Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Done


__ADS_3

Di kantor, Haidar tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Lagi-lagi ucapan Arsyida terngiang di kepalanya. Dan saat ini, dirinya sedang menghubungi Arsyida yang sedang keluar bersama saudara kembarnya. Namun karena tidak dijawab. Iya pun semakin resah. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Haidar bergegas menyusul Arsyida di rumah nada.


"Kita langsung pulang tuan? " tanya sopir yang mengendarai mobil Haidar.


"Kita ke rumah Nada... Nyusul Arsyida" Haidar Berkata sambil memperhatikan ponsel.


"Baik Tuan" Iya segera mengemudikan mobilnya.


~Arsyad & Nada~


Arsyad dan Nada duduk bersebelahan di sebuah kursi. Mereka bekerja sama untuk bisa meruntuhkan sistem pertahanan dari lawan. Tanpa memandang ke samping Arsyad fokus ke layar monitor yang berada di depannya. Iya menggunakan sebuah Mouse di laptopnya. Begitupun dengan Nada. Di saat yang sama saat Arsyad ingin memegang mouse, tangan Nada berada di dekat Mouse. Tanpa sengaja Arsyad pun meletakkan tangannya di atas tangga Nada. Saat akan menggerakkan dia merasa kesulitan. Nada yang merasa tangannya di pegang Arsyad, segera memandang ke samping. Melihat tangannya yang digenggam oleh Arsyad. Spontan ia langsung menarik sambil memandang Arsyad yang tersenyum.


" Maaf... Ternyata salah meletakkan tangan" Arsyad pun tersenyum dan memandang Nada dengan raut wajah yang bahagia. Memperhatikan Nada yang terus menunduk karena merasa malu. Tanpa menjawab apapun Nada lanjutkan pekerjaannya. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat tidak seperti biasanya. Nada pun mencoba menutupi kegugupannya dengan bersikap biasa saja. Namun dengan diam-diam ia melirik kearah Arsyad. Dan disaat itu pula Arsyad sedang melirik dirinya. Dan begitulah selanjutnya yang terjadi, lirikkan mereka bertemu di saat yang sangat tepat.


"Kenapa...?" Bisik Arsyad yang mencondongkan kepalanya ke dekat telinga Nada. Nada pun semakin merona dengan apa yang dilakukan Arsyad kepadanya. Kini jarak wajah diantara keduanya sangatlah dekat. Dengan cepat Nada memundurkan tubuhnya menjauhi wajah Arsyad yang sangat dekat dengannya. Arsyad pun kembali duduk tegak seperti semula. Ia tersenyum melihat tingkah Nada yang sangat menggemaskan dengan pipi merahnya karena malu. Mereka berdua pun melanjutkan apa yang harus mereka kerjakan.


"Mas ini sudah berhasil..." Panggil Nada dengan suara pelan. Arsyad kembali menoleh dan mendekat. Saat sudah berdiri ia meletakkan kan tangannya di sisi kanan dan kiri Nada. Entah apa yang terjadi dengan jantung Nada. Rasanya Iya habis lari maraton 10 km. Iya menjadi tidak fokus dengan apa yang ditunjukkan kepada Arsyad.


"Yeah... Ini benar-benar sudah selesai Nada. kamu benar-benar berhasil melockdown seluruh sistem yang mereka miliki. Tinggal kita menguncinya secara permanen" Arsyad Berkata sambil menggerakkan mouse di depannya. Hal itu membuatnya sedikit lebih menunduk. Dan hal tersebut juga membuat Nada semakin tak karuan.


"Duh... kenapa sih nih kok deg-degan kayak gini" batin Nada sambil terus membungkuk berniat untuk menjauhi Arsyad. Arsyad sebenarnya tahu apa yang sedang dipikirkan nada. Pandangannya menjadi tidak fokus ke layar monitor. Dia malah menatap wajah Nada yang terlihat semakin memerah. Dalam hati ia merasa sangat bahagia karena gadis yang dia impikan selama ini berada di depannya, bahkan tanpa jarak.

__ADS_1


"Nanti mentok ke meja lo kalau terus menjauh" Bisik Arsyad ditelinga Nada. Setelahnya ia kembali berdiri tegak. Ditatapnya Nada yang semakin menundukkan kepala. Arsyad menarik kursi supaya lebih dekat dengan kursi Nada. Tujuannya adalah supaya mudah dalam melihat monitor laptop di hadapan Nada.


