Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Sebuah undangan


__ADS_3

" Ini apa...? " seakan tak mempercayai apa yang berada di dalam amplop itu, Nada kembali bertanya kepada Abah dan Umi.


" Ini... undangan dari Zidan. Kalau kamu ada waktu datang ya Nduk. Kita nunggu kamu" Umi nafi menjelaskan Undangan apa itu. Sebuah senyuman yang ia paksakan, Nada berusaha membuat air matanya kembali agar tidak menetes di hadapan orang yang selama ini dianggap orang tuanya sendiri.


" Insya Allah Umi, kalau tidak bertepatan dengan hari ujian, Nada usahakan bisa datang ke sana" jawab Nada. Dia pun menunduk Sambil memandangi undangan pernikahan atas nama Zidan dan seorang wanita bernama Nazwa. Nada tak ingin terlalu menunjukkan kekecewaan yang disebabkan oleh harapannya sendiri. Iya bersikap biasa saja di hadapan abah Ayub dan Umi Nafi. Akhirnya mereka ngobrol disiang yang panas ini.


Pov Arsyad


di depan sebuah kantor utama grup, Arsyad mempercepat langkah kakinya untuk segera sampai ke ruangan ayahnya. tak ingin menyia-nyiakan waktu, Iya segera memencet tombol lift Yang tertera di depannya dan segera masuk begitu pintu lift terbuka. tak membutuhkan waktu lama, Arsyad telah sampai di lantai di mana tempat ayahnya berada.

__ADS_1


" ayo ayo Kak cepat..." Dengan tidak sabar Arsyad menarik tangan Haidar tanpa menoleh sedikitpun.


" Ayo dong Kak Buruan lama banget jalannya" ucap Arsyad saat langkah kaki Haidar terasa sangat lama. Namun tangan tersebut ditarik kembali. Arsyad yang merasa penasaran pun menoleh ke belakang. Dan ia mendapati, tangan yang ia tarik bukanlah tangannya Haidar. melainkan tangan seorang wanita cantik yang berpakaian seksi. Tak lama, terlihat Haidar berjalan dengan sedikit santai dan sampai di belakang wanita tersebut. Sambil senyum-senyum memandang ke arah Arsyad.


" Mohon maaf ternyata saya salah orang" dengan rasa malu bercampur kesal terhadap Haidar yang meledeknya, Arsyad memohon maaf kepada wanita tersebut.


" Oh tidak apa-apa tuan muda. Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan saya" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah anak dari salah satu rekan bisnis utama Group. Arsyad pun mengangguk. Setelah Wanita itu pergi dan sudah dipastikan jika dia tidak akan mendengar obrolan Haidar dan juga Arsyad. Haidar tertawa terbahak-bahak.


"Dia siapa sih kak? Belum pernah lihat sebelumnya" Arsyad bertanya dengan suara lirih. Dan Haidar yang tak tahu pun hanya mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng, menandakan jika iya tidak tahu tentang wanita tersebut. Dengan segera mereka berdua berjalan menuju ke ruangan Daffa. Tepat didepan pintu masuk, Kedua sekertaris Daffa menyapa dua lelaki tampan itu.

__ADS_1


di dalam ruangan Daffa yang terlihat sangat nyaman, Arsyad segera masuk dan duduk di sofa. Ternyata, papanya itu sedang ada tamu.


"Mohon maaf, saya tidak tahu jika sedang ada tamu. Saya akan menunggu" Ucap Arsyad sopan. Begitupun dengan Haidar. Keduanya otomatis kembali keluar. Begitu akan membuka pintu, ternyata pintu sudah terbuka terlebih dahulu dari luar. Dan datanglah seorang wanita. Yang tak lain adalah wanita yang baru saja ditarik tangannya oleh Arsyad.


"Mohon maaf" Wanita tersebut tersenyum dan memandang ke arah Arsyad serta Haidar. Yang dipandang hanya menundukkan kepalanya menatap ke lantai. Setelahnya mereka berdua langsung keluar begitu senyuman sudah terbalas.


Pov Nada.


Mobil yang ditumpangi Abah Ayub dan Umi Nafi sudah siap untuk berangkat. Dua orang paruh baya tersebut telah duduk di kursi penumpang.

__ADS_1


"Abah, umi, hati-hati" Nada berkata dengan melambaikan tangannya.


"Abah tunggu ya di Ponorogo" Abah Ayub berkata sekali lagi. Dan akhirnya mereka pun benar-benar telah kembali meninggalkan Nada sendiri ditemani oleh sepi. Setelah mobil itu perlahan melaju meninggalkan kediaman gadis cantik bernama Nada ini, Nada terus memandangnya hingga tak terlihat lagi. Dengan lesu Nada berjalan masuk ke rumahnya. Begitu sampai di dalam rumah, Nada meraih sebuah undangan pernikahan atas nama Gus Zidan dan Ning Nazwa. Membawanya masuk kedalam kamar.


__ADS_2