
Beberapa hari berlalu sejak Nada mengunjungi kantor pusat bersama timnya. Dua hari lagi adalah hari di mana Gus Zidan dan Neng Najwa melakukan Janji Suci. Nada yang memang telah libur semester 1 berusaha untuk mengunjungi undangan untuk menghormati abah Ayub dan Umi Nafi. Hari ini ia akan berangkat menuju ke bandara.
" Apa aja ya yang perlu dibawa? " gumam Nada dalam kesendiriannya.
" Aku kan nggak pernah ke tempat orang hajatan. Apa ya yang perlu dipersiapkan? " Nada masih bingung dan bertanya pada dirinya sendiri.
" Apa aku tanya aja sama Ibu Hana? " Nada pun mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan di aplikasi hijau. Setelah selesai Ia pun mengirimkan pesan yang ia ketik tadi.
'ting ting ting' Sebuah notifikasi terdengar tanda pesan masuk. Nada dengan cepat mengambil ponselnya lalu membukanya. Dilihatnya pesan balasan dari Hana.
'Persiapkan dirimu secantik mungkin. Dan yang pasti jangan lupa membawa amplop yang berisi uang untuk kondangan' pesan balasan yang dibaca oleh Nada membuatnya tersenyum. Tak menyangka jika Ibu Hana juga bisa bercanda.
' Terima kasih Bu untuk infonya' balas ada sambil tersenyum lalu ia mengeklik tombol kirim.
'Memangnya mau kondangan ke mana? " Hana kembali mengirimkan pesan kepada nada.
' Mau ke Ponorogo tempatnya Abah Ayub dan Umi Nafi' balas Nada dengan cepat.
' lalu Dengan siapa kamu ke sana? ' Hana sepertinya masih penasaran dan terus bertanya.
' Sendiri Bu, sekalian ingin sowan ke tempat abah sekalian ingin tahu keadaan Ponorogo yang saat ini' balas Nada kembali.
' Kapan berangkatnya? Kalau begitu kamu hati-hati ya' Hana masih mengirimkan pesan kepada nada.
__ADS_1
' Insya Allah besok' pesan Nada begitu singkat.
' Naik apa ke sana? ' pertanyaan Hana membuat nada mengerutkan keningnya.
' Insya Allah naik pesawat' setelah mengirim pesan nada meninggalkan hp-nya di atas kasur.
Lama berkutat mempersiapkan apa yang yang akan dibawa olehnya besok, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Tak banyak yang Nada bawa. beberapa baju untuk ganti, peralatan make up serta amplop yang telah Ia persiapkan.
" Kira-kira segini udah cukuplah, nanti di sana nginepnya di hotel. Biar tidak merepotkan orang-orang yang ada di pesantren" gumam Nada Seraya merebahkan dirinya di atas kasur. Sebelum memejamkan matanya, Nada memeriksa ponsel. Namun tak ada balasan dari Hana.
Fajar menyongsong hari baru, kumandang adzan menggema di seluruh penjuru kota. Sayup-sayup terdengar alarm yang Nada untuk pagi ini. Nada segera bangun dari tidurnya lalu membaca doa. Setelah itu ia pun menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit pun berlalu. Nada telah selesai mandi dan mengambil wudhu. sekarang ia bersiap-siap untuk melaksanakan kewajiban salat subuh.
" cuma ada telur, sama sawi hijau. ah buat nasi goreng aja lah" sambil berkata nada mengambil telur dan sawi hijau yang berada di dalam kulkas.
" sarapan nasi goreng mumpung ini masih setengah lima. habis itu berangkat" uang nada sendirian sambil membawa telur dan sawinya. Ia pun segera memulai untuk menggoreng nasi. tak ada 10 menit nasi itu pun telah selesai dibuatnya.
sambil duduk di kursi, melahap nasi gorengnya. terlihat sangat enak dan menggiurkan. Tak Butuh waktu lama, tak ada 15 menit nasi goreng itu pun telah ludes tak tersisa satupun. Nada segera bangkit dan kembali ke dapur untuk mencuci piring kotornya. setelahnya dia kembali ke kamar. Duduk sambil memeriksa apa yang akan dibawanya hari ini.
