Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Rasa Penasaran Arsyad


__ADS_3

" Masya Allah cantiknya..." gumam salah seorang santri yang melihat kehadiran nada beserta Dafa dan Hana.


" Iya ih bening banget" jawab santri yang berada di sampingnya.


" cocok banget sama aku, dianya cantik akunya tampan. pasti kalau punya anak bakal jadi Primadona di semua tempat" tahun seorang santri lagi. namun yang dibicarakan Tak sedikitpun menoleh ke arah mereka.


" hahaha... ojo duwur-duwur lehmu mimpi, mengko nek ceblok loro( jangan tinggi-tinggi mimpimu nanti kalau terjatuh sakit)" santri Putra yang berkata pertama kali pun menjawab celotehan kawannya.


"Siapa tahu jodoh sama aku" Dengan pandangan mata yang tertuju ke arah Nada, para santri tersebut berkata dengan intonasi mengagumi ciptaan Tuhan yang menurut mereka begitu sempurna. Nada masih belum menoleh ke arah manapun kecuali memandang ke bawah karena merasa sungkan berjalan di depan para santri.

__ADS_1


"Pantesan aja cantik, orang tuanya aja kaya mereka" Gumam seseorang lagi.


"Assalamu'alaikum" Ucap Daffa, Hana dan Nada.


" Waalaikumsalam... Mama Papa nada.. kok kalian bisa bareng habis dari mana? " Arsyad yang sedang duduk di kursi tamu langsung bertanya ketika melihat Siapa yang datang. dan heranya ia melihat nada dan kedua orang tuanya berjalan bersama seolah baru mengunjungi suatu tempat.


" Papa sama Mama baru saja dari depan. kalau nada kamu tanya sendiri dari mana" ucap Dafa tak ingin berbohong kepada putranya.


" kayaknya lagi ke depan deh... tapi mereka jalan nggak tahu ke mana" jawab mereka kepada mamanya sambil terus memandang ke arah nada. seolah meminta jawaban dari pertanyaannya yang belum dia tahu.

__ADS_1


" cepat siap-siap kita harus ke depan. setelah isya akan dilaksanakan prosesi akad nikah Gus Zidane" suara data membuat pandangan resep yang sudah di tadi memandang ke arah nada berhenti. Dia segera menoleh ke arah Papannya lalu mengangguk. akhirnya mereka pun segera menuju ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap.


" kayaknya Papa sama Mama nyembunyiin sesuatu deh dari aku. aku harus cari tahu" Arsyad yang sedang duduk di atas tempat tidur mulai memikirkan apa yang sebenarnya orang tuanya sembunyikan. Iya segera keluar kamar dan duduk di sofa ruang tamu. baru saja mendaratkan pantatnya di atas sofa, Arsyad mendengar pintu kamar yang terbuka. Iya menoleh dan mencari tahu siapa yang keluar. Dan ternyata adalah nada. Dipandangnya Gadis itu tanpa berkedip. Dan akhirnya pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat mereka terdiam.


"Ehhhmmm... Nada... Kamu... Kamu mau kemana? " Tanya Arsyad dengan tergagap.


"Mau ke mushola mas, sebentar lagi mahgrib" Jawab Nada tanpa menoleh. Iya hanya sedikit melirik ke arah Arsyad yang terus memandang ke dirinya.


"Ini menuju waktu mahgrib masih lama lo Nad. Kamu mau sendirian disana? " Arsyad yang tanpa basa-basi lagi kembali berkata.

__ADS_1


"Ada yang mau saya adukan ke Allah" Singkat jawaban Nada sambil berjalan keluar dari rumah. Tanpa menghiraukan Arsyad yang sedikit bingung dengan ucapannya. Sedangkan Arsyad juga tak mmapu berkata-kata lagi. Iya hanya bisa memandang kepergian gadis pujaannya itu. Dan Nada yang telah berlalu hingga audah tak terlihat lagi. Membuat Arsyad masih terus memikirkannya. Hingga fikirannya masih terua berkelana padahal Nada sudah tak ada disana lagi. Hingga sebuah tepukan di pundak menyadarkannya dari sebuah lamunan.


__ADS_2