Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Kepanikan Arsyad


__ADS_3

Tersadar dari diamnya, Arsyad menyadari kepergian Nada. Pandangannya segera menyapu seluruh taman untuk mencari sosok gadis yang tadi bersamanya. Namun sia-sia. Hasilnya nihil. Nada telah pergi entah kemana. Iya terus berusaha mencari namun tak terlihat juga.


"Bodohnya aku, kenapa biarin Nada pergi sih" Gumam Arsyad dengan berlalu melangkah menuju ke mobilnya.


"Siapa tahu Nada menunggu di mobil." Fikir Arsyad. Beberapa langkah tak jauh dari mobilnya, Arsyad tak melihat Nada.


"Pasti Nada pulang" Sambil mengeluarkan ponsel dari saku, Arsyad mencoba menghubungi Nada.


'tuut tut tuuutt tuuut' Namun panggilannya tak terjawab, sekali lagi Arsyad menghubungi, namun sama saja.


"Kesana saja lah." Arsyad langsung melajukan mobilnya menuju rumah Nada.


Menembuh hiruk pikuk keramaian kota, Arsyad merasa tak sabar untuk segera sambil dirumah gadis itu.


"Kenapa jalanan macet banget sih" Arsyad bergumam sendiri di dalam kekesalanya. Akhirnya, setelah sekian lama berjibaku dengan ramainya jalanan, Arsyad sudah sampai didepan rumah Nada.


'Tok tok tok' Tangan Arsyad mulai mengetuk pinturumah Nada.


"Nada, Assalamu'alaikum" Arsyad mengucapkan salam. Tak ada jawaban sama sekali. Hingga sudah 3 kali Arsyad mengulanginya. Namun tetap tak ada jawaban. Lelaki dewasa itu pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nada. Namun kali ini malah tak aktif.


"Nunggu aja dulu ya, mungkin lagi keluar atau bagaimana" Batjn Arsyad. Dia pun memutuskan untuk menunggu dan duduk di dalam mobil saja.

__ADS_1


"Hampir 1 jam, kok ngga ada ya" Gumam Arsyad. Tiba-tiba, ponsel yang dipegangnya berdering. Menampilkan nama sang mama di layarnya. Dengan cepat Arsyad mengambilnya lalu menjawab telepon tersebut.


"Iya ma, assalamu'alaikum" Ucap Arsyad dengan menempelkan ponsel yang dipegangnya ke daun telinga.


"Kamu dimana nak?" tanya Hana.


"Anu ma, ini masih di jalan" Arsyad tak berani berkata jujur jika iya sedang menunggu Nada. Namun iya juga tak berbohong karena saat ini dia benar-benar berada di jalan di depan rumah Nada.


"Bisa kamu datang ke tempat ini" Tanya Nada.


"Dimana ma? " Arsyad pun kembali bertanya.


"Mama sharlok ya nak. Jangan lama-lama, mama sama mama nunggu disini" Ucap Hana. Setelah itu panggilan pun berakhir.


'Nad, aku sudah nunggu lebih dari sejam di depan rumah mu. Tapi kamu ngga ada. Aku harap kamu ngga marah dengan ajakan nikahku. Aku harap kamu masih mau berteman denganku' tulis Arsyad dalam sebuah aplikasi chat dan langsung mengirimkan kepada Nada. Setelahnya iya melajukan mobilnya menemui sang mama.


Di sisi lain, terlihat Nada sedang menggandeng seorang bocah kecil berusia sekitar 5 atau 6 tahunan. Anak itu menangis dan terlihat mata sembabnya. Awal mulanya, saat turun untuk membeli sesuatu di sebuah supermarket, Nada melihat anak kecil itu menangis sambil memanggil-manggil papanya. Tak ada seorang pun yang peduli. Terlihat anak itu semakin menangis tersedu-sedu. Nada yang melihat pun menjadi iba.


"Adek, kenapa nangis? Kamu sama siapa? " Tanya Nada sambil mendekat. Awalnya anak itu terlihat takut karena Nada adalah orang asing. Namung lambat laun Nada meyakinkan jika dia bukan orang jahat.


"Papa aku dimana? " Tanya anak itu tiba-tiba.

__ADS_1


"Kamu sama papa kamu? " Nada bingung harus menanggapi bagaimana. Akhirnya terlontar pertanyaan itu.


"Iya, tadi aku kesini sama papa sama temennya, tapi papa tadi berhenti nerima telpon, aku pikir ngga akan pergi. Tapi pas balik lagi papa udah ngga ada, temen papa juga ngga ada. Mobilnya juga ngga ada" Jawab gadis kecil itu khas anak kecil.


"Kita cari dulu ya, yuk kakak temenin" Nada mengulurkan tangannya, dan anak itupun menerimanya. Mereka mulai berjalan mengitari tempat parkir.


Hampir seluruh lahan parkir dan luasnya supermarket mereka telusuri, namun hasilnya nihil.


"Adek... udah ya jangan nangis. Kita cari papanya dulu" Ucap Nada.


"Tapi aku ngga tahu dimana papa kak" Anak itu berkata dengan isak tangis dan sesekali mengusap ingus di hidungnya.


"Kita kerumah kakak dulu ya. Adek tenang dulu disini. Nanti kakak bantu cari" Nada tetap berusaha membujuk gadis kecil itu. Dan akhirnya gadis itu mengangguk. Mungkin sudah terlalu lama mengangis, iya merasa lelah. Tak punya pilihan lain, iya pun ikut Nada.


"Kak... Kakak siapa? kakak bukan orang jahat kan? " Saat berada di dalam sebuah taxi online, Nada mendengar gadis kecil itu bertanya. Iya pun tersenyum sambil memnadang kearah gadis yang memandang dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Perlahan Nada mengangkat tangannya dan menyentuh kedua pundak anak itu.


"Kamu lihat kakak seperti orang jahat? " Tanya Nada dengan sangat ramah sambil tersenyum. Dan gadis kecil itu menggelengkan kepalanya. Nada tersenyum kembali.


"Percaya sama kakak ya, nanti kamu pasti ketemu sama papa kamu. Sekarang kita istirahat dulu dirumah kakak. Setelah kamu ganti baju, kita istirahat karena ini sudah malam, setelah itu terus kita nyari papa kamu lagi. Kamu ngga capek nangis terus? " Nada berkata dengan lemah lembut.


"Iya, terimakasih kak" Jawab anak itu polos.

__ADS_1


"Nama kamu siapa? " tanya Nada lagi.


"Aku jasselyn kak. Biasa dipanggil elyn" Jawabnya. Nada mengangguk sambil memberikan sebotol minuman kepada anak itu. Iyapun menerimanya dan langsung meminumnya. Mobil yang mereka tumpangi terus melaju menuju rumah Nada.


__ADS_2