Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Bantuan Arsyad


__ADS_3

"Waalaikumsalam" Sambil membukakan pintu nada menjawab salam dari Arsyad. Iya pun tersenyum saat melihat Arsyad dan Arsyida berdiri di depan pintu sambil menatapnya.


"Sedang sibuk? " Arsyad tiba-tiba bertanya. A


Nadapun hanya menggelengkan kepala.


" Mari masuk" Nada mempersilahkan mereka berdua untuk segera masuk. Begitu mereka sudah sampai, mereka melihat Nada dan timnya yang sedang membersihkan meja makan.


"Kamu sedang ada tamu? " Arsyad bertanya.


"Aku lagi kerja mas" Nada menjawab dengan pelan sambil berjalan mendahului Arsyad yang menatapnya.


"Sibuk ya berarti" Arsyad bertanya kembali di belakang Nada.


"Tunggu ya mungkin sebentar lagi ini mau selesai" Nada berkata dengan sopan dan tersenyum. Dia memandang ke arah Arsyad yang sedang memperhatikannya.


"Duduk dulu kak. Sebentar ya aku tinggal" Nada kembali ke meja makan menghampiri timnya. Beberapa saat kemudian 4 orang yang sedang berada di rumahnya jika menemui Arsyad dan Arsyida.


"Selamat sore tuan muda dan nona muda" Sapa Tuan Voltus ketika sudah mendekat ke arah mereka.


"Tuan Voltus juga ada disini ternyata" Arsyad berdiri dan mengulurkan tangannya bersalaman dengan Tuan Voltus.


"Kebetulan tuan muda. Kami sedang ada pekerjaan yang darurat. Jadi kami mendatangi nada" jawab Tuan Voltus sambil duduk di samping Arsyad.


"Memangnya ada apa? Apakah ada hal penting yang benar-benar harus diselesaikan? " Arsyad yang penasaran pun terus bertanya.


"Ini tentang kasus penyelundupan senjata ilegal juga pengiriman narkoba yang hampir dua minggu terjadi di negara kita melalui jalur laut tuan muda. Dan baru bisa di ketahui oleh aparat. Namun mereka belum berani bertindak karena belum tahu caranya. Jadi ya tim kita harus berusaha keras untuk menghentikan itu semua" Tuan Voltus mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Berarti pengembalian barang yang kita kirim ke aparat pertahanan itu disebabkan karena ini? " Arsyida yang mulai paham pun bertanya.


"Tepat sekali nona" Tuan Voltus menjawab dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Arsyida.


" Lalu... Apa mereka masih sudah dalam pantauan? " Arsyad mulai ingin mengetahui semuanya.


" Untuk saat ini anggota tim kami sedang melakukan cara untuk membongkar semua ini. Tapi sepertinya cuma Nada yang bisa membantu kami untuk melumpuhkan sistem keamanan mereka terlebih dahulu. Dan yang menjadi masalah, kami tidak mungkin menyuruh Nada untuk datang ke kantor. Untung Nada memiliki semua yang kita butuhkan" Tuan Voltus menjelaskan. Arsyad memandang kearah Nada yang baru kembali dari dapur sambil membawa minuman untuk tamunya. Iya semakin kagum terhadap gadis cantik yang berada di depannya. Pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat. Namun cubitan arsyida di paha Arsyad membuatnya meringis dan sadar dari lamunannya.


"Mata dijaga mata... Dua mata kamu menatapnya dengan penuh keseriusan" Ucap Arsyida sambil memainkan ponselnya. Iya pun kembali fokus kepada ponselnya karena Arsyad sudah menunduk.


" Kalau kamu masih sibuk lanjutkan saja dulu pekerjaanmu" Arsyad berkata pelan di depan nada yang mau duduk di sofa sampingnya.


" Iya terima kasih mas atas pengertiannya. Biar saya menyelesaikan pekerjaan dulu" Nada pun bangkit setelah ia meletakkan minuman di meja depan Arsyad dan Arsyida. Iya berjalan menuju ketiga teman yang menjadi timnya.


" Sedang ada tamu nggak kamu temani dulu?" tanya Hendra.


hampir kurang lebih 30 menit, akhirnya nada berkata dengan serius.


"Bang kayaknya ini deh coba lihat..." Nada menunjukkan tabletnya kepada tim.


"Ini bukannya sistem keamanan dari sebuah kelompok mafia yang memang sering menjadi perusuh bagi negara" Vian pun mengatakan hal tersebut dengan keras. Tanpa sadar suarannya didengar oleh Arsyad.


"Maksud kamu geng Gagak hitam? " Arsyad yang mendengar ucapan Vian segera bangkit dari sofa dan mendekat.


"Tuan muda tahu keberadaan mereka? " Tanya Vian, hal tersebut menarik perhatian seluruh tim nya.


"Ya... Aku memang tahu. System keamanan mereka tidak muda untuk di retas. Tapi tenang saja, Hamba Allah yang berada ada diantara kalian ini akan dengan mudah menanganinya" Arsyad perlahan berjalan mendekat ke arah Nada dan tim nya. Iya terus memandang Nada dengan tatapan instens.

__ADS_1


"Tuan muda, kami tahu anda juga seorang yang ahli dalam hal ini. Biasakah anda membantu Nada untuk melakukan semua itu?" Tanya Hendra. Iya memeprhatikan mata Arsyad yang terus memandang ke arah Nada.


"Maksud kalian, saya harus bekerja sama dengan mas Arsyad untuk menghancurkan mereka? " Nada bingung dan akhirnya iya bertanya.


"Tepat sekali, tuan muda Utama ini juga seorang peretas terbaik seperti kamu Nad, kita bisa melawan geng gagak hitam. Ingat kata pepatah, bersatu kita teguh" Ardi berkata dengan penuh percaya diri.


"Baiklah... Sekiranya saya juga dibutuhkan, saya akan dengan senang hati membantu sebisa saya" Arsyad menjawab dengan tersenyum.


"Itu berarti, kesempatan untuk dekat dengan Nada akan semakin banyak pula" Batin Arsyad bergumam.


"Terima kasih atas ketersediaannya tuan muda" Tuan Voltus tiba-tiba datang dan berkata. Arsyad pun mengangguk dan tersenyum. Arsyad mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Tolong bawa kesini laptop dan tablet saya" ucap Arsyad ketika sambungan telepon sudah terhubung. Nada yang memandang pun menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Enak ya jadi orang kaya mau apa-apa tinggal bilang" Sontak ucapan Nada membuat semuanya menoleh dan tertawa.


"Nada Nada... Kamu itu ada-ada aja. Kamu kalau mau kayak gitu juga bisa" Ardi sengaja menggoda nada.


"Hehehe... Aku cuma bercanda aja kok" Nada pun tersenyum. Tak lama seorang lelaki paruh baya masuk dengan menenteng tas laptop beserta dengan tablet yang diinginkan oleh Arsyad.


"Ini tuan" sopir tersebut memberikan barang yang diminta Arsyad.


"Terima kasih kamu boleh kembali" Arsyad menerima tas itu dan segera membukanya. Iya menyalakan laptopnya. Setelah semuanya sudah siap, Arsyad segera melakukan sesuatu.


"Nona muda hamba Allah... Apa benar ini yang sedang anda incar?" Tanya Arsyad sambil menunjukkan tampilan di tablet yang ia pegang. Nada segera mendekat yang duduk di samping Arsyad. Disusul ketiga orang yang yang juga ikut memperhatikan layar monitor laptop dan tablet Arsyad. Mereka semua memperhatikan dengan detail.


"Masya Allah... Ini serius. Aku... aku nggak salah lihat kan. Nggak ada 10 menit Mas Arsyad pegang. Tapi sudah membuahkan hasil. Wah Kayaknya aku punya guru baru" Nada berkata dengan kagum.

__ADS_1


"Saya yakin, jika Nada dan Tuan Muda bekerja sama. hasilnya pasti akan lebih baik. Kita pasti akan dengan mudah mengungkap semuanya" Vian berkata Dengan nada bahagia. Ekspresinya benar-benar berubah. Kali ini seluruh kerja keras yang dilakukan tim tidak akan memakan waktu lama karena sudah ada pakar hacker yang terbaik. Yaitu Nada dan Arsyad yang akan menjadi tim penyelamat.


__ADS_2