Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Ke Kantor pusat


__ADS_3

Pov Nada


Nada sudah berada di sebuah gedung tinggi yang berdiri kokoh di bawah langit. Dipandangnya gedng tersebut. Tiba di pos satpam, iya segera menunjukkan identitasnya. Satpam pun segera mengizinkan Nada masuk.


"Silahkan non" Sapa satpam di gerbang depan dengan sopan.


"Terimakasih pak" Nada tak segan-segan membalasnya dengan santun pula. Setelah itu iya melajukan kendaraannya menuju parkiran. Selesai memarkirkan sepeda motornya, Nada perlahan berjalan menuju ke ruangan yang di sebutkan.


"Bismillahirohmanirohim" Gumamnya seraya melangkahkan kaki. Sambil berjalan iya melihat sekeliling kantor, Tampak masih begitu sepi. Jelas saja, karena saat ini jam 6 saja belum ada. Nada memang sengaja berangkat pagi supaya tidak terjebak macet. Karena jika sudah berada di tengah padatnya kendaraan sibuk dipagi hari, semua terasa sangat lama untuk Nada.


"Daripada sendirian di ruangan, mendingan aku duduk aja dulu. Tapi kemana ya" Gumam Nada sembari menoleh.


"Ke kantin aja kali ya sekalian nyari sarapan" Iya pun tersenyum dan melanjutkan jalannya. Setibanya di kantin, ternyata juga masih sepi. Namun pedagang sudah bersiap disana. Nada menuju ke salah satu pedadang pecel khas Ponorogo.


"Lama banget ngga makan pecel ini" Gumamnya dalam hati.


"Buk, mau pecelnya 1 ya" Ucap Nada kepada salah satu pedagang.


"Pakai lauk apa neng? " Ibu penjual pecel itu kembali bertanya.


"Lauknya apa saja buk? " Nada yang belum tahu kembali bertanya lagi.


"Ada ikan lele, rempeyek udang, rempeyek udang rebon, rempeyek udang, bakwan sayur sama kare" Jawab ibunya dengan sigap menyebutkan pasangan lauk untuk pecel khasnya.


"Mau rempeyak udang sama bakwan sama kare ya buk. Sayurnya dibanyakin terus nasinya dikit aja" Nada tersenyum.


"Badannya ngga gemuk lo neng. Udah cakep banget. Nasinya kenapa dikit? " Ibu penjual di depan Nada itu mulai mengambilkan pesanan Nada sambil bercanda. Namun matanya tak lepas dari melihat Nada yang terlihat sangat memukau. Begitu cantik alami juga sangat sopan.

__ADS_1


"Bukan diet bu, tapi saya ngga bisa makan banyak. Itu juga nasinya sudah diganti sama lauk sebanyak ini... Hehe" Nada tersenyum dengan jawaban yang lemah lembut.


" Bisa aja kamu Nak" jawab ibu kantin sambil memberikan satu piring makanan yang dipesan oleh Nada.


" Terima kasih Bu, mari" Nada menerima sambil mengucapkan terima kasih lalu ia mencari tempat duduk kosong terdekat. begitu menemukan sebuah meja dan kursi yang tak jauh dari ia memesan makanan tadi, Nada segera duduk. sebelum menyantap makanan ya Tak lupa untuk berdoa terlebih dahulu.


" Bismillahirohmanirhim... allahumma bariklana Fima rozaktana waqiina adzabannar... aamiin" setelah mengusap Kedua telapak tangan ke wajahnya, Nada mulai menyantap makanan tersebut.


Beberapa menit berlalu, Nada masih asik menikmati sarapan paginya. Bahkan ia tak menyadari jika telah banyak orang yang berada di kantin tersebut.


"Nada..." Terdengar seseorang memanggil namanya. Nada pun menoleh mencari sumber suara. Dan ternyata yang datang adalah teman satu timnya yaitu Hendra, Fian dan Ardi.


" Udah di sini aja lu... Sejak kapan? " pertanyaan dari Hendra menciptakan sebuah lengkungan di bibir Nada membentuk sebuah senyum.


" Ya ampun cewek makanya banyak banget ya" Sebuah pernyataan yang membuat Nada tertawa.


" Udah habis Berapa porsi Neng" bercanda si Vian.


" Udah ah Janganlah godain mulu. Hari ini kita perlu tenaga banyak nih" Nadapun kembali menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


" Kalian mau sarapan apa? " sambil bangkit dari duduknya, Ardi bertanya kepada timnya.


" samain aja lah daripada lama" Fian pun meminta makanan yang sama dengan Ardi.


" Iya aku aku juga sama" sahut Hendra. Setelahnya Ardi berjalan menuju ke tempat di mana bisa memesan nasi. Iya memesan tiga porsi ayam kremes.


" Bu ayam kremesnya 3 porsi ya, minumnya susu hangat juga 3. Nanti tolong antarkan ke meja yang ada di sana yang ada perempuannya satu itu" Setelah memesan arti pun kembali duduk bersama Nada dan teman-teman. Dan di saat kembali ke meja tersebut, Ardi mendengar Fian sedang berbicara dengan seorang perempuan yang sedang duduk sendirian di samping mejanya.

__ADS_1


" Mbak duduk sini aja lah gabung sama kita" ucap Vian sembari tersenyum. Terlihat wanita tersebut sangat malu-malu. Iya terlihat sedang memakan sarapannya. Iya tak menjawab dengan suara namun hanya dengan senyuman dan anggukan.


" Ah dicuekin Kasihan banget sih Abang Ardi" Nada Berkata sangat pