
~Keluarga Daffa~
Pagi ini Haidar menepati janjinya untuk menjemput kedua adik kembarnya yang akan menemani ke Korea. Saking bahagianya Haidar. Semalam iya sangat sulit untuk memejamkan mata. Dia baru bisa terlelap saat sudah pukul 1 dini hari. Saat adzan berkumandang, iya segera bangun dan bersiap. Iya berangkat ke rumah Daffa setelah semua kewajiban iya tunaikan. Karena ini pertama kalinya iya akan pergi bersama Arsyida dan Arsyad. Iya berinisiatif untuk berangkat lebih awal.
"Om, Tante.. Haidar berangkat dulu ya" Kata Haidar kepada Om dan tantenya.
"Hati-hati nak" Ucap Bela, tante dari Haidar. Setelah keluar dari rumah sakit jiwa bersamaan dengan Alisa dan Yuda. Sekarang Bela sudah berubah banyak. Iya tak lagi sibuk untuk menyingkirkan Haidar beserta keluarga angkatnya.
Sesampainya di rumah Daffa. Haidar segera turun dan masuk.
"Kakak datang" Ucap Arsyida saat melihat Haidar turun dari mobilnya. Saat Haidar memasuki rumah, iya disambut oleh Daffa dan yang lain.
"Assalamualaikum" Haidar melangkah masuk menuju ruang tamu. Dimana Daffa dan yang lain menunggu.
"Wa'alaikumsalam wr wb" Semua menjawab salam Haidar. Haidar segera mendekat dan duduk di samping Arsyad. Setelah berbasa-basi sebentar. Haidar mengajak Arsyida dan Arsyad berangkat.
Arsyida segera mendekat ke arah orang tuanya untuk berpamitan. Begitupun dengan Arsyad. Tak lupa Haidar yang mengikuti dari belakang. Mereka bertiga keluar rumah. Dan saat di teras, Daffa berpesan kepada Haidar.
"Haidar, jaga adik-adik kamu" Ucap Daffa.
"Insya Allah pah, Haidar bakal jaga mereka" Jawab Haidar.
"Hati-hati. Kalau sudah sampai disana jangan lupa kabarin ya nak" Hana berpesan kepada anak-anaknya. Setelah itu mereka berangkat menuju bandara dengan diantarkan seorang sopir. Ditengah jalan yang sangat macet, mobil yang ditumpangi oleh Haidar terjebak di antara kemacetan kota. Jam-jam sibuk seperti ini memang selalu memakan waktu banyak dalam menempuh perjalanan.
Ditengah kemacetan kota yang membuat bosan. arsyad memandang keluar jendela mobil. Iya memperhatikan sekeliling mobil. Tiba-tiba sebuah pengemudi sepeda motor matic dengan lincahnya mencari celah dan perlahan berhenti sejajar di samping Arsyad. Arsyad yang melihat pun memperhatikan gadis berseragam SMK milik papanya itu. Lalu pandangan Arsyad tertuju pada tas ransel gadis diatas sepeda motor itu. Terbuka. Iya pun akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu.
"Dek, itu tasnya kebuka. Nanti ada yang jatuh" Ucap Arsyad. Gadis manis nan ayu tersebut menoleh. Setelah paham apa yang dikatakan oleh Arsyad. Iya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Tiba-tiba Arsyida menyahut.
"Duh cantiknya bocah itu kaya aku ya" Ucap Arsyida.
__ADS_1
"Duh... PD nya dikurangin dikit ya neng. Ntar ngga sesuai kenyataan sakit lo" Sahut Arsyad. Arsyida melengos mendengar ucapan Arsyad. Haidar di yang duduk dikursi samping kemudi hanya tersenyum mendengar itu. Dengan jendela yang masih terbuka, Arsyad tetap memandang gadis itu. Tiba-tiba Gadis diatas sepeda motor itu menoleh. Arsyad yang tanpa sadar tersenyum kepada gadis itu. Setelahnya, pengemudi sepeda motor itu melaju karena ada sedikit celah. Arsyad tersadar dari lamunanya saat mendengar suara saudara kembarnya, dan juga tepukan dibahunya.
"Ganggu aja sih" Batin Arsyad kesal. Iya langsung menutup kaca mobil sambil memperhatikan kepergian gadis itu.
