
" mau ke mana? " sebuah pertanyaan yang membuat nada tersenyum kepada lelaki yang berada di sampingnya.
" mau ke Surabaya Kak" jawab nada Ia pun kembali memperhatikan ponselnya.
" sendirian aja? " lelaki muda di samping nada masih bertanya.
" ada temennya, tapi beda sheet" jawab nada. tiba-tiba ponselnya berdering ada sebuah notifikasi pesan masuk. dibukanya pesan tersebut, dan ternyata arsyadlah yang mengiriminya pesan.
" Apaan sih mas Arsyad. Kenapa dia bisa tahu kalau aku ada di sini. dari manakah ia dapat fotoku yang lagi duduk di sini" nada bergumam dalam hatinya. menoleh ke kiri dan depan serta belakang. Perhatikan dengan seksama Siapa orang yang telah mengambil foto dirinya. dan sekali lagi ponselnya berdering.
" nyari siapa? " sebuah pesan yang membuat nada terkejut.
" Mas Arsyad di mana sih. Kok ngerti kalau aku ada di sini? " balas nada. dan Adapun memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah ia mengaktifkan mode pesawat karena pesawat terbang akan segera lepas landas. setelah itu Iya memandang keluar jendela. diperhatikannya awan-awan yang bergumpal.
" nada..." dalam diamnya terdengar seseorang memanggil namanya. dan ternyata lelaki yang berada di sampingnya tersebut mengetahui jika namanya adalah nada. Adapun dengan perlahan menoleh dan memperhatikan lelaki muda tersebut dengan detail.
__ADS_1
" Maaf Kakak siapa ya? " tanya nada dengan perlahan. dan dengan perlahan pula lelaki di samping nada membuka topi hoodie yang dia gunakan untuk menutup kepalanya. selanjutnya kacamata yang ia lepas. dan terakhir adalah masker yang iya turunkan. nada terkejut Setengah Mati melihat Siapa yang berada di sampingnya saat ini.
" Mas Arsyad? " serasa tak percaya apa yang sedang dialaminya saat ini. nada menepuk-nepuk pipinya sendiri.
" nada cukup... ini emang aku" suara Arsyad yang berada di sampingnya membuat nada kembali tersadar.
" aku yakin ini bukan kebetulan" ucap nada setelah ia tahu jika itu benar-benar Arsyad.
" nggak ada yang nggak mungkin kan kalau kita mau berusaha" archard pun tersenyum sambil memandang nada yang kini berada benar-benar dekat di sampingnya.
" Mas nggak aneh-aneh kan? " tanya nada dengan suara gugupnya.
" apaan sih..." nada segera menyingkirkan jari Arsyad yang berada di bibirnya.
" aku memang sengaja meluangkan waktu untuk menemani kamu ke Surabaya, eh keliru... ke Ponorogo maksudnya" Arsyad berkata dengan tenang sambil mengenakan kembali maskernya.
__ADS_1
" Mas jangan bercanda ya... kita bukan muhrim Jadi aku harap Mas Arsyad bisa ngerti. kita cuma berdua Dan itu akan memberi peluang kepada setan untuk menggoda kita" nada pun berkata panjang lebar. dan Arsyad terlihat tersenyum.
" Siapa yang bilang kita cuma berdua. tuh lihat di belakang. belakangnya lagi. sama dua orang yang ada di kursi paling belakang itu juga. jadi jangan pernah berharap kita untuk bisa berduaan" setelah Arsyad selesai berkata, Adapun menoleh ke belakang. perhatikannya Siapa orang-orang yang dimaksud oleh Arsyad. tak menyangka dan tak menduga, ternyata di belakang kursi yang nada duduki, ada Hana dan juga Daffa. di belakangnya lagi ada Haidar dan juga arsida. dan yang dimaksud oleh Arsyad di kursi paling belakang adalah dua orang pengawal yang selama ini menjaga nada yang ditugaskan oleh negara. nada membulatkan matanya dan membuka mulutnya secara tidak sengaja karena merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
" kok bisa mereka semua ada di sini" ucap nada gugup sambil duduk kembali.
" Apa sih yang nggak bisa kita lakukan nada" Arsyad tersenyum sambil memandang ke samping memperhatikan gadis cantik di sampingnya itu.
" udah kalian berdua kenapa sih sejak tadi ribut" suara Hana membuat nada terdiam.
" Hehe nggak bu terima kasih..." ada kembali duduk dan menghadap ke depan sesuai dengan kursinya. sedangkan orang-orang yang mengenal dirinya di belakang tersenyum. menganggap nada adalah seorang gadis yang sangat lucu.
sekitar 1 jam lebih perjalanan pesawat yang ditumpangi oleh nada dan keluarga Dafa pun mendarat dengan selamat di Bandara Juanda Surabaya. nada yang baru akan turun dicegah oleh Hana.
" nada... sini barengan sama kita" ucapan Hana terlihat sangat peduli kepada nada. akhirnya mereka pun berjalan turun bersama dari pesawat. namun sebelumnya nada sudah bersalaman dan mencium punggung tangan Hana serta arsida.
__ADS_1
" kamu tadi bawa apa nak" tanya Hana.
" bawa koper satu" hanya Itu jawaban yang nada berikan. akhirnya mereka semua menunggu di dalam mobil yang menjemputnya. dan koper yang mereka bawa diambilkan oleh pengawal.