Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Pesan


__ADS_3

Hari sudah malam saat keluarga Daffa mengantarkan Nada. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 12.37 dini hari. Karena merasa tidak enak, Nada meminta Daffa untuk menginap.


"Sudah dini hari, Ibu Hana sekeluarga menginap disini saja ya" Ucap Nada. Iya merasa tak enak karena sudah merepotkan keluarga Hana.


"Tidak sayang, kita pulang saja. Ini sudah malam. Abah sama ummi pasti juga lelah" Jawab Hana menolak secara halus. Akhirnya Nada tidak bisa memaksa. Iya membiarkan Hana pulang di tengah malam seperti ini.


"Baiklah... Mohon maaf saya merepotkan ibuk, dan juga terima kasih untuk semua bantuannya" Nada berucap sambil tersenyum.


"Kalau begitu, kita pamit pulang dulu" Daffa segera berpamitan. Setelah itu, semuanya berdiri dan berjalan keluar.


Saat sudah berada di luar rumah, Hana mengatakan sesuatu.


"Nada, kalau butuh bantuan apa saja dan ummi sudah pulang, kamu hubungi ibuk ya" Nada berkata sambil memegang kedua bahu Nada. Nada pun mengangguk.


"Iya buk, terima kasih" Dengan senyum Nada menjawabnya. Hal itu tidak lepas dari perhatian Arsyad.


"Oh iya... Nanti kalau abah sama ummi mau pulang, Nada kabarin ya" Bisik Hana saat Nada sudah sedikit jauh dari Abah Ayub sekeluarga.


"Insya Allah buk" Nada kembali tersenyum. Hana mengangguk saat akan masuk kedalam mobil. Namun Arsyad lagi-lagi membuat semua orang terperangah. Iya masih berdiri disamping Nada. Hingga membuat Hana memanggilnya.


"Arsyad, ayo" Ucap Hana lembu kepada putranya.


"Ehh.. Iya. Nada aku pulang dulu ya" Pamit Arsyad. Iya langsung berjalan ke arah mobil. Saat akan memasuki mobil, iya menoleh kembali. Memandang Nada beberapa detik, tersenyum lalu perlahan masuk dan menutup pintu mobil. Mereka pun pulang.


"Nada... Nad... Nada..." Sebuah suara dan tepukan pelan dibahu Nada, membuat dirinya tersadar dari lamunan.


"Ehh.. Iya ummi. Maaf" Ucap Nada. Iya pun menunduk. Tak luput gus Zidan pun memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Ayo masuk, terus istirahatlah. Ini sudah malam" Ajak ummi Nafi. Nada pun mengangguk. Begitu sudah sampai didalam rumah, iya segera meminta maaf kepada keluarga abah Ayub.


"Abah, ummi dan semuanya. Nada minta maaf ya. Sudah membuat semuanya khawatir" Nada berkata dengan menunduk.


"Nada... Tidak apa-apa nduk. Yang penting sekarang kamu sudah kembali dengan selamat" Ummi Nafi berkata dengan lembut.


"Sekarang kita harus istirahat" Ummi Nafi menambahkan. Akhirnya Nada menurut. Mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing dan beristirahat.


Di dalam kamar, Nada masih belum bisa memejamkan mata. fikirannya masih mengingat bagaimana gus Zidan memandangnya. Dan juga sikap Arsyad. Nada merasa sikap Arsyad terasa bagaimana gitu. Arsyad adalah orang lelaki pertama yang berani menarik lengan Nada berkali-kali. Entah apa yang dirasakan Nada malam ini. Rasa sakit dihatinya karena gus Zidan belum terobati dengan sempurna. Dan sikap aneh seorang Arsyad yang membuatnya bingung.


"Huuu..." Nada menghela nafas panjang. Iya berusaha untuk memejamkan matanya. Namun belum sempat iya tertidur, iya mendengar ponselnya berdenting. Nada bangkit dari tempat tidur lalu memeriksanya. Ternyata notifikasi jika baterai sudah full. Nada segera mencabut kabel charger yang menyambung ke ponselnya tersebut. Lalu membawa ponselnya ke tempat tidur. Iya meletakkan di samping bantal yang sebelumnya sudah mengubah menjadi mode gerltar. Selanjutnya, iya mencoba untuk memejamkan matanya kembali. Baru beberapa detik iya terpejam, ponselnya kembali bergetar. Nada yang belum bisa tidur pun mengambil ponselnya dan memeriksanya. Sebuah pesan dari nomor yang tak tersimpan di ponselnya masuk. Nada pun membaca pesan tersebut.