~Nada~
Setelah habis semua makanan yang iya makan. Nada segera membuang bungkusnya ke tempat sampah lalu kembali ke kursinya lagi. Menunggu hampir 30 menit namun guru mata pelajaran tak juga datang. Sedangkan anak-anak lain pun sudah pada sibuk dengan activitasnya masing-masing. Ada yang sibuk bermain ponsel. Ada yang bernyanyi bersama sekedar untuk membuang jenuh. Ada yang iseng kepada temannya. Dan yang dilakukan Nada adalah meletakkan kepalanya diatas bangku. Lalu memejamkan mata. Meskipun tidur, iya masih bisa mendegar semuanya. Tiba-tiba ada suara teman sekelasnya yang memanggil.
"An... Annisa. Bangun... Tidur bae lu neng" Ucap seorang teman bernama Reno. Nada mengangkat kepalanya lalu mengucek matanya.
"Kenapa? " Tanya Nada.
"Nanti... Sibuk ngga. Emmm... Maksud aku sepulang sekolah kamu ada kegiatan apa? " Tanya Reno.
"Apa yaa. Kayanya ngga sibuk Ren. Tapi sore aku harus ke Madrasah Diniah" Jawab Nada.
"Oh iya, ini tadi hari selasa yaa, lupa aku. Madin libur. Berarti ngga ada kegiatan Ren. Ada apa? " Nada berucap lagi.
"Lalu? " Nada belum paham maksud Reno.
"Kalau nanti sepulang sekolah aku minta kamu buat jelasin dan ngajarin aku bisa ngga? " Reno mengatakan maksudnya.
"Oalah... Bilang dari tadi dong Ren, bikin bingung aja" Jawab Nada.
"Jadi gimana... Kamu mau ngajarin aku? Nanti sepulang sekolah aku mampir dulu ke rumah kamu" Suara Reno terdengar girang.
"Boleh... Tapi bawa teman ya. Jangan sendirian" Nada mengangguk sambil menjawab.
"Yeeahh... Makasih Annisa. Si cantik kebanggan sekolah IT International" Reno langsung melenggang pergi. Nada menghela nafas dan menggeleng melihat tingkah temannya itu.
__ADS_1
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Para siswa berkemas untuk pulang. Nada pun juga sama. Iya segera keluar kelas. Tiba-tiba Reno memanggilnya.
"Annisa..." Panggil Reno sambil berjalan ke arah Nada. Nada membalikkan badan dan berhenti.
"Bareng dong" Ucap Reno setelah mendekat.
"Siapa temennya? " Tanya Nada.
"Tuh" Reno menunjuk beberapa anak dibelakangnya. 2 perempuan dan 1 lagi laki-laki. Nada memandang sebentar lalu mengangguk.
"Oke, ayo" Nada mengajak teman-temannya. Mereka mengendarai 3 sepeda motor.
Sesampainya mereka dirumah Nada. Nada segera menuju dapur. Mengambil beberapa botol air dingin dan beberapa camilan. Lalu membawanya keluar. Setelah berbincang-bincang sebentar, Nada mulai menjelaskan tentang apa yang diminta Reno tadi disekolah.
"Jadi gimana, udah paham? " Tanya Nada saat dia sudah menyelesaikan penjelasannya.
"Akhirnya gua ngerti juga. Baru kali ini nih dijelasin bisa langsung paham. Biasanya cengoh... Hahaha" Ucap seorang teman Nada bernama Azka. Sontak hal tersebut membuat tawa semua penghuni ruangan.
Saat sedang asik bercengkrama sambil ghibahin beberapa teman dan guru. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Nada. Teman-teman Nada pun merasa penasaran.
"Siapa itu sa? " Tanya Diah.
"Mana aku tahu. Orang salah alamat kali" Jawab Nada.
"Gila... mobilnya mewah Sa" Sahut temannya lagi.
"Mau nglamar Annisa kali. Secara kan Annisa cantik hahahaha" Canda seorang teman lagi yang langsung membuat tawa semuanya pecah. Lalu mereka menatap keluar. Terlihat pemilik mobil turun. Pasangan paruh baya. Mereka berjalan mendekati pintu. Karena melihat pintu rumah yang terbuka, Mereka mengucap salam.
"Assalamualaikum" Ucap seorang wanita paruh baya sambil membuka maskernya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam"Ucap Nada dan teman-temannya. Begitu masker wanita itu telah terbuka, Nada kaget melihat siapa yang datang. Nada segera berdiri dan mendekat ke arah Hana. Dia mengulurkan tangan dan menyalimi tangan Daffa dan Hana.