Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Prank Kemarahan Tuan Voltus


__ADS_3

" Bisa kalian jelaskan. Kenapa sampai bisa sistem kita kebobolan seperti ini" Tuan Voltus yang duduk di kursinya memulai pembicaraan setelah waktu kerja dimulai.


" Kalian tahu kan jika kalian itu dibayar oleh negara untuk melindungi negara ini supaya tidak pernah kebobolan. Tapi kenapa kali ini kalian melakukan sebuah kesalahan? " Tuan Voltus yang bertanya seakan-akan menguliti mereka berempat. keempat orang dalam 1 tim tersebut masih belum menjawab.


" Jujur saja kami masih bingung siapa yang telah berhasil mengobrak-abrik tatanan sistem yang telah kita buat tuan" jawab Fian pelan-pelan takut salah.


" Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk tetap menjaga sistem tetap aman dan kondusif tuan. Tapi ini memang kesalahan kita karena kita sedikit lalai dan sampai ada seseorang yang berhasil membobolnya" Hendra menambahkan.


" Kalian tahu, hampir saja data orang-orang kepercayaan kita diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Apa jadinya kalau hal itu benar-benar terjadi" tuan Voltus masih ingin mengetahui bagaimana mereka berempat mampu memberikan jawaban yang memuaskan.


" Kalau sampai hal itu terjadi, maka Tuan Voltus juga akan tidak dipercaya lagi oleh negara ini" dengan tiba-tiba Nada menjawab tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Jawaban Nada mampu membuat Fian, Ardi dan Hendra menatapnya dengan tajam. Tak luput juga dengan ekspresi tuan Voltus. Terlihat Tuan Voltus yang tadi terlihat dingin dan berwibawa, Kini ekspresinya berubah seakan menahan sesuatu.


" Maksud kamu apa Nada. Apa kamu mau menyalahkan saya yang tidak tahu menahu tentang hal ini" ucapan Tuan Voltus terdengar berbeda dari sebelumnya.


" Kalau sampai ada orang yang bisa membobol keamanan sistem kita, berarti itu semua adalah tanggung jawab kita berlima. Bukan hanya kita berempat tuan. Kalau seandainya kita sampai bocor ke orang yang tidak bertanggung jawab, Itu berarti orang pertama yang harus diselidiki adalah tuan Voltus. Bagaimana bisa? Karena Tuan Voltus adalah orang yang paling bertanggung jawab di atas kita. Sedangkan kita hanyalah bawahan" ucapan Nada mampu membungkam ketiga orang yang berada di sampingnya. Mereka Tak habis pikir jika Nada akan berkata sedemikian rupa.


" Lalu Kenapa kalian tidak bekerja lebih keras lagi? " pertanyaan Tuan Voltus membuat keempat orang yang ada di depannya itu merasa tak dihargai.

__ADS_1


" Apa Tuan tahu kalau kita tidak bekerja keras? " tanya Nada kembali.


" Buktinya kalian gagal menjaga sistem kita tetap baik-baik saja" balas Tuan Voltus. Ketiga lelaki dewasa yang berada di samping Nada berusaha untuk membuat Nada diam, Namun mereka belum juga berhasil.


" Kalau kita belum berhasil, berarti Tuan Voltus harus turun tangan" jawab Nada dengan entengnya. Dan jawaban tersebut mampu membungkam Tuan Voltus. Terlihat mereka semua diam tak ada yang berani berbicara sepatah kata pun.


Di tengah diamnya mereka, tiba-tiba lampu yang berada di ruangan tersebut mati. Dan Ruangan menjadi sedikit gelap. Mereka tetap berdiam tanpa ada yang berani memulai berbicara. dan akhirnya...


' dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor' suara kembang api dari balkon ruangan tersebut menyala. Semuanya menoleh ke arah balkon kecuali tuan Voltus.


" Happy anniversary" Ucap sekitar 10 orang membawakan kue dan peralatan pesta ke dalam ruangan yang terlihat gelap. Tak lama kemudian lampu Pun kembali menyala. Sebuah pemandangan yang jarang dilihat oleh Nada dan kawan-kawan.


