Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Menunggu balasan


__ADS_3

Setelah mengirim pesan kepada Arsyad, Nada berusaha memejamkan matanya. perlahan-lahan rasa kantuk yang luar biasa menyerangnya. Hingga Nada sudah tak sanggup lagi membuka matanya. Akhirnya iya tertidur dengan ponsel masih ditangannya.


Suara adzan subuh berkumandang, Nada dengan mata yang berat perlahan bangun. Tak menunggu lama, iya pun menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelahnya, iya keluar dan mengambil mukenanya.


Dalam menjalankan kewajibannya, Nada beberapa kali menguap. iya segera menyelesaikan salat subuhnya setelah itu tanpa sengaja Nada memejamkan mata dan tertidur pulas di atas sajadah. Hingga pagi hari menjelang matahari sudah merangkak naik pukul 8, Nada belum juga keluar dari kamar. Umi Nafi yang merasa khawatir dengan keadaan Nada berusaha untuk membangunkannya. namun tidak ada sahutan apapun dari dalam kamar Nada.


" Zidan Nada kemana ya kok sudah jam segini belum keluar juga. Apa mungkin dia tidak bangun untuk melaksanakan salat subuh. ini kan sudah hampir setengah sembilan. Umi jadi khawatir" Umi Nafi berkata kepada Zidan.


"Mungkin dia masih ketiduran kali Umi. Kan semalam dia tidur sudah sangat larut. Kemungkinan dia masih tidur, jangan khawatir" Zidan berusaha menenangkan Uminya.


"Apa umi coba bangunkan lagi ya" Umi Nafi berkata dengan suara khawatir.


" Coba saja Umi. Mungkin Nada tadi tidak mendengar sewaktu Umi memanggilnya" tutur Zidan yang tahu suaminya sedang menghawatirkan Nada. akhirnya Umi Nafi pun kembali ke kamarnya dan untuk membangunkan Nada. Beberapa kali mengetuk pintu kamar Nada, namun tetap tidak ada jawaban. akhirnya Umi Nafi membuka pintu kamar Nada. dicarinya Nada di dalam kamar. pandangan Umi Nafi menyapu seluruh ruangan kamar nada namun tetap tidak menemukan Nada di sana.


" kemana ya Si Nada kok ndak ada. masa pagi-pagi seperti ini sudah keluar, tidak izin lagi" Umi Nafi bergumam sendiri sambil berjalan keluar dari kamar Nada. Dia kembali menemui Zidan dan Abah Ayub.


"Nada tidak ada di kamarnya, kemana ya kira-kira" Umi Nafi berjalan mendekati Zidan dan Abah Ayub.

__ADS_1


" Masa sih Umi, tidak mungkin ada keluar tanpa izin terlebih dahulu. kita tahu siapa Nada. Mari Zidan bantu mencari" Gus Zidan Berkata sambil bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar Nada. setelah sampai di depan kamar nada Gus Zidane mencari sosok nada. Iya masuk sambil mengucapkan salam.


" Assalamualaikum, Nada kamu di dalam atau tidak?" Gus Zidane memanggil nada, namun tetap belum ada sahutan. akhirnya Umi Nafi dan putranya masuk ke dalam kamar nada. mereka mencari nada. mereka berfikir jika nada sedang berada di dalam kamar mandi. namun saat akan melangkah ke kamar mandi, Gus Zidan melihat nada yang tergeletak Di Atas Sajadah masih lengkap dengan menggunakan mukenanya.


" Umi ini Nada ada di sini" Panggil Gus Zidan Uminya. Umi Nafi pun segera mendekat ke arah Zidan. Iya ya melihat Nada yang masih tertidur di samping tempat tidur di atas lantai. dengan segera Umi Nafi membangunkan Nada.


" Nduk Nada, bangun. Kenapa kamu tidur di bawah. ini sudah jam 8.30 pagi" Panggil Umi Navy kepada nada yang masih tidur. nada pun perlahan terbangun saat mendengar suara Umi Nafi yang berada di sampingnya. Iya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. setelahnya Iya mencoba duduk untuk menstabilkan kesadarannya. Iya melihat sekeliling dengan bingung.


" Kamu kenapa tidur di bawah" tanya Umi Nafi dengan lembut. setelah kesadaran ada benar-benar pulih, Iya tersenyum malu kepada Gus Zidane dan Umi Nafi.


" Maaf Umi tadi sehabis salat subuh Nada ketiduran lagi, enggak tahunya sekarang sudah jam 8.30" Ucap Nada dengan malu-malu, Ia pun segera bangkit dan menuju kamar mandi namun ia teringat sesuatu. Nada kembali menemui Umi Nafi dan Gus Zidan yang masih berada di kamarnya.


Beberapa saat setelah membersihkan diri, Nada bergegas keluar untuk menemui Keluarga abah Ayub. Terlihat mereka semua sudah menunggu di meja makan.


" Maaf Nada ketiduran" ucap Nada sambil tersenyum, lalu ia duduk dan bergabung di meja makan.


" Umi sampai khawatir ke kamu, tadi tidak mau diam. Terus aja menanyakan" Gus Zidan berkata dengan pelan sambil memandang Nada yang berada di depannya.

__ADS_1


" Umi kira tadi kamu kemana Soalnya pagi-pagi sudah tidak ada eh ternyata malah tidur di bawah. Umi kan nggak tahu Soalnya ketutupan sama tempat tidur" Umi Nafi menjelaskan nada yang merasa malu pun hanya tertunduk dan tersenyum. mereka segera memakan sarapannya yang telah dibuat oleh Umi Nafi.


~Arsyad~


Pagi-pagi sekali setelah bangun dari tidur, Arsyad sudah mencari ponselnya. Pagi ini tidak seperti biasanya, Arsyad ingin melihat balasan dari Nada tentang pesan yang ia kirimkan semalam.


' Ini sudah mau tidur... Maaf ini siapa ya?' balasan dari Nada. Arsyad membaca pesan. dengan segera ia membalasnya.


'Arsyad' Hanya itu balasan Arsyad. Setelah nya iya kembali meletakkan ponselnya dan bergegas untuk bersiap-siap olahraga. Setelah siap, Arsyad mengenakan pakaian olahraganya dan berjalan keluar dari kamar. Begitu sampai di bawah, Iya segera keluar dari rumah. Berjalan menyusuri jalan di sekitar perumahannya. Sebelumnya, Ia melakukan pemanasan dulu. Tak lupa ia membawa ponselnya.


" Kok nggak dibalas ya, sudah jam segini lagi" Gumam Arsyad. sekitar pukul 8, Arsyad kembali ke rumah dengan perasaan sedikit kecewa. Karena pesan yang ia kirimkan ke Nada, jangankan dibalas, dibaca pun belum.


" kamu olahraga kenapa nggak ngajak aku sih Arsyad" tiba-tiba Arsyida sudah berada di depan Arsyad ketika dia sudah selesai membersihkan tubuhnya dan berkumpul di ruang makan untuk sarapan.


" Makanya jadi Gadis itu jangan malas, Kan ngga bisa bangun pagi kamu. Masa habis salat Subuh tidur lagi" Arsyad menjawab dengan tenang sambil mengambil makanan di depannya.


" minggu depan kalau kamu olahraga aku ikut" Arsy berkata dengan wajah cemberut. Iya memanyunkan bibirnya seolah-olah protes kepada Arsyad karena dia tidak mengajak dirinya.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Arsyad pun bergegas untuk masuk ke kamarnya lagi. Ponsel yang selalu ia pegang kemana-mana hari ini, tak lepas dari tangan nya sedikitpun. Pandangannya terus menatap ke layar benda pipih itu. Berharap akan ada pesan yang muncul. Yaitu balasan dari Nada. Lama menunggu, Arsyad merasa bosan. Akhirnya Ia memutuskan untuk melihat sesuatu melalui tabletnya. Dengan perlahan Ia membuka sebuah informasi tentang gadis yang saat ini sedang membuat hatinya bergetar. Arsyad dengan telaten mengumpulkan satu persatu informasi tentang Nada. Ada satu hal yang membuat Arsyad menjadi bingung, yaitu tentang Informasi diri Nada yang yang tidak ada di database. Baik di sekolah maupun di Catatan sipil. Arsyad tidak bisa menemukannya dengan mudah. Terpaksa melakukan sesuatu, yaitu meretas sistem keamanan. Demi mendapatkan informasi tentang gadis pujaannya.


__ADS_2