Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Mempersiapkan diri


__ADS_3

Dipandanginya beberapa lembar kertas tebal serta bermotif dan berwarna yang sangat menarik untuk dipandang. Sesekali Nada menghembuskan nafas panjang untuk sekedar melepaskan penat dihatinya. Dengan perlahan iya membuka kembali lembar pertama undangan tersebut. Terasa kebas hati yang selama ini iya dinginkan.


"Berarti memang bukan jodoh" Nada tersenyum dan meletakkan kembali undangan tersebut.


"Berarti, aku harus siap-siap untuk kesana. Acaranya tidak lama lagi. Dan bertepatan dengan hari libur semester 1. Aku akan datang" Ucap Nada mantap pada dirinya sendiri. Sekali lagi ia tersenyum sambil menatap undangan yang telah Ia telantarkan di atas kasur. Nada mendidihnya dan matanya terasa begitu berat. Entah apa yang membuatnya merasa begitu lelah. namun di saat akan memejamkan mata, ponselnya berdering serta tabletnya ikut terdengar sebuah notifikasi panggilan masuk. Dengan cepat Nada menghampiri kedua benda pipih miliknya.


" Bang Vian..." gumam nada sendiri sambil menggeser layar ponsel tersebut.


" Iya Bang, ada apa?" begitu panggilan tersambung nada langsung menanyakan Ada apa kepada sang penelpon.


" cepat Lakukan sesuatu sistem kita sedang error. Beberapa kali down dan kita belum berhasil memperbaikinya" jawab sang penelpon secara cepat. nada yang mengerti pun segera menyalakan komputer dan laptopnya. tak lupa sambil menunggu proses loading menghidupkan komputer, Nada memeriksa tabletnya.


" Maaf Bang tadi aku sedang ada tamu jadi nggak lihat HP maupun tablet" Nada segera berbicara kepada Fian di seberang telepon.

__ADS_1


" Cepat Lakukan sesuatu, ada seseorang yang mencoba menerobos sistem yang kita buat" Panggilan pun berakhir dengan seiringnya ucapan Fian.


Begitu komputer dan laptop Nada sudah menyala dengan sempurna, Dia segera menuju ke sebuah aplikasi di mana sistem yang dimaksud oleh Fian. Dengan hati-hati ia memeriksa semuanya. Dan ternyata benar. Ada seseorang yang berhasil menerobos keamanan sistem yang mereka buat. Di sini pula dengan cepat Nada bertindak.


Pov Arsyad


setelah tamunya sudah pergi, Arsyad segera masuk menuju ke ruangan Daffa. sambil berjalan ia mengeluarkan sebuah apel putih yang telah Prayoga berikan. dengan cepat berjalan menuju ke meja Papanya.


" ini Alisa... kamu sudah menyelidiki Siapa dia? " Daffa bertanya sambil terus menatap ke arah foto tersebut.


" sudah... dan Ini hasilnya" Arsyad memberikan selembar kertas hasil print out tentang wanita yang berada di dalam foto tersebut.


" ini Alisa... dia benar-benar Alisa..." Ucap Daffa dengan sedikit kesal memegang foto itu di tangan kirinya.

__ADS_1


"Cepat panggil orang yang memberikan ini! " Ucap Daffa menyuruh putranya.


"Cepat ke sini, aku akan mengirimkan alamatnya! " Arsyad berkata setelah sambungan telepon terhubung. Tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang telepon, Arsyad sudah mematikan panggilannya sepihak. Lalu mengetikkan pesan lewat aplikasi hijau. Begitu selesai, iya kembali menatap papanya.


"Apa benar dia tante Alisa yang dulu pa? " Arsyad kembali bertanya.


"Sepertinya memang benar..." Jawab Daffa singkat.


"Tapi kalau dia benar-benar tante Alisa, apa hubungannya dengan kakek Wira? " Arsyad kembali bertanya. Dan disini Haidar masih diam menyimak. Dia sebenarnya juga tahu siapa Alisa lengkap dengan masalah fi masa lalu di keluarga angkatnya, namun iya tak bissa berkata apa-apa karena iya tak menyaksikan secara langsung kejadian di masa silam.


"Kita selidiki nanti. Yang penting orang yang menjadi suruhannya jangan sampai lepas" Ucap Daffa mengingatkan. Terdengar pintu terbuka, dan ternyata Hana masuk dengan membawa beberapa dokumen.


"Kita persiapkan semuanya, memang kita harus bertindak lebih dari yang dulu" Ucap Daffa. Dan mereka pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2