
Si gadis kecil sedang mematung menatap pintu rumah Nada yang telah terbuka. Nada masuk terlebih dahulu meletakkan tas yang dibawanya. Terasa lelah sekaligus mengantuk yang iya rasakan. Saat menoleh ke belakang, ternyata anak itu belum juga masuk. Terpaksa Nada melangkahkan kakinya keluar kembali. Terlihat Jasselyn yang sedang berdiri.
"Ellyn... Ayo masuk" Panggil Nada yang melihat Ellyn hanya terdiam.
"Iya kak. Ngga apa kan aku masuk kak? " Ellyn masih bertanya dengan wajah yang terlihat sungkan.
"Ellyn mau di luar aja? " Nada ganti bertanya dengan wajah tersenyum. Iya pun meraih tangan Ellyn lalu menyeratnya untuk segera masuk.
"Mandi dulu ya dek. Kakak ambil handuknya" Sambil meninggalkan gadis kecil itu didepan pintu kamar mandi. Tak lama kemudian iya kembali lagi dengan membawa handuk berwarna biru.
"Bisakan mandi sendiri? " Nada mengulangi pertanyaannya. Dan Ellyn segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Nada bergegas masuk ke kamar, iya segera mencari ponselnya yang mati di dalam tas. Setelah ketemu iya pun menghubungkan dengan colokan charger. Terlihat ponsel yang mulai menyala, Nada dengan perlahan meletakkannya di atas meja. Sambil menunggu Ellyn yang terdengar menyiramkan air.
"Gimana aku nyariin keluarga Ellyn ya. Belum tahu apa-apa" Gumam Nada yang mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tanpa disadari, perlahan matanya terpejam, rasa lelah menyelimuti seluruh tubuhnya.
'Ceklek' terdengar suara pintu terbuka. Ellyn telah selesai mandi. Iya melangkah keluar kamar mandi mendekati Nada. Namun tak ada pergerakan sama sekali dari gadis cantik di depannya.
"Kasihan kak Nada, pasti kakak capek tadi nemenin Ellyn nyariin papa. Ellyn ngga bakal ganggu ah. Biar aja kakak cantik istirahat" Gumam Ellyn dalam hati. Iya segera berjalan menuju ke sofa dikamar Nada. Merasa bingung karena tak memiliki baju untuk dikenakan. Akhirnya, Ellyn kembali berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah keluar iya telah mengenakan pakaiannya kembali. Sambil duduk di sofa, Ellyn menunggui Nada yang tertidur pulas. Tiba-tiba rasa kantuk pun menyerangnya. Tak lama kemudian, 2 gadis itu tertidur lelap.
Sedangkan di rumah sakit. Semua mata tertuju pada 2 orang yang baru saja hadir.
"Tetap tenang. Jangan menunjukkan sikap panik" Jawabnya dengan pelan hampir tak terdengar. Akhirnya mereka melangkah mendekat ke arah tempat tidur dimana kakek wira berada.
__ADS_1
"Pa, bagaimana bisa seperti ini? " Tanya lelaki paruh baya dengan muka tegangnya. Semua orang terdiam dan membuang muka mendengar itu semua.
"Aku baik-baik saja. Lebih baik kalian urus saja urusan kalian, atau urus saja perusahaan. Disini sudah banyak yang menemani.
"Mohon maaf kepada tuan Daffa sekeluarga. Saya merepotkan kalian lagi" Ucap om Haidar.
"Tidak masalah ruan. Selama kami bisa. Kami sudah menganggap tuan Wira sebagai orang tua kami sendiri" Jawab Daffa dengan senyum ramahnya.
"Saya mau istirahat" Ucap kakek Wira dengan suara dinginnya. Dan hal tersebut mampu membuat om dan tante Haidar menoleh karena terkejut.
"Mungkin kakek memang butuh istirahat cukup. Bagaimana kalau kita keluar saja dulu" Tiba-tiba Arsyad menyela. Iya tahu jika kakek Wira merasa tidak nyaman dengan kehadiran anak dan mrnantunya itu.
__ADS_1
"Biar aku disini saja menemani kakek" Haidar pun berkata.
"Oke.. Kita keluar sekarang" Akhirnya mereka semua meninggalkan kakek Wira dan Haidar Diruangan itu.