Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Gudang Rahasia


__ADS_3

Di tengah-tengah obrolan diantara Nada dan tim, Nada terlihat memikirkan sesuatu. Dia masih terpikirkan dengan ucapan Arsyad yang mengajaknya untuk menikah. Tiba-tiba suara Ardi menyadarkannya.


"Woi Neng ngelamun bae dari tadi. Ini kita mau bahas masalah apa yang sedang kita alami saat ini" Ardi menepuk pelan bahu Nada sambil berkata.


"Eh Iya bang maaf..." Nada pun meloncat kaget karena tepukan Ardi dibahunya. Iya pun kembali memperhatikan layar monitor yang sejak tadi berada di depannya.


"Jadi gimana Menurut kamu Nada? " Hendra menanyakan dan mereka saat ini sudah mulai serius.


"Hei tolong jelasin dulu permasalahannya dari awal. Nanti aku bakal bantu sebisanya" Nada pun Berkata sambil tersenyum.


"Jadi begini. Masalah yang pertama kita berada pada penggelontoran senjata ilegal. Yang kedua ada kasus pengiriman narkoba secara tersembunyi lewat jalur laut. Yang kesemuanya itu tidak memiliki izin sama sekali. Untuk kasus yang pertama kita lihat disini pada grafik. Mereka sudah beberapa kali berhasil dan belum terendus oleh aparat. Dan kali ini ada salah satu dari mereka yang tertangkap namun dia memilih bungkam daripada harus membuka rahasia di mana markas mereka. Hal ini sebenarnya sudah menjadi di incaran oleh pihak yang berwajib beberapa minggu yang lalu. Emang mereka belum bisa berbuat apa-apa. Ada beberapa pemasok senjata yang salah satunya dari perusahaan utama Group. Namun ini ada apa yang secara ilegal yang mencoba menembus pasar internasional. Kita harus mengurus hal ini karena ini benar-benar tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan. Takutnya nanti senjata itu akan disalahgunakan. Kita harus cepat-cepat membongkar di mana markas penyembunyian senjata itu dan juga siapa dalang di balik ini semua"


"Ada petunjuk enggak bang, meskipun cuma sedikit aja" Nada bertanya sambil memperhatikan setiap peta virtual yang berada di layar monitor.


"Ini... Di sebelah sini ini awalnya adalah markas atau gudang penyembunyian senjata ilegal itu. Namun karena sudah ada beberapa yang terungkap mereka memindahkannya lagi" Vian mencoba menjelaskan dengan menunjuk layar monitor.


"Ini di di mana" tanya nada karena ia belum mengetahui detail tempat tersebut.


"kampung selatan yang terletak sangat terpencil, yang berada di dekat Pelabuhan Bakaueni" Hendra pun menjawab.


"Sebentar Bang" Nada bangkit dari sofa lalu yang berjalan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


"Bang bisa bantuin aku nggak" Tak lama Nada kembali sambil mendorong sebuah meja beroda lengkap beserta dengan sebuah personal komputer. Hendra dan Ardi pun segera bangkit untuk menolong Nada. Setelah Ardi dan Hendra mendekat dan mengambil alih meja tersebut, Nada mengambil tablet yang berada di atasnya serta sebuah laptop.


"Taruh di sini aja Bang biar gampang nanti kita gunainnya" Nada menunjuk sebuah tempat kosong yang berada di sampingnya. Hendra dan Ardi pun meletakkan meja tersebut di tempat yang ditunjuk Nada. Setelah itu mereka duduk kembali. Nadapun mulai menyalakan personal komputer yang berada di sampingnya laptop serta tabletnya. Sambil menunggu laptop dan komputer nya menyala, Nada mengaktifkan tabletnya selalu mengotak-atik sesuatu di sana. Tim pun yang melihat Nada terlihat fokus, mereka hanya terdiam sambil menunggu hasil yang akan ditunjukkan oleh Nada. Terlihat juga tuan Voltus yang memperhatikan Nada dengan diam. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


~ Twin a ~


"Gimana... Nada mau? " Tanya Arsyida saat melihat Arsyad dengan buru-buru memasuki ruangannya.


