Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Extra Part 1 Peraturan


__ADS_3

suara riuh dan pujian yang tadi terdengar begitu menggema kini telah berakhir. Daffa dan keluarganya kembali masuk ke dalam rumah tamu. Jam sudah menunjukkan pukul 21.10. mereka merasa lelah namun juga merasakan sebuah kebahagiaan yang tidak terhitung.


" nada, Arsyad... Ingat kalian tidak boleh melakukan apapun kecuali berpegang tangan. kamu ada siapa harus bisa menjaga nada selama nada masih sekolah" ucap Dafa memberi aturan kepada Putra dan menantunya tersebut.


" boleh pa Arsyad mengajak nada untuk melaksanakan salat sunnah 2 rakaat? sebagai tanda jika Arsyad sudah menjadi imam untuk nada" pertanyaan Arsyad membuat nada menoleh kepada lelaki yang baru saja menjadi suaminya tersebut.


" boleh... hanya salat, paham? " jawaban ringkas Dafa membuat semua yang berada di ruangan tersebut menghela nafas. terutama nada yang masih merasakan takut.


"Baik pah" Arsyad pun dengan penuh semangat menarik tangan istrinya untuk mengambil wudhu. Tanpa membantah sedikitpun, Nada melangkahkan kaki mengikuti sang suami.


"Kalian" Setelah Arsyad dan Nada pergi, Daffa kembali berkata kepada Haidar dan Arsyida.


"Iya pah..." Jawaban Haidar yang sedikit kaku menunjukkan jika dirinya sedang merasakan grogi saat ini.


"Kalian tidak boleh tidur bersama dulu. Takutnya jika kalian akan kebablasan, ini rumah orang. Untuk menjaga sopan santun, lebih baik kita tidur seperti ke tempat semula sesuai peraturan awal" Ucapan Daffa membuat Haidar dan Arsyi menunduk. Entah apa yang berada di fikiran mereka saat ini.


"Setelah melakukan sholat sunah 2 rakaat, kalian harus kembali ke kamar masing-masing" Daffa kembali melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


" berarti Arsyad sama nada boleh tidur satu kamar? " tiba-tiba dari arah belakang suara Arsyad membuat Daffa menoleh kepadanya.


" kamu masih ingat peraturan yang papa buat barusan untuk kamu dan Nada? Kalau kamu masih ingat berarti itu tandanya kalian masih harus tidur terpisah. setelah salat kembalilah ke kamar kalian masing-masing. dan jangan ada yang berani menyelinap nanti ketika kita sudah tidur" peringatan Daffa benar-benar membuat resep terkekeh.


" papa kaya nggak pernah muda aja" nada berucap setelah ia berjalan untuk masuk ke kamar sambil menutup pintu.


" ingat Arsyad hanya boleh salat Sunnah 2 rakaat, tidak yang lain" dapat kembali memperingatkan putranya agar tidak melakukan hal yang lebih. setelah menoleh ke arah Haidar dan Arsy, ternyata Mereka pun juga sudah tidak ada. mereka masuk untuk melaksanakan salat sunnah setelah mengambil wudhu. Daffa pun kembali duduk di atas sofa yang berada di ruang tamu tersebut.


di dalam kamar, Arsyad yang menjadi imam dalam salatnya telah selesai dan saat ini mengucapkan salam.


" assalamualaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah" setelah mengucap salam dan menoleh ke kanan serta ke kiri dan diikuti oleh nada, Arsyad membalikkan badan untuk melihat istrinya. namun yang dilihat malah menunduk melihat ke arah Sajadah.


" bisa...baca doa terlebih dahulu? " Arsyad yang Mendengar pun segera melepaskan dagu nada. Iya segera membaca doa yang diaminkan pula oleh makmum yang berada di belakangnya, yang tidak lain adalah nada.


tak ada 3 menit, setelah selesai berdoa dan meniup ubun-ubun sang istri. Iya kembali meraih dagu sang istri dan mengangkatnya supaya melihat dirinya.


" nada... Maafkan aku membuatmu tak nyaman untuk awal pernikahan kita ini. Maaflan aku karena membuatmu terpaksa menikah denganku. Aku janji, setelah semua ini, aku akan membuatmu nyaman bersamaku. Membuat hari-harimu tetap bersinar denganku" Ucapan Arsyad yang panjang lebar tak ada jawaban dari Nada. Hanya tatapan mata mereka yang bertemu. Satu detik, dua detik, tiga detik hingga detik jarum jam terus berputar. Arsyad mendekatkan wajah ke arah istrinya. Entah apa yang membuat mereka tak menyadari. Kini, bibir mereka sudah semakin mendekat. Dan akhirnya 'Cup' Sebuah ciuman mendarat di bibir merah Nada. Merasa tak ada respon dari istrinya, Arsyad pun mengusap pelan bibir ranum tersebut dengan ibu jarinya. Dan akhirnya, Arsyad kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Nada yang begitu menggoda.

__ADS_1


Arsyad mengecap bibir Nada dengan sangat lemah lembut. Hampir3 menit mereka melakukannya, dan akhirnya Arsyad melepaskan pagutan mereka. Setelah itu iya kembali mengusap bibir sang istri yang terlihat basah karena ulahnya.


"Manis" Ucap Arsyad sambil terus menatap wajah sang istri tanpa mau berpaling sedikitpun. Namun Nada masih terdiam, semua ini masih terasa mimpi baginya.


"Terimakasih sudah menerima walaupun terpaksa. Aku akan menjadi suami yang baik untukmu, aku...." Tiba tiba suara Arsyad terhenti ketika iya mendengar pintu kamar di ketuk beberapa kali.


''tok tok tok tok tok tok, Arsyad, Nada cepat keluar" Panggilan Daffa membuat mereka berdua segera bangkit. Arsyad dengan cepat bangkit dan menuju ke arah pintu. Saat akan membuka, ternyata pintu sudah dibuka dari luar, siapa lagi yang membuka jika bukan Daffa, sang ayah. Saat tahu Arsyad yang berdiri di depan pintu, Daffa berkata dengan pelan.


"Sudah selesai sholatnya? " Daffa bertanya.


"Sudah pa, ini baru selesai" Jawab Arsyad dengan hati yang berdebar-debar.


"Cepat keluar, kita makan malam dulu. Setelah itu kembali ke kamarmu sendiri" Sang papa pun mengatakan itu sambil berlalu.


"Iya pa" Arsyad segera kembali ke arah Nada. Dan meletakkan sajadahnya. Melepas sarung serta kopiahnya.


"Terimakasih sayang" Ucapan singkat Arsyad mempu menghipnotis Nada yang sejak tadi diam mematung. Alira darahnya melaju dengan cepat serta jantungnya berdegub kencang. Ada desiran aneh yang menggelitik di dalam dirinya ketika sang suami melayangkan sebuah kecupan di pipi kanannya.

__ADS_1


"Ayo keluar" Arsyad melepaskan mukena yang dipakai Nada. Nadapun dengan cepat segera meletakkan sajadahnya dan melepaskan bawahan mukena yang dipakai, iya pun segera mengikuti Arsyad keluar dari kamar. Dan ternyata semua sudah menunggu.


__ADS_2