
Nada yang melihat siapa laki-laki di depan rumahnya langsung mengucek matanya untuk beberapa kali. Memastikan jika yang datang benar-benar Arsyad.
"Ngapain malam-malam kesini? " Gumam Nada dalam pandangan masih tertuju ke Arsyad. Tak lama setelahnya, pandanganya mengikuti langkah kaki lelaki yang kini berada tepat di depannya. Hanya terhalang pintu.
"Ketuk ya, kalau ganggu bagaimana..." Arsyad ragu ingin mengetuk pintu atau tidak. Padahal di balik pintu itu terdapat seseorang yang iya cari tanpa sepengetahuannya. Tangan Arsyad sudah melayang di udara bersiap untuk mengetuk. Namun sekali lagi iya mengurungkannya.
"Semoga ponselnya sudah aktif" Sambil berkata Arsyad mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Nada. Tak ada tanda panggilan terhubung.
"Nada... Susah banget sih dapetin kamu" Gumam Arsyad dalam hati.
"Ketuk sajalah" Arsyad berdiri dan menghadap ke arah pintu.
Sedangkan di balik pintu, Nada sudah mengumpulkan seluruh kesadarannya. Dengan segera membuka pintu. Iya merasa kedatangan Arsyad membuatnya tak enak hati untuk tidak menemuinya. Namun saat yang bertepatan dengan pintu dibuka, tangan Arsyad melayang untuk mengetuk.
"Aduh..." Teriak Nada saat mukanya terkena ketukan tangan Arsyad tanpa di sengaja.
"Nada... Nada aku ngga sengaja. Maaf maaf" Ucap Arsyad panik ketika itu. Karena terlalu panik, iya memegang tangan Nada lalu membukanya. Seketika itu juga, Arsyad menatap mata Nada yang memerah. Pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat. Nada dan Arsyad sama-sama terpaku memanjang pahatan Tuhan yang begitu sempurna.
__ADS_1
"Ehh... ngga apa-apa mas" Setelah tersadar apa yang dipandangnya, Nada segera menunduk.
"Mata kamu merah, perlu kita ke rumah sakit? " Arsyad masih merasa bersalah.
"Ini tu ngga apa-apa. Soalnya aku baru bangun tidur" Jawab Nada pelan.
"Kirain kena tangan aku Nad" Arsyad tersenyum. Tatapan matanya berubah, seakan kebahagiaan datang berhembus ke jiwanya.
"Ada apa? " Tanya Nada tanpa basa-basi.
"Ini sudah malam. Di luar saja ya. Ngga enak sama orang lain" Nada berkata dengan ragu. Bukan tanpa sebab, hal itu dikarenakan iya tak ingin disangka buruk oleh orang-orang di sekitarnya.
"Iya, duduk sini saja" Arsyad melangkah mengayunkan kaki ke arah kursi teras. Namun, saat akan meletakkan tubuhnya, terdengar suara anak kecil memanggil Nada. Iya pun kembali bangkit dan melihat anak siapa yang memanggil calon istrinya.
"Kak Nada" Ellyn memanggil dengan pelan. nada pun menengok gadis kecil di belakangnya. Arsyad yang mendengar itu pun kembali mendekati nada. iya merasa pernah mendengar suara anak itu.
"Jasellyn? " Arsyad memanggil nama Ellyn setelah melihat siapa anak kecil itu.
__ADS_1
" Om Arsyad" suara jawaban dari Ellyn sangat mengejutkan nada.
" Mas Arsyad kenal sama dia? " tanya nada dengan suara terheran.
" ini kan anaknya rekan bisnis papa" jawab Arsyad.
" Alhamdulillah akhirnya..." ucap nada, apa yang diucapkan oleh nada membuat Arsyad terkejut.
"Memangnya kenapa? Dan kenapa Jasellyn bisa ada sama kamu? " Tanya Arsyad. Lalu Nada pun menceritakan awal mula bagaimana iya bisa bertemu dengan Ellyn.
"Om Arsyad, tolong anterin Ellyn pulang ya. Papa pasti nyariin" Pinta Ellyn kepada Arsyad. Nada dan Arsyad yang mendengar itupun merasa iba. Akhirnya tanpa menunggu lama, Iya mengangguk.
"Apa biar om hubungi papa kamu saja? " Tanya Arsyad. Dan seketika itu juga, Ellyn mengangguk.
Jam menunjukkan pukul 10.19 malam. Sebuah mobil berhenti dan parkir di depan rumah Nada. Seketika setelah pemiliknya turun, Ellyn segera berlari memeluk papanya. Satu lagi orang yang membuat Nada terkejut. Seorang laki-laki remaja seusianya yang baru saja keluar dari mobil.
"Kamu? " Ucap Nada dan remaja itu bersamaan.
__ADS_1