"Nanti aja, panjang ceritanya" Arsyad menjawab sambil melepaskan jasnya. Iya pun duduk di kursi kebesarannya.


"Kamu gagal lagi? " Arsyida terus mengejar Arsyad dengan berbagai pertanyaan.


"Arsyad cepat meeting sebentar lagi akan dimulai" Daffa memandang kedatangan putra dan putrinya dari kejauhan. Iya berkata setelah mendekat.


"Gimana kamu bisa memimpin perusahaan kalau kamu tidak disiplin waktu seperti ini. Semua itu butuh proses" Daffa menasehati putranya.


"Maaf Pah, tadi Arsyad ada keperluan mendadak dan tidak bisa ditinggal" Arsyad menjawab dengan pelan sambil menundukkan kepalanya. Arsyida pun yang mendengar hanya terdiam. Setelah beberapa saat, klien pun datang dan meeting segera dimulai. Arsyad beserta Dafa memimpin rapat tersebut.


~Nada~


"Bang lokasinya ini sudah benar? " Tanya Nada kepada salah satu anggota timnya.

__ADS_1


"Sudah benar... Apa ada masalah?" Vian membenarkan.


"Sebentar sebentar... Ini ada beberapa titik Dimana ada sebuah penyimpanan rahasia. Gudang rahasia maksudnya. Entah apa yang disimpan di dalamnya. Tapi kayaknya ini... Yang ini bukan senjata tajam deh bang. Coba lihat... ini keterangan menjelaskan ada beberapa titik di sini, di sini dan di sini" Nada menunjuk ke tabletnya beberapa titik yang terdapat tanda merah. Hal itu menunjukkan jika di tempat tersebut ada sebuah benda yang disimpan.


"Tunggu tunggu... Kamu punya aplikasi ini dari mana? " Tanya Fian. Hal itu membuat semua orang yang berada di sana segera mendekat kearah Nada. Nada pun tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


"Ini aplikasi yang baru aku buat beberapa hari yang lalu. Aplikasi baru sih bang, tapi cukup akurat. Disini kita bisa tahu bagaimana cara aplikasi ini bekerja. Awalnya aku cuma iseng-iseng aja tapi alhamdulillah berhasil. Dan bisa digunakan hehehe" Nadapun menjelaskan tentang aplikasi yang baru saja dia buat.


"Kamu serius nada... Ini aplikasi yang kamu buat sendiri? " tanya Hendra. Nada pun tersenyum sambil mengangguk.


"Kapan sih kamu enggak pernah berhasil melakukan suatu hal? " Ucap Ardi sambil memandang kearah Nada yang sedang tersenyum.


"Abang bisa aja... Iseng-iseng aja sih bang kemarin tuh daripada nganggur" Nada menjawab dengan pelan.


"Iya... Terus ini gimana... Lanjut dong kita mau lihat. Kita harus bertindak cepat karena semua ini butuh penanganan. Mereka benar-benar mengedarkan senjata secara ilegal" Vian pun kembali memfokuskan pada pekerjaan mereka.


"Abang pakai komputer yang itu aja. Terus pakai laptop ini juga bisa. Udah aku install aplikasi ini, kita kerjasama buat mendeteksi semuanya. Kita cari tahu di mana letak semua itu, dan yang aku pikirkan ini. Kita udah menemukan lokasinya di sini ada beberapa titik yang harus kita kunjungi. Kalau bisa secepatnya aja kita ke sana" Nada menjelaskan.


"Nada... yang ini kamu bisa jelasin. Ada satu titik yang kita temukan lagi di sini. Yang ini dekat dengan pelabuhan. Jadi kita menemukan 4 titik yang kita anggap mencurigakan di sini" arDi yang memegang salah satu komputer menemukan satu titik dimana ada sebuah gudang rahasia.


"Oke kita harus berangkat ke sana sekarang juga nggak papa" Nadapun berkata dengan entengnya tanpa memandang ke arah timnya.

__ADS_1


"Kamu pikir kita mau rekreasi neng" Hendra pun menyahut. Dan hal tersebut membuat nada sontak menoleh ke arahnya.


__ADS_2