"Jadi ini seperti ini loh... Kamu Klik yang ini terus kita masukkan kata kunci untuk mengunci sistem secara permanen" Arsyad memberitahu Nada. Dia merasa sangat senang berada di dekat Nada yang sedang gemetar. Senyum terus mengembang di bibir Arsyad.


Dari kejauhan, Arsyida memperhatikan saudara kembarnya. Namun di saat akan berdiri, lengannya dipegang oleh seseorang. Dan di saat ia menoleh ternyata Haidar sudah berada di belakangnya.


"Kakak..." Perkataan Arsyida membuat semua menoleh ke arahnya, termasuk Arsyad dan nada. Arsyad perlahan menjauh dari samping ada dengan menggeser kursinya. Tidak ada yang memperhatikan mereka berdua karena semuanya tengah sibuk dan fokus dengan pekerjaan masing-masing. Namun lain halnya dengan Arsyida. Iya sebenarnya ingin menarik Arsyad supaya tidak terlalu dekat dengan Nada. Namun ia mengurungkan niatnya karena Arsyad terlihat sangat bahagia.


" Di sini rupanya. Kenapa nggak ikut kakakmu?" Haidar pun berkata.


" Arsyad lagi sibuk Kak. Bantuin timnya Nada. kakak lihat aja ke sana" Persija Berkata sambil menunjuk ke arah Arsyad dan Nada.


" Ini benar-benar sudah selesai tuan muda? " Fian Berkata sambil memeriksa semuanya.


" Cek aja... Nanti kalau misalnya ada sesuatu yang kurang, kita bakal selesaikan lagi" Arsyad memberitahu. Tuan Voltus dan yang lain segera memeriksa.


" Kita tunggu dalam waktu 1 jam kedepan. Pasti berita tentang Gagak Hitam akan segera muncul" Arsyad penuh dengan percaya diri berkata.


" Ada masalah apa? " Haidar yang belum tahu pun segera mendekat dan bertanya.


" Kakak ngapain kesini?" Arsyad bukannya menjawab malah berjalan menuju ke sofa.

__ADS_1


"Nyusul calon istri lah" jawab Haidar.


" Ada masalah apa... Kenapa mereka ada di sini? " belum sempat pertanyaan Haidar terjawab, semua tim telah berkumpul di sofa ruang tamu.


" Bukannya tuan ini putra sulung dari keluarga utama? " tanya Tuan Voltus. Dia pun mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Haidar.


" Iya... Tepat sekali" jawab Haidar sambil membalas uluran tangan tuan Voltus. Dengan segera yang lain pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Tuan Voltus.


" Ada masalah apa ini Tuan Voltus? " Haidar pun langsung bertanya.


"Biasa tuan muda... Masalah negara yang tidak pernah ada habisnya" jawab Tuan Voltus sambil tersenyum.


" Kasus penyelundupan senjata secara ilegal. dan pengiriman narkoba secara besar-besaran" jawab tuan Voltus sebelum Haidar kembali bertanya.


"Oh iya ya... Saya baru ingat. Jadi ini adalah salah satu penyebab pengembalian barang di perusahaan utama" telepon langsung mengatakan.


" Ya seperti itulah tuan. Karena sesuatu yang seperti itu akan berdampak sangat besar untuk negara kita. Hal ini yang membuat perekonomian juga bisa menyusut. Termasuk yang dialami oleh utama Group" Tuan Voltus menjelaskan.


"Yang menyelundupkan mendapatkan untung banyak. Tapi di sisi lain banyak pihak yang dirugikan karena hal tersebut" Haidar pun ikut berkata.


"Sebentar lagi masalah ini akan selesai. Karena kita memiliki dua aset negara yang tidak ternilai harganya. Tuan muda Arsyad dan Nada. Mereka berdua benar-benar seseorang yang mampu diandalkan dalam masalah ini tuan muda. Dan Nada adalah seseorang yang sangat istimewa di sini. Walaupun identitasnya tidak banyak yang mengetahui" Tuan Voltus pun berkata sambil memuji.

__ADS_1


__ADS_2