" Selamat selamat... Kalian telah lolos ujian yang telah saya buat. Dan ini sudah tepat 6 tahun kalian bekerja. Tepat di hari ini 6 tahun yang lalu kalian bersatu menjadi sebuah tim yang Solid dan saling bekerja sama" Tuan Voltus berkata sambil merangkul Hendra dan Ardi. Mereka berempat yang masih merasa bingung pun hanya saling memandang.


" Sebenarnya apa yang terjadi tuan. kenapa seperti ada pesta di sini? " tanya Fian memberanikan diri karena penasaran.


"Duduklah... Akan aku jelaskan semuanya" Tuan Voltus pun berjalan mendahului mereka menuju ke sebuah sofa. Keempat orang yang menjadi satu tim tersebut mengikuti dari belakang. Dan disaat Tuan Voltus duduk Mereka pun ikut Duduk.

__ADS_1


" Jadi seperti ini... Kemarin dan kemarinnya lagi, Aku sengaja membuat sistem error. Dan aku sengaja melumpuhkan keamanan yang sudah kalian buat dengan mati-matian. Aku ingin menguji kalian berempat, Mampukah kalian mengatasi masalah seperti ini. Dan ternyata kalian benar-benar Empat Sekawan yang mampu diandalkan. Kalian benar-benar 4 aset negara yang tidak perlu diragukan lagi. Terutama kamu Nada. Entah apa yang harus aku berikan kepadamu, kamu benar-benar seorang murid yang sangat luar biasa. Baru kali ini aku bertemu seorang anak yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain. Jarang ada orang yang mampu memiliki hati yang tulus dan sifat yang tidak egois seperti dirimu. Kamu sudah melakukan banyak hal dan membuat orang lain selamat dan keamanan serta kenyamanan. Terima kasih. Kalian berempat mampu menaklukkan semua rintangan. Terima kasih kalian sudah bekerja dengan sangat keras" Tuan Voltus berbicara panjang kali lebar. Iya tak mampu menggambarkan rasa terima kasihnya dengan apapun.


" Jadi semua ini kerjaan Tuan? " Tuan Voltus mengangguk mendengar pertanyaan dari nada.


" Jadi insting Nada itu tidak salah ya. Dia mampu menebak dengan benar" jawab Fian.


" Benar sekali..." sahut Ardi.


" Ada apa sebenarnya? " Tuan Voltus yang dibuat penasaran dengan percakapan ketiga anak buahnya tersebut kembali bertanya.


" Jadi kemarin waktu kita sedang melakukan perbaikan di sistem, nada bilang hal seperti ini kalau bukan orang dalam yang melakukan kemungkinan besar tidak akan bisa. dan nada langsung bilang apakah ini pekerjaan Tuan Voltus" cerita si Ardi.


" Ya kita nggak nyangka aja tuan, Nada akan berpikiran seperti itu. Dan ternyata Apa yang dipikirkan oleh Nada semuanya benar" sambung Ardi.


" benar seperti itu nada? " tanya Tuan fokus kepada nada yang tersenyum. nada pun menjawab dengan anggukan kepala.


" Aku memang tidak salah pilih orang dalam melakukan semuanya. Kalian lihat sendiri bagaimana kemampuan gadis kecil ini? " ucap Tuan kepada n2ada dan timnya.

__ADS_1


" Kalau begitu... Mari kita rayakan keberhasilan kalian dengan sebuah pesta kecil" Tuan Voltus pun dengan cepat menyuruh pelayan kantor untuk menurunkan makanan yang telah dipersiapkan. Setelah itu mereka menikmati pesta kecil yang diadakan secara dadakan tersebut.


" Terima kasih Annisa Qodrunnada, Hendra, Fian dan Ardi. Kalian harus terus menjadi satu tim kebanggaan. Kalian harus menjadi aset negara yang sangat membanggakan pula. Gunakan ilmu kalian sebaik mungkin, dan jangan di salah gunakan. Aku bangga pada kalian" Tuan Voltus berkata. Iya tak menyangka jika tim yang dibentuknya beberapa tahun lalu menghasilkan sebuah tim yang begitu unggul.


__ADS_2