Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Prayoga


__ADS_3

Keluarga Daffa


Keesokan harinya, di sebuah ruangan yang terlihat luas, nyaman dan begitu bersih. Hana dan Arsyad duduk menghadap pada sebuah layar monitor. Sedangkan Daffa duduk bersama dengan Haidar dan Paryoga. Yang sebelumnya, Daffa sudah mencari tahu tentang sosok Prayoga ini. Bagaimana kehidupannya, bagaimana keluarganya serta bagaimana karirnya.


"Prayoga..." Panggil Daffa dengan pandangan yang begitu tajam.


"Ii... Iya tuan Daffa" Sahut lelaki itu dengan terbata-bata.


"Katakan dan jelaskan semuanya! Tanpa ada perkataan yang kamu kurangi ataupun kamu tambahi" Daffa masih menatap tajam ke arah Paryoga.


"Tentang kasus ini... Saya tidak tahu apa sebenarnya motif nona Alisa tuan. Jujur... Saya hanya menjalankan tugas dari nona Alisa" Prayoga menjawab dengan suara takut hingga terdengar sedikit gemetar.


"Apa kamu bisa menyuruh Alisa untuk menemuimu? " Prayoga tersentak hingga iya menatap ke arah Daffa yang baru saja selesai berkata.


"Apa alasan saya tuan. Sedangkan nona Alisa meminta agar saya tidak menghubunginya. Agar semua rencananya tidak berantakan" Jawab prayoga.


"Seperti itu ya... Kalau begitu, kamu jawab dengan jujur semua pertanyaan saya" Daffa kembali berkata dengan dingin, membuat si Prayoga kembali gemetaran karena takut.


"Jika saya tahu akan saya jawab tuan" Balasnya dengan pandangan lurus ke bawah.

__ADS_1


"Apa benar dia adalah Alisa pemilik perusahaan Karya Buana? " Kali ini Daffa berkata dengan tenang.


"Benar tuan, dia adalah nona Alisa pemilik Karya Buana" Jawab Prayoga. Terlihat Daffa yang tadi tenang kini menggertakkan giginya serta tangannya mengepal hingga terlihat urat berwarna biru.


"Kalau begitu, kembalilah ke rumahmu. Jangan pernah menampakkan dirimu dikota ini lagi. Kalau memang Alisa sudah mengetahui tentang keluargamu, pindahlah ke kota lain agar dia tak bisa menemukanmu. Dan satu lagi, dibayar berapa kamu oleh Alisa? " Daffa bertanya kembali.


"Baik tuan, jika memang itu adalah yang terbaik untuk saya dan keluarga saya. Dan ini, uang yang sudah nona Alisa berikan ke saya. Saya baru mengambil beberapa juta untuk kebutuhan" Prayoga menjawab sambil mengeluarkan uang gepokan.


"Saya tidak perlu uang itu. Gunakanlah untuk keperluanmu setelah pergi dari sini" Jawab Daffa terdengar sangat berwibawa.


"Semua ini jumlahnya lebih dari 300 juta tuan" Sambung Prayoga kembali.


" dan ini ada sedikit tambahan Selama kamu belum mendapatkan pekerjaan. kamu gunakan untuk modal usaha atau modal hidup terlebih dahulu" dapat memberikan beberapa uang berwarna merah bergambar Soekarno Hatta kepada Prayoga.


" tidak perlu tuan... anda sudah memberikan saya kesempatan kedua dan menyelamatkan keluarga saya saja, saya sangat berterima kasih. Janganlah tuan memberikan uang itu lagi. saya tidak bisa menerimanya. sudah cukup semuanya menjadi pelajaran untuk hidup saya. Saya berjanji akan menjadi orang yang lebih baik dan akan selalu mengingat pesan Tuan Daffa sekeluarga. setelah masalah ini selesai saya akan pergi dari sini dan tidak akan kembali lagi" Prayoga menunduk dengan air mata yang menetes membasahi pipinya. baru dengar suaranya yang serak menahan agar air mata itu tidak terjatuh lebih banyak lagi.


" setelah kamu memberikan informasi tentang siapa Alisa yang menyuruh kamu. aku merasa lebih mudah untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu, Pergilah dengan membawa tambahan uang ini untuk keperluan kamu selama kamu belum bekerja. hidup di tempat baru tidaklah mudah. Aku akan menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkan siapapun termasuk kamu" Daffa memberikan wejangan kepada Prayoga. tak ada yang bisa diucapkan oleh Prayoga, Dia bangkit lalu bersujud di bawah kaki Daffa. namun dapat dengan sikap memegang kedua bahu Prayoga.


" Jangan pernah merendahkan dirimu di hadapan manusia. Hanya Tuhan yang patut untuk kau sembah. aku bukan siapa-siapa, berdirilah ! " ucapan Daffa semakin membuat Prayoga menyesal atas apa yang telah Ia perbuat. setelahnya ia mengangguk menyanggupi apa yang Daffa ucapkan untuknya.

__ADS_1


" ingat!!! Jangan pernah Mengulangi kesalahan yang sama. karena kerbau tak akan pernah mau masuk ke lubang yang sama" sekali lagi dapat berkata dengan bijaksana.


" Sekarang pergilah dan ajaklah Semua keluargamu" ucapan Daffa mampu mengiris hati Prayoga yang merasa sangat menyesal.


" Terima kasih banyak tuan... Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan Tuan Daffa sekeluarga" ucapan Terima kasih Prayoga hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Daffa.


" Pergilah... pintu ada di sebelah sana" Daffa menunjukan pintu keluar. Dan akhirnya orang tersebut berjalan keluar dengan senyuman.


Setelah kepergian Prayoga, Daffa menghubungi seseorang.


"Pastikan dia aman sampai kerumahnya" Ucap Daffa disaat panggilan sudah tersambung.


"Baik tuan, kami akan memastikan keselamatan lelaki itu" Jawab penerima dari seberang telepon.


"Setelah dia pergi, segera kabari aku. Patikan Alisa tidak tahu menahu tentang hal ini. Aku dan anak-anak sudah berjanji akan menjamin keselamatanya" Imbuh Daffa.


"Baik tuan. Akan kami lakukan dengan sebaik mungkin. Tuan Daffa jangan khawatir" Jawabnya kagi.


"Oke, terimakasih" tanpa menunggu jawaban, Daffa memutuskan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


"Kita tunggu hingga Prayoga pergi dulu. Jangan sampai dia menjadi korban dari kekejaman Alisa" Setelah duduk Daffa berkata kepada anak dan istrinya.


__ADS_2