
"Nada... Ada hal yang ingin saya tanyakan sama kamu" Ucap Daffa kepada Nada setelah mereka berada di dalam mobil. Sontak Nada memandang ke arah Daffa dengan heran.
"Dengan saya? " Nada mengulangi pertanyaanya. Dan Daffa mengangguk untuk meyakinkan gadis pujaan hati sang putra.
"Ada apa ya pak? Apa saya berbuat salah? Atau ada tingkah laku atau ucapan yang tidak seharusnya saya lakukan? " Sebelum Daffa berkata Nada sudah mengajukan pertanyaan beruntun.
"Tidak sayang... Kamu tidak pernah berbuat salah kepada kami. Ada hal penting yang harus kita sampaikan ke kamu" Tutur Hana dengan lembut.
"Apa yang kamu fikirkan tentang Arsyad, putra kami? " Pertanyaan dari Daffa yang mempu membuat fikiran Nada melayang entah kemana.
"Maksud bapak sama ibu bagaimana? " Nada masih belum paham dengan alur percakapan ini.
" menurut kamu Arsyad itu bagaimana? " Hana mengulangi sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada gadis cantik di depannya.
__ADS_1
"Aa... Anu... Mas Arsyad ya..." Ucapan Nada terhenti seiring dengan tatapan mata Hana dan Daffa yang menanti jawaban apa yang akan mereka dengar nanti.
"Hmmm...? " Suara Daffa seakan bagai tali yang mengikat pita suara Nada. Tenggorokannya seakan tercekat dan sangat sulit untuk berkata.
"Anu, mas Arsyad orangnya baik" Nada menjawab dengan cepat. Iya juga tak ingin mengecewakan orang tua lelaki dewasa itu.
"Hanya baik kah? Maksud saya tampannya tidak? " Daffa sengaja berkata seperti itu.
"Iya.. Mas Arsyad juga tampan" Dengan senyum yang terukir di bibir, Nada menjawab pertanyaan Daffa.
" iya Iya tentunya... seseorang yang sepadan dengan dengan mas Arsyad" Hanya itu yang mampu nada ucapkan. setelahnya ia pun menunduk kan kepala.
" bisa kamu sebutkan Bagaimana ciri-cirinya wanita yang sepadan dengan Arsyad? " Sebuah pertanyaan yang begitu sulit untuk Nada.
__ADS_1
" maksud ibu sama bapak... Saya ngga paham" Nada yang bingung hanya bisa menjawab sedemikian rupa.
"Tolong jelaskan ciri-ciri wanita yang pantas bersanding dengan Arsyad. Karena saya juga sedang memilih seseorang yang pantas untuk mendampingi Putra saya" begitu Jawaban yang Daffa berikan.
" yang pasti, wanita yang sebanding yang pantas untuk mendampingi Mas Arsyad yaitu yang pertama yang seagama. terus tentang pendidikan. Bagaimana wanita tersebut memiliki akhlak yang baik dan dari keluarga yang baik-baik pula. Wanita yang menurut saya harus fleksibel bisa menerima kelebihan dan kekurangan dari Mas Arsyad" nada menjawab dengan sedikit ragu karena takut salah berbicara.
" Apa kamu punya pandangan, Siapa wanita yang pantas berdampingan dengan Arsyad? " Hana yang sejak tadi diam sambil mendengarkan suami dan gadis cantik itu berbicara kini ikut berkata.
" tidak..." Nada menjawab pelan dengan gelengan dikepalanya.
"Kalau misalnya saya sudah menemukan wanita itu, apakah kamu mau membantu kami untuk menyatukan Arsyad dengan wanita pilihan kita itu? " Dengan segera Nada mendongakkan kepalanya, iya langsung menatap ke arah Hana yang baru saja selesai berkata tanpa di komando.
"Kalau... Kalau saya bisa membantu, saya akan melakukan yang terbaik agar mas Arsyad menemukan pendamping yang terbaik tuan" Jawaban Nada membuat Daffa menatap istrinya. Terlihat Nada yang menunduk dengan jawaban begitu lirih. Daffa yang melihat ke arah belakang tersenyum mengetahui reaksi Nada.
__ADS_1
"Oke... Tidak lama lagi, saya akan meminta bantuanmu" Ucap Daffa tegas. Hana yang tahu maksud Daffa pun hanya bisa tersenyum. Sedangkan Nada masih menunduk. Karena hari sudah semakin sore, mereka pun kembali ke pesantren.