
"Mas Arsyad ngga mau pulang? Ini sudah malam lo" Ucapan Nada membuat Arsyad tersenyum.
"Nanti dulu ya... Masih ingin menepis rindu" Ucapan Arsyad. Seketika wajah Nada terlihat menunduk.
"Mas... Ini sudah malam" Nada memberanikan diri untuk berkata.
"Makasih ya. Kamu sudah ngga marah sama aku. Makasih juga kamu sudah menolong Jasellyn. Dia itu anak dari sahabat aku" Nada mengangkat kepalanya untuk bisa menatap Arsyad. Dan mencoba mencari kebenaran dari apa yang lelaki di depannya katakan.
"Iya, serius... Reno itu sahabat aku dari SMK. Lulus sekolah, dia langsung menikah karena di jodohkan. Tanpa cinta rumah tangganya hanya bertahan sekitar 3 tahun. Setelah itu dia memilih untuk mengakhiri semuanya" Arsyad menceritakan sedikit tentang Reno.
"Makanya... Aku berharap cintamu tumbuh seiring dengan kehadiranku. Aku sungguh mencintaimu" Ucap Arsyad. Setelahnya iya melangkah mrnuju halaman. Membuka pintu mobil. Namun tak lama iya kembali lagi.
"Makasih yaa... Jaga hatimu untuk aku ya selalu menunggumu. Aku pulang dulu. Hati-hatilah dan jaga dirimu" Arsyad berpamitan. Iya segera melangkah kembali menuju ke mobil. Nada hanya tersenyum dan memandang kepergian Arsyad tanpa menjawab sepatah katapun.
__ADS_1
"Masuklah... Aku ngga akan pergi kalau kamu belum masuk" Dari balik pintu pagar besi dihalaman rumah Nada, Arsyad berkata. Nada pun mengangguk. Setelah menguncoh pintu pagar itu, iya berjalan masuk ke rumahnya. Setelah menutup pintu, iya mengintip dari jendela. Tiba-tiba senyum terukir di bibirnya.
'Tin tin' Suara klakson mobil Arsyad membuatnya kembali memperhatikan depan. Dengan perlahan Arsyad pergi meninggalkan Nada setelah memastikan Nada masuk dan mengunci pintunya.
"Arsyad -Arsyad... Kita lihat aja sampai mana usahamu itu" Nada bergumam sendiri. Iya segera menuju ke kamarnya. Mengambil handuk lalu mandi.
Pintu kamar mandi terbuka. Nada sudah rapi mengenakan baju tidurnya. Segera diambilnya ponsel yang masih terhubung dengan charger. Setelah menyalakannya, ponsel itu langsung berdering.
"Arsyad... Ngapain sih telpon" Gumam Nada.
"Halo" Nada berkata terlebih dahulu.
"Belum tidur? " Tanya Arsyad.
__ADS_1
"Ini baru mau tidur" Jawab Nada singkat.
"Ya sudah... Ini sudah malam. Selamat istirahat" Ucap Arsyad dari seberang telepon.
"Oke" Setelah itu Nada mematikan panggilan secara sepihak. Dan entah apa yang iya rasakan. Hatinya berdesir. Dan apa yang membuatnya seperti itu iya tak tahu.
Sedangkan di dalam mobil. Arsyad tersenyum puas melihat sikap Nada. Iya berfikir bahwa kesempatan masih ada untuk mendapatkan Nada.
"Terimakasih ya Allah. Engkau yang maha membolak-balikkan hati. Semoga Engkau merestui niat baik hamba ini" Arsyad bergumam dalam hati dengan tersenyum sambil mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, Arsyad telah sampai di rumah sakit tempat dimana kakek Wira menunggu. Setelah memarkirkan mobilnya, iya segera menyusuri lorong rumah sakit untuk dapat menuju ke ruangan kakek Wira.
'Buk' Namun saat dalam perjalanan di lorong rumah sakit, seseorang yang sedang berlari menabraknya dengan keras. Hingga keduanya pun terjatuh. Karena buru-buru, ponsel mereka pun tertukar. Tanpa mengatakan sepatah katapun, orang tersebut mengambil salah satu dari ponselnya lalh pergi meninggalkan Arsyad yang masih dalam posisi terjatuh.
__ADS_1
"Eh mas, jangan seenaknya dong" Teriak Arsyad kepada orang yang menabraknya tadi. Namun tak dihiraukan. Akhirnya iya pun bangkit sambil mengambil ponselnya yang terjatuh. Tanpa mereka sadari jika ponselnya telah tertukar.