
Malam ini Keluarga abah Ayub dan untuk pulang ke Ponorogo. Sebenarnya Nada ingin mereka tetap berada di sini. Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan ia mengizinkan dengan berat hati kepulangan Abah Ayub dan keluarganya.
"Nada kamu hati-hati ya di sini, jaga diri kamu. Nanti kalau ada waktu kamu main lah ke Ponorogo kami akan menunggu disana kapanpun kamu akan kesana pintu Pesantren selalu terbuka untukmu. jangan lupa sering-sering mengabari kami" Umi Nafi berpesan kepada nada. nada pun tersenyum sambil mengangguk.
" Insyaallah Umi. suatu saat nanti nada bakal datang ke Ponorogo. nada juga rindu sama teman-teman yang ada di sana" nada menjawab. Sebenarnya Nada juga sudah lama sekali ingin pergi ke Ponorogo, karena makam ibunya juga berada di sana. namun untuk saat ini ia belum bisa karena sekolah masih menjadi prioritasnya. Nada berencana ke sana nanti setelah ia lulus, dan itu tinggal beberapa bulan lagi.
" Iya nada, Kamu harus berhati-hati jaga diri baik-baik. Umi sama abah pulang dulu" tak terasa air mata Umi Nafi menetes, entah apa yang membuatnya bersedih berpisah dengan Nada. keberangkatan Umi Navy dan apa Ayub sekeluarga tinggal Beberapa jam lagi. sebelum mereka berangkat nada Berencana untuk mengajak mereka ke suatu tempat, itu ke makam Ayah Nada. cuaca sore ini sangat mendukung Mereka pun berangkat ke makam Ayah nada ada. hampir setengah jam perjalanan, mereka telah sampai di sebuah Kompleks pemakaman umum. nada pun turun dan berjalan menuju ke makam ayahnya.
Tak lama Nada berada di makam ayahnya abah Ayub memimpin untuk mengirimkan doa kepada salah satu santri yang pernah mengaji kepada ayahnya dulu. Iya mengucapkan seribu kali maaf karena tidak bisa hadir di acara pemakaman nya. Tanpa ia sadari air mata menetes di pipinya, perlahan namun pasti sarung yang ia kenakan basah. Abah Ayub merasa kepergian Ayah nada adalah sebuah tamparan keras untuk dirinya.
" Samsul... tenanglah di tempatmu yang saat ini. Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk dirimu. Putrimu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Dia akan menjadi anak yang baik dan Insya Allah akan menolongmu serta istrimu di akhirat nanti. Jangan khawatir, kita sudah bertemu dengan putrimu. Anaknya sangat sopan, cantik dan baik. Semoga dia selalu berada dalam lindunga_Nya" Abah Ayub berkata dengan Nada sedih. Suaranya terdengar pecah karena menahan tangis yang sedari tadi memaksa untuk keluar. Dan tanpa malu Abah Ayub mengeluarkan air matanya. Semua orang mendengarkan, mereka menunduk sedih karena apa yang telah dikatakan oleh Abah Ayub. Lantunan dzikir dan doa mereka sampaikan. Semoga jika ada kesalahan yang pernah diperbuat oleh almarhum Samsul, baik sengaja ataupun tidak sengaja Allah mengampuninya. Aamiin. Setelah itu mereka pun kembali ke rumah Nada.
Saat mereka sampai di rumah Nada, Ada hal mengejutkan yang membuat mereka terperangah. Keluarga Daffa berkumpul di rumah Nada tanpa sepengetahuan Abah Ayub dan Umi Nafi. mereka tersenyum memandang nada yang baru turun dari mobil.
" Bu Hana Pak Daffa Sudah dari tadi?" tanya nada saat sudah masuk ke halaman rumahnya.
__ADS_1
" Belum sayang kita baru beberapa saat di sini" jawab Hana. Nada pun mempersilahkan mereka semua untuk masuk. setelah Daffa dan Hana masuk ke rumah, mereka duduk di sofa. dari belakang ada seorang yang membawa banyak sekali bungkusan. nada pun memperhatikan dengan heran.
" untuk apa semua bungkusan itu?" batin nada. melihat kebingungan di wajah gadis di depan, Hana segera menjelaskan.
" Maaf bu nyai, ini ada sedikit oleh-oleh untuk bu nyai sekeluarga. Mohon diterima ya" ucap Hana sopan kepada Umi Nafi.
" Kenapa harus repot-repot Nyonya Hana. tidak perlu berlebihan seperti ini" Umi Nafi pun menjawab.
" Tidak apa-apa bu nyai, ini hanya sedikit" Hana tersenyum setelah mengatakan itu. Akhirnya Umi Nafi pun tersenyum dan mengangguk.
" Terima kasih. dan kami titip Nada di sini. tolong jaga dia dan kabari saya kalau ada apa-apa" Ummi Nafi mengucapkan terima kasih dan berpesan kepada Hana.
" Mari kita salat berjamaah dulu sebelum Abah sama Umi berangkat" Nada menyela. Iya menunduk dan tersenyum karena pandangan Arsyad dan juga Gus Zidan tertuju kepadanya. Mereka berdua terlihat tersenyum saat memandang dalam kepada Nada. Itu tak luput dari perhatian Arsyida sebagai saudara kembar Arsyad. Setelah mengatakan itu, Nadapun berbalik badan dan menuju ke ruangan tempat salat. Mempersiapkan sajadah untuk semuanya. Dan satu per satu keluarga Abah Ayub serta keluarga tuan Daffa datang. Mereka melaksanakan salat berjamaah yang diimami oleh Abah Ayub.
Waktu sudah menunjukkan habis Isya, keluarga Ayub berpamitan untuk meninggalkan kota Jakarta dan kembali ke Ponorogo.
__ADS_1
" Nada, Umi pulang dulu ya kamu jaga diri baik-baik di sini. jangan lupa selalu kabari Umi. Dan jika ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta bantuan" Umi Nafi pun memeluk Nada. Setelah bersalaman dengan semua orang yang ada di Rumah Nada, keluarga Abah Ayub meninggalkan kediaman Nada. Dan sekarang, tinggalah Nada dan keluarga Daffa. Mereka kembali masuk.
" Bapak Daffa terima kasih ya" nada Berkata sambil tersenyum. sekilas ia melirik kearah Arsyad, Iya tahu sejak tadi aku sehat selalu memperhatikannya. memandangnya dengan intens. namun nada tak berani untuk membalas pandangan itu.
" Sama-sama sayang, kamu kalau butuh apa-apa bilang ya sama kita. Insya Allah kita akan membantu kamu sebisa kita" Hana mengusap pelan pucuk kepala nada. Arsyad, Daffa dan dan Arsyida tersenyum melihat pemandangan di depannya.
" Kita makan di luar yuk mah" Arsyida mengajak mamanya nya. hal tersebut disetujui oleh Ana dengan mengangguk.
" Kamu ikut ya nada, biar tambah rame" Arsyida berkata kepada Nada.
" Tapi Kak... Nada... Nada nggak bisa ikut. Ada tugas sekolah yang harus dikerjakan dan harus dikumpulkan besok pagi" naga menjawab dengan ragu-ragu.
" Gimana kalau kita makan di sini aja biar mama masak dulu" Hana memberikan solusi. kontak perkataan Hana membuat semuanya menoleh kepadanya.
" Aku setuju, Mama masak sama aku. Udah kamu ngerjain tugas dulu nanti kita makan malam bersama" Arsyida pun tersenyum gembira. Arsyad hanya memperhatikan bagaimana saudara kembarnya itu melaksanakan tugasnya untuk membantu dirinya. selebihnya nanti Arsyad akan berusaha sendiri. Iya memang sudah merencanakan ini bersama carsida. dan tanpa sepengetahuan Daffa dan Hana.
__ADS_1
"Apa Enggak apa-apa kak, kasian Bu Hana harus masak sendiri" Nada tidak tahu apa yang harus dilakukan.
" Siapa bilang mama masak sendiri kan ada aku yang mau bantu. Kamu masuk ke kamar terus bacakan tugasnya, kalau sudah selesai kamu ke sini lagi kita makan bersama" Arsyida menarik lengan Nada dan mengajaknya masuk ke kamarnya sendiri. Nada pun hanya menurut. Iya masuk ke kamar dan mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan. Sedangkan Arsyida dan Hana masuk ke dapur untuk memulai memasak. Daffa dan Arsyad menunggu di depan TV.