencari masalah dengannya.
Hingga akhirnya kehebohan terjadi di kamar selatan, Lenora tersenyum lebar saat melihat semua orang langsung berbondong-bondong pergi kesana, hanya ada beberapa orang saja yang kini ada di aula. Termasuk Oliver yang terlihat tenang dan santai....
"Seret kedua wanita ini, jadikan dia wanita pelacuran untuk para prajurit! jangan biarkan dia lepas sampai akhir hayatnya." Marah Envios yang terdengar begitu menggelegar.
"Y-yang mulia...." Takut mereka berdua, tubuhnya sudah benar-benar di penuhi oleh tanda kemerahan yang begitu banyak, penampilan mereka terlihat sangat buruk.
"Seret juga keluarganya dan hukum gantung di alun-alun kota karena tidak becus mendidik anak-anak nya!" Tegas Oliver.
__ADS_1
Tak ada satupun yang berani mengeluarkan suaranya, Envios menundukkan tubuhnya di hadapan Oliver dan Lenora dan terus meminta maaf padahal mereka hanya sedang berakting.
"Yang mulia, tolong maafkan hamba yang tidak bisa menyambut kedatangan anda dengan baik. Saya benar-benar sangat malu karena kejadian ini...." Ucap Envios dengan menunduk.