
"Kyai..." Ucap Daffa dengan ramah dan sabar. Dan pandangan abah Ayub menatap Daffa dalam-dalam.
"Apa tuan Daffa sudah memikirkan hal ini dengan baik. Saya terkesan sangat jahat kepada Nada dan anak-anak tuan" Abah Ayub yang memikirkan hal tersebut menjadi tak enak hati dengan apa yang baru saja ia lakukan. Pasalnya hal tersebut bukan kesalahan dari Nada maupun si kembar. Dan seperti ini flashback dari segalanya yang terjadi di waktu hampir maghrib ini.
Flashback on
"Kyai Ayub, saya ingin meminta tolong kepada Kyai, mungkin hal ini terasa begitu aneh, Tapi ini semua demi kebaikan putra-putri kami dan juga kebaikan untuk Nada" setelah duduk dan bertemu dengan Abah Ayub, Daffa segera mengutarakan maksudnya.
" Tuan Daffa... Apa yang bisa saya bantu. Kalau memang ini menyangkut kebaikan untuk semuanya. Insya Allah saya akan dengan senang hati membantu Tuan Daffa" dengan hormat pula Abah Ayub menjawab apa yang telah diutarakan oleh Daffa.
" Jadi begini Kyai... Sebenarnya saya itu melihat ada benih-benih cinta di antara Arsyad dan juga Nada. Begitu pula dengan Haidar dan Arsyida. Saya tidak ingin mereka terus berkhalwat, karena saya tahu mereka bukan muhrim. Meskipun saya yakin mereka bisa menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi karena setan itu sangat pandai untuk merayu, saya berencana ingin menikahkan mereka. Walaupun masih menikah Siri, Saya yakin mereka akan tetap menjaga diri. Supaya di saat mereka mendekat bukan dosa yang didapat tetapi justru mengalir pahala" apa yang disampaikan oleh Daffa membuat Abah Ayub membulatkan matanya karena terkejut.
" Misalnya... Sedang tidak ada kami sebagai orang tua, kami bisa dengan tenang membiarkan mereka berduaan. Di saat mereka sedang keluar, hanya sekedar memegang tangan mereka tidak mendapatkan dosa. Karena jujur selama ini saya takut jika Arsyad akan nekat. karena saya melihat, sejak bertemu dengan Nada, sikapnya berubah. Dan saya juga yakin jika nada juga memiliki rasa yang sama dengan Arsyad Putra saya" Daffa menjelaskan Kenapa ia ingin menikahkan kedua anaknya dengan cepat.
__ADS_1
" Tapi Tuan Daffa, menikah itu tidak bisa dipaksakan. Ini bukan zaman kita yang mendapatkan Perjodohan dari orang tua. Saya paham maksud Tuan Daffa itu baik, tapi apakah mungkin itu juga baik untuk mereka" Abah Ayub kembali bertanya kepada Daffa.
" Tapi Kyai, mereka itu anak muda dan anak muda itu pendiriannya masih belum stabil. Saya hanya menakutkan hal-hal yang tidak diinginkan. Arsyad itu bukan Nabi Yusuf yang bisa dengan sempurna menahan godaan. Begitu pula dengan Haidar. Dan saya juga yakin jika Nada dan Arsyida juga tidak akan menggoda Arsyad dan Haidar sama seperti ketika Zulaikha menggoda Nabi Yusuf. Tapi, Kyai tahu kan kalau setan akan terus menggoda manusia dan berkeinginan menjerumuskan ke dalam hal-hal yang buruk. Maka dari itu, Saya hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak saya" Daffa kembali berkata dengan panjang lebar. Tak ada alasan untuk Abah Ayub menolak sebuah kebaikan. Maka ia pun menyetujui dengan syarat tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang tersakiti dengan pernikahan ini. Karena pernikahan adalah hal sakral yang harus dijaga.
" Baiklah Tuan, saya akan mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak. Karena saya juga sudah menganggap Nada sebagai anak saya sendiri" akhirnya Abah Ayo mau menyetujuinya.
" Ini saya ada rencana. Saya tadi melihat tata tertib yang harus dipatuhi oleh orang-orang yang berada di sini. ini Kyai" Daffa mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto tata tertib di pesantren tersebut. Abah Ayub segera melihatnya.
" maksud Tuan Daffa bagaimana? " Abah Ayub yang belum mengerti segera bertanya.
" Sekarang Nada sedang berada di dalam masjid sendirian, dan menurut informasi dari seseorang yang mengikuti Nada, Arsyad juga berada di sana. Arsyida dan juga Haidar mereka berada di taman. Jadi ini adalah waktu yang sangat tepat untuk membuat mereka setuju menerima pernikahan ini" Abah Ayub mengerti apa yang sedang direncanakan oleh Daffa.
"Tapi hal tersebut akan membuat anak-anak malu tuan Daffa" Abah Ayub sangat berhati-hati dalam melangkah.
__ADS_1
"Kyai tenang saja, kita saja yang kesana. Tanpa diketahui oleh orang lain. Atau panggil 1 atau 2 lurah pondok agar meyakinkan mereka, tapi ceritakan dulu semuanua" Daffa juga dengan tenang mengatakan semuanya. Dan akhirnya abah Ayub mrmanggil kang Ali, seorang santri ndalem yang sudah sangat abah Ayub percaya. Setelah mengutarakan semuanya, mereka pun segera berangkat.
"Baiklah, mari kita kesana" Abah Ayub bangkit lalu berjalan menuju ke masjid yang masih sepi, dan dilihatnya seorang Arsyad yang berdiri mematung di belakang Nada.
Falshback Off
"Terimakasih kyai, Insya Allah mereka akan menerima pernikahan ini walaupun dengan terpaksa" Daffa kembali mengucapkan terimakasih.
"Demi kebaikan mereka tuan Daffa, semoga ini adalah yang terbaik untuk anak-anak" Jawab Abah Ayub.
"Kalau begitu, saya akan kembali dulu kyai, untuk mempersiapkan semuanya" Daffa yang merasa bahagia karena rencananya hampir sempurna. Iya segera berpamitan untuk kembali mempersiapkan semuanya.
Setibanya dirumah tamu, dilihatnya ke empat anak itu sudah duduk di sofa ditemani Hana. Terlihat Nada yang begitu lesu.
__ADS_1
"Terima saja semuanya, ini demi kebaikan bersama. Segeralah bersiap... Setelah pernikahan gus Zidan, kalian haris berada disana" Tanpa mengucap salam, dan dengan suara dinginnya, Daffa berkata. Ke empat orang yang akan menikah dengan terpaksa tersebut segera bangkit dari tempat duduknya lalu mulai bersiap. Setelah mereka pergi, Daffa tersenyum sangat tipis, dan hal tersebut dilihat oleh istrinya.