~Arsyad~


Setelah Nada masuk kerumah, papanya mengemudikan mobilnya dan kembali ke rumah. Namun sikap Arsyad berubah saat sudah duduk di kursi penumpang. Iya menyenderkan punggung dan kepalanya disandaran kursi mobil. Dan menatap ke atas. Hal itu membuat orang tua dan saudara kembarnya menatap dengan penuh tanda tanya.


"Arsyad... Kamu kenapa? " Tanya Hana. Namun tak ada jawaban. Dan Arsyad malah memejamkan matanya.


"Ada apa? " Arsyad bertanya balik.


"Hahaha... Kamu kenapa sih Syad, dari tadi nglamun terus. Ditanya malah balik nanya" Ucap Arsyida. Sedangkan Hana dan Daffa tersenyum saja melihat sikap putranya. Baru kali ini Arsyad bersikap aneh.


"Kamu kenapa. Mikirin apa? " Tanya Daffa.


"Ehh... Mmm... Anu pah, Arsyd ngantuk" Jawab Arsyad gugup.


"Ngantuk apa mikirin Nada" Arsyida menggoda. Memang benar apa yang dikatakan oleh saudara kembarnya itu. Bayangan Nada selalu melintas difikirannya. Entah apa penyebabnya, Arsyad tidak bisa melupakan senyum Nada barang sedetik.

__ADS_1


"Ngga Ars, aku beneran ngantuk" Jawab Arsad pelan.


"Kaya ngga biasa begadang aja kamu ini" Arsyida menjawab lagi. Arsyad merasa tidak ingin berdebat, iyapun hanya diam dan kembali menyandarkan punggungnya. Setelah beberapa saat, iya teringat sesuatu.


"Mama, boleh pinjam ponselnya? " Tanya Arsyad. Hal itu semakin membuat keluarganya bingung.


"Untuk apa sayang? " Hana bertanya dengan lembut kepada putranya.


"Ponsel Arsyad entah dimana, buat miscall" Jawab Arsyad. Hana pun mengambil ponselnya dan memberikan kepada Arsyad. Arsyad segera mencari sesuatu, setelah ketemu, iya menghubungi nomornya sendiri. Dan ternyata ponselnya ada di saku jasnya.


"Ini ma, makasih" Arsyad mengembalikan ponsel mamanya. Lalu mengambil ponselnya sendiri di saku jasnya. Beberapa saat ia memainkan ponselnya. Lalu mengirimkan pesan kesebuah nomor baru.


'Sudah tidur? ' Begitulah pesan yang iya kirimkan. Tak sampai 5 menit, pesan Arsyad sudah terbaca. Iya girang bukan main. Namun lama menunggu tak juga ada balasan yang masuk.


~Nada~


"Nomor siapa ya? " Gumamnya sambil membaca pesan tersebut. Karena merasa tidak kenal, iya mengabaikannya. Ponselnya bergetar lagi dan dilihat dari gus Zidan.


'Nada...' Dalam pesan itu, gua Zidan hanya memanggilnya.


'Iya gus' Nada segera membalasnya.


'Kenapa belum tidur, ini sudah larut malam lo' Gus Zidan mengirimkan pesannya.


"Sebentar lagi gus. Belum bisa tidur' Balas Nada.


'Ya sudah.. Aku tidur dulu. Jangan begadang cepat istirahat' Send, Klik. Gus Zidan mengirimkan pesannya. Sesaat kemudian Nada membalas dengan emoticon Senyum 😊😊😊. Setelahnya, gus Zidan terdiam, menyandarkan punggungnya dikepala tempat tidur. Terlihat raut wajah yang sedang memikirkan sesuatu. Hantinya berkedut dan terasa nyeri. Entah ada apa. Sedangkan Nada masih memegang ponselnya. Iya memperhatikan nomor yang baru masuk ke aplikasi hijaunya. 'klik' Terpampang foto profil pemilik nomor tersebut. Setelah melihat nama IDnya, Nada tahu siapa yang mengirimkan pesan tersebut.

__ADS_1


"Mas arsyad? " Tanya nya pada diri sendiri. Iya merasa tak percaya. Tanpa dia sadari, bibirnya menarik garis lurus membentuk senyuman. Nada kembali membuka pesan tersebut.


'Sudah... Ini mau tidur. Maaf ini siapa ya? ' Begitulah pesan balasan dari Nada. Dengan segera iya mengirimkan. Begitu pesan sudah terlihat masuk, Nada memejamkan mata untuk tidur. Matanya terasa berat.


__ADS_2