Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Sakitnya Sang Kakek


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit Arsyad celingukan mencari orang tuanya. Bagaimana tidak, mereka hanya mengirimkan lokasi tanpa jelas ada keperluan apa di tempat yang dianggap mengerikan itu bagi sebagian orang. Detik berikutnya, ponselnya bergetar lalu terdengar nada dering sebuah panggilan. Arsyad segera merogoh sakunya untuk mengambil ponsel tersebut. Terlihat nama papanya dilayar benda pipih yang kini dipegangnya. Dengan segera Arsyad mengangkatnya.


"Halo pah... Siapa yang sakit pah? " tanya Arsyad saat panggilan sudah terhubung.


"Kamu cepat ke ruang Asyifa nomor 3. Papa disini" Ucap Daffa. Seketika panggilan diputuskan sepihak oleh Arsyad. Iya pun belari kearah dimana orang tuanya berada.


Dengan kecepatan yanh sedang, Arsyad mempercepat ayunan langkah kakinya. Begitu terlihat pintu diruangan Arsyifa, iya segera memutar knop pintu dan segera membukanya. Terlihat seluruh keluarganya berkumpul disana. Arsyad segera berlari mendekat.


"Siapa yang sakit? " Sambil menyuruh Arsyi sedikit menggeser tubuhnya agar tak menghalangi penglihatan Arsyad ke ranjang rumah sakit. Begitu Arsyi geser, terlihat seorang lelaki tua yang sangat Arsyad kenal berbaring disana. Tanpa ada yang berkata sepatah katapun.


"Kakek... Kakek kenapa? " Tanya Arsyad sambil emmegang tangan lemah kakek Wira.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak ditanya. Kakek butuh istirahat" Daffa mengatakan kepada Arsyad.


"Biarkan kakek istirahat dulu. Kita ke sofa sana saja pah" Haidar menunjuk sebuah sofa diruangan itu. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Arsyad pun segera ke sofa. Dengan tatapan penuh tanda tanya, Arsyad mengintrogasi seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Kenapa... Apa yang terjadi. Kenapa kakek tiba-tiba ada disini. Tadi pas aku pulang ngga ada apa-apa? " Arsyad memberondong pertanyaan.


"Dengerin dulu" Arsyi pun mengatakan. Suasana terasa tegang karena memang belum ada yang mengatakan apapun lagi.


"Bukannya tadi baik-baik aja kak. Kenapa bisa kaya gini? " Arsyad pun masih belum mengerti.


"Tadi selepas kamu pergi sama Nada, Kakek bilang merasa badannya terasa sakit. Kakak berinisiatif untuk membawa kakek ke kamar supaya istirahat. Karena ngga mau ganggu kakek yang sedang istirahat, kami keluar. Ngga lama kami keluar, kakek manggil lagi. Ternyata kakek muntah. Habis itu terlihat pucat pasi, tiba-tiba kakek pingsan. langsung aja sama kak Haidar dibawa kesini" Arsyi menjelaskan.

__ADS_1


"Kata dokter kenapa? " Arsyad bertanya dengan penasaran.


"Kakek terlalu banyak meminum cairan yang menyebabkan sarafnya tidak bekerja secara maksimal, dengan kata lain cairan itu membuat syaraf kakek semakin lemah" Penjelasan Arsyi mampu membuat Arsyad melotot karena tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Kita tahu siapa yang harus ditanya. Tapi kita harus mengumpulkan bukti dulu supaya lebih mudah" Ucap Daffa tiba-tiba. Mendengar itu semua orang menoleh kearahnya.


"Perawatnya kemana? " Arsyad bertanya sambil menatap kakak angkatnya, Haidar.


"Kan iya kerja cuma siang aja. Malamnya tetap kita yang jaga. Sama 1 art" Haidar menjawab.


"Oke... Kita cari tahu dan kumpulkan semua bukti. Untuk sementara waktu biarkan kakek disini. Setelah benar-benar pulih, bawa saja ke rumah utama. Dan satu lagi, ganti perawat yang selama ini menjaga kakek. Bila perlu kita cari saja orangbya sendiri. Untuk memastikan siapa mereka yang pernah merawat kakek yang ikut andil dalam hal ini" Arsyad pun berkata.

__ADS_1


"Sementara aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan" Ucap Arsyad lagi. Dan diaaat itu juga, pintu terbuka dari luar. Menampilkan sepasang kekasih yang masuk. Beberapa saat kemudian, mereka membatu menatap siapa saja yang berada di dalam ruangan itu.


__ADS_2