Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Teman


__ADS_3

"Kamu? " Ucap Nada dan remaja itu bersamaan.


"Kalian saling kenal? " Tanya papa Ellyn yang bernama Reno.


"Anu kak.. ini... Ini..." Ucapan remaja itu terhenti ketika Nada dengan cepat terputus.


"Kami teman satu sekolah" Jawab Nada cepat. Dan mereka mengangguk.


"Arsyad... Bagaimana bisa Ellyn sama kamu? Dan ini siapa? " Tanya Reno ayah Ellyn.


"Tadi sama Nada Ren. Ceritanya panjang. Lo juga, jaga anak sendiri aja ngga becus" Ucap Arsyad sedikit emosi. Karena tahu bagaimana tadi Ellyn terpisah dan menangis di tempat umum dari cerita Nada.


"Tadi aku lagi ada telpon penting dari perusahaan. Aku tinggalin sebentar Ellyn sama Cika. Pas kembali Cika nangis katanya Ellyn lari ngga tahu kemana. Akhirnya kita nyariin bareng tapi Ellyn udah ngga ada. Udah dari tadi sore juga aku nyariin" Jawab Reno sambil mengusap kepala putrinya.


"Ini Jakarta Reno. Lo kalau ngga bisa jaga anak lo dengan baik, serahin ke gua. Biar gua urusin anak lo" Sambil berjalan masuk ke rumah Nada, Arsyad berkata dengan suara dingin seakan marah terhadap rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


"Maafin gua, tapi serius baru kali ini gua kehilangan Ellyn. Untung ketemunya sama lu" Reno membalas perkataan Arsyad dengan menggendong Ellyn dan berjalan mengikuti rekan bisnisnya itu. Setelah duduk di ruang tamu, Arsyad pun kembali berkata.


"Ellyn, sekarang coba ceritain gimana tadi Ellyn bisa pisah sama papa" Arsyad membuka ucapannya.


"Tadi pas papa pergi nerima telepon, tante Cika bilang mau ke toilet sebentar. Ngga lama balik lagi. Terus bilang kalau aku ditunggu papa di luar. Ya udah aku keluar aja. Pas diluar, ternyata papa ngga ada. aku balik lagi ke dalam juga ngga ada, tante Cika juga ngga ada. Aku keluar aja lagi nyariin di parkiran. ternyata lama banget nunggu ngga ada juga. Akhirnya ketemu sama kak Nada. Akhirnya aku di bantu sama kak Nada. Nyariin papa karena ngga ketemu akhirnya kak Nada ngajakin aku pulang. Disini ketemu sama om Arsyad" Penjelasan Ellyn membuat Reno terlihat menahan emosi. Tangannya mencengkeram erat sofa yang iya duduki.


"Lu perhatiin lagi deh Ren kalau mau cari penggantinya" Ucap Arsyad terdengar geram.


"Alhamdulillah, Ellyn sekarang baik-baik aja. Sayang sudah makan? " Tanya Reno kepada putrinya. Dan Ellyn menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum.


"Ngga usah salaman sama dia, dia milik aku" Sambil menyisihkan tangan Reno yang masih menggantung diudara tepat di depan Nada, Arsyad membisikkan sesuatu. Dengan tersenyum Reno segera menurunkan tangannya.


"Kita dulu sekolah satu angkatan. Dan dia satu-satunya temanku yang masih suka buntutin aku sampai sekarang" Ucap Arsyad asal-asalan.


"Lu mah... apa sih Syad" Balas Reno.

__ADS_1


"Pah.. Kak Nada orangnya baik. Ellyn suka


sama kak Nada" Ucap Ellyn dengan polosnya. Nada hanya memperhatikan para tamunya berbicara, tak lama kemufian iya pun tersenyum.


"Oh iya Nad. Terimakasih atas bantuannya. Kalau bukan karena kamu anak baik, aku ngga tahu Ellyn bakal jadi apa" Ucap Reno sambil menatap Nada dengan tanpa berkedip.


"Matanya bisa dikondisikan? " tiba-tiba Arsyad berkata dengan dingin. Hal itu membuat Nada menoleh sedangkan Reno tertawa melihat sikap posesif Arsyad.


"Lu mendingan pulang deh... Jangan macem-macem" Bisik Arsyad di dekat telinga Reno.


"Putri papa yang cantik, mau disini dulu atau pulang? " Tanya Reno kepada Ellyn.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita pulang saja kak. Kasihan Ellyn" Ucapan Rama, adik dari reno membuat semua orang menoleh kearahnya.


"Oke.. Kita pulang dulu karena Ellyn. Kapan-kapan jika ada waktu luang, aku bakal kesini sebagai ucapan terimakasih" Reno berkata panjang lebar. Dan akhirnya mereka berpamitan.

__ADS_1


"Makasih... Udah nolongin keponakan gua" Ucap Rama singkat lalu menyusul kakak dan keponakannya mendekati mobil.


__ADS_2