" tablet, ponsel, laptop, sama baju semuanya sudah masuk. Oh ya dompet" dia berkurang sambil mengecek satu persatu barang yang akan dibawanya.
" Bismillahirohmanirohim..." saat Mengunci pintu nada pun juga di kursi yang berada di teras rumahnya. Iya memesan sebuah taksi online untuk mengantarkannya ke bandara. menunggu Tak ada setengah jam, Adapun melihat sebuah mobil berwarna silver berhenti di depan rumahnya. ya segera bangkit dan menyeret sebuah koper yang akan dibawanya.
__ADS_1
" Neng Anisa ya? " seseorang yang keluar dari mobil tersebut menghampiri nada.
" Iya Pak bener" jawab nada dengan senyumnya.
" Mari Neng saya bantu" sopir taksi online tersebut pun mengambil koper yang dibawa nada lalu meletakkannya dibatasi belakang. setelah dipastikan tidak akan terjatuh ia menutup pintu bagasinya. terlihat nada juga membuka pintu belakang mobil tersebut. sopir pun segera masuk ke kursi kemudi.
" tujuannya sesuai aplikasi ya Neng? " tanya sang sopir saat melajukan mobilnya dengan perlahan.
" Iya Pak sesuai aplikasi" jawab nada sambil membenarkan masker yang ia pakai.
" baik Neng kita berangkat sekarang" sang sopir pun menganggap dan menambah kecepatan mobilnya. tak ada percakapan di antara keduanya karena nada memilih untuk memainkan ponselnya. sedangkan Sam sopir tidak berani bertanya.
hampir 2 jam Setelah menembus jalanan di kota, kini Nada sudah berada di Bandara Soekarno Hatta.
" sudah sampai Neng" setelah sopir taksi tersebut memberitahu nada Ia pun menghentikan mobilnya dan bergegas turun. setelahnya ia membuka bagasi belakang dan mengambil koper milik nada.
" terima kasih ya Pak" Ucap nada sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah. tapi ada tersebut pun mengambilnya lalu menghitung.
" Neng Ini kebanyakan Neng..." ucap sopir tersebut Seraya mengembalikan uang yang telah nada berikan.
" ambil saja Pak... Terima kasih sudah membantu saya" Nadapun menolak untuk menerima uang tersebut. setelahnya ia menarik kopernya menuju ke dalam bandara. dilihatnya waktu yang sudah hampir mendekati waktu terbang. nada dengan cepat bergegas menuju ruang tunggu. setelah check in Ia pun duduk diantara banyaknya penumpang yang juga ingin terbang ke tujuan masing-masing.
hampir 20 menit menunggu, akhirnya pemberitahuan untuk pesawat yang akan dinaikin nada sudah diumumkan. nada segera bangkit dan berjalan menuju ke dalam pesawat. Setibanya di dalam pesawat Ia pun mencari berada di sheet mana tempatnya duduk. dilihatnya nomor yang berada di dalam tiket online yang kini dipegangnya. setelah diperhatikannya baik-baik ternyata nomornya berada di kursi nomor 17. dia pun segera menuju ke kursi tersebut. dan ternyata, karena sudah berada seorang pemuda laki-laki. yang mengenakan hoodie berwarna abu-abu dan menutup kepalanya dengan hoodie tersebut. lelaki tersebut juga mengenakan kacamata hitam dan masker berwarna hitam pula. nada pun berbicara meminta izin untuk lewat secara sopan.
__ADS_1
" mohon maaf Kak, tempat duduk saya berada di sana. Saya mau lewat terlebih dahulu" dengan lemah lembut nada mengatakan maksudnya. lelaki tersebut tak menjawab dan ia hanya langsung berdiri mempersilahkan nada untuk duduk. setelah nada duduk Ia pun kembali duduk. dan dalam beberapa menit Pesawat akan Lepas Landas menuju ke bandara Juanda, Surabaya.