Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Larangan Arsyad


__ADS_3

~Nada~


"Jadi kapan kita akan berangkat kesana bang? " Tanya Nada kepada timnya. Namun seseorang yang masih berada diantara mereka segera menoleh, tatapan setajam belati yang iya tunjukkan kepada Nada membuat Hendra juga menatap satu-satunya gadis manis yang berada diantara mereka.


"Tidak... Kamu tidak boleh berangkat kesana. Kamu tidak boleh ikut" Ucap Arsyad tiba-tiba. Dan semua orang pun memandang ke arahnya.


"Ke... Kenapa. Apa yang salah? " Tanya Nada dengan heran.


"Terlalu berbahaya, dan kamu tidak seharusnya ikut kesana untuk turun tangan. Kamu perempuan, terlalu berbahaya" Arsyad berkata dengan suara pelan. Kini tuan Voltus tersenyum. Memandang ke arah lelaki dewasa di samping gadis SMK di sampingnya.


"Tapi..." Ucapan Nada terhenti saat Arsyad melayangkan protes dan tatapan tajamnya.


"Aku ngga mau kamu kenapa-kenapa" Ucap Arsyad tegas.


"Benar yang dikatakan tuan muda Nada. Kamu sudah banyak membantu. Jangan berangkat kesana" Ucap tuan Voltus.


"Kalau misalnya terjadi apa-apa dengan kalian semua, kita juga akan kehilangan aset terpenting sebagai penolong di negeri ini" Ucap tuan Voltus. Dirinya mengerti dengan keadaan Nada.


"Lagipula kamu juga masih sekolah. Kamu mau bolos? " Imbuh Arsyad. Semua lelaki dewasa di tempat itu memandang ke arah Arsyad dengan penuh tanda tanya.


"Ah iya, aku ngga akan ikut. Cukup memantau dari rumah saja" Jawab Nada. Iya tak mengerti mengapa bisa mendengarkan kata-kata Arsyad. Lelaki asing yang baru saja iya kenal.


"Karena semua sudah selesai, kita pamit ya Nad, kamu hati-hati dirumah" Ucap Hendra mencairkan suasana. Dan akhirnya semua mengangguk setuju untuk pulang.


"Aku juga pulang dulu ya" Ucap Arsyad. Iya pun melangkah keluar rumah Nada menyusul tuan Voltus dan ke tiga anak buah terbaiknya itu.

__ADS_1


"Tuan muda juga pulang" Tanya Vian.


"Apa kalian ingin dua orang yang bukan muhrim berada dalam satu rumah tanpa ada orang lain. Aku yakin setan akan terus mempengaruhiku" Jawab Arsyad tenang. Dia pun menekan remot kunci mobilnya lalu membukanya. Didalam mobil, Arsyad segera membuka kaca pintu mobil. Iya mengangguk dan tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan rumah Nada.


"Apa kamu mau bersaing dengan tuan muda yang sempurna itu? " Tanya Hendra kepada Vian saat mereka menatap kepergian Arsyad yang melajukan mobilnya.


"Bersaing dalam hal apa? " Tanya Vian. Iya tak mengerti dengan apa yang fikatakan temannya itu.


"Jangan terlalu dibawa perasaan yan, remuk sendiri nanti. Kita bukan lawan yang seimbang untuk tuan Arsyad" Ardi menepuk bahu Vian sambil berkata. Sontak hal tersebut membuat semuanya tertawa. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan kembali ke tempat masing-masing.


Sedangkan di dalam rumah. Nada memandang kepergian semua tamunya dengan menghela nafas lega. Pasalnya iya berfikir. Apakah terlalu percaya diri mengira jika Arsyad menaruh hati terhadapnya. Namun Nada menepis seluruh perasaan dihatinya. Iya tak ingin berharap lebih ketika nanti akhirnya hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


"Apa sih maksudnya mas Arsyad itu. Hubungan apa-apa ngga ada. Saudara bukan, adek bukan... Tapi... Dia bener-bener melarang aku untuk tidak berangkat menyelesaikan misi ini. Kan aneh. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dia" Gumam Nada sendiri sambil merapikan meja. Mengambil beberapa gelas kotor dan membawanya ke belakang untuk dicuci. Hari ini terasa sangat melelahkan. Namun sudah menjadi tugasnya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.


'Byur' Terasa segar saat air menyiram tubuhnya. Karena sudah malam, Nada tidak ongin berlama-lama fikamar mandi. Iya segera menyelesaikan mandinya. Setelah itu iya mengenakan pakaian tidur dan merangkak naik ke atas tempat tidur. Membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Tak lama setelah itu itu memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, iya tertidur dan damai dalam alam mimpi.


~Arsyad~


Mobil melaju menembus dinginnya malam. Iya berbelok menuju sebuah rumah mewah dan menghentikan mobilnya dihalaman. Seorang pengawal segera mendekat. Arsyad yang baru keluar dari mobil segera mengulurkan tanganya memberikan kunci mobil yang di pegangnya. Dengan sigap, pengawal tersebut menerima. Arsyad segera berjalan masuk kedalam rumah. Pengawal itu segera melajukan mobil menuju tempat parkir.


Di ruang tamu, Hana, Daffa Arsyida dan Haidar masih berada di sana. Arsyad merasa heran. Karena ini sudah hampir jam 22.00. Namun mereka semua masih ada disana. Arsyad pun berjalan mendekat dan duduk di kursi kosong disebelah Daffa.


"Kok tumben, ini sudah malam tapi belum pada istirahat" Tanya Arsyad sambil mendaratkan tubuhnya dan menyadarkan diri ke sofa.


"Belum ngantuk" Jawab Arsyida antusias. Hal tersebut membuat tiga orang selain Arsyad menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Tumben... Biasanya juga jam segini udah molor" Jawab Arsyad aantai sambil mengeluarkan ponselnya dari saku.


"Gimana syad... Sudah beres? " Tanya Hana.


"Alhamdulillah mah, tinggakm menunggu petugas yang diberangkatkan ke tempat tersebut. Nada benar-benar kompeten dan sangat bertanggung jawab dengan semua tugasnya" Jawab Arsyad tanpa menoleh. Iya fokus terhadap ponselnya.


"Dia salah satu aset negara Arsyad. Tidak heran kalau dia benar-benar kompeten dalam bidang itu" Daffa menyela.


"Iya pah, aku aja masih harus banyak belajar" Jawab Arsyad lagi.


"Udah sana... bersih-bersih. Terus makan. Belum makan kan? " Tanya Hana krpada putranya.


"Belum mah. Cuma ngemil aja tadi" Arsyad pun memasukkan ponselnya ke saku jas nya. Lalu berdiri.


"Aku ke kamar dulu ya mah, pah" Setelah berkata, Arsyad melangkah menuju ke kamarnya dilantai atas. Setelah Arsyad pergi. Haidar berbicara.


"Pah... Mah... Haidar pulang dulu ya. Ini sudah malam" Ucapnya. Keluarga Daffa mengangguk dan tersenyum. Akhirnya Haidar pulang.


Mohon maaf ya untuk semua readers. Author lama sekali vacum dan tidak menulis.


Author sakit dan harus opname. Dan alhamdulillah ini sudah pulih.


terimakasih untuk readers tercinta yang setia.


semoga selalu diberi nikmat oleh Tuhan. Aamii n

__ADS_1


__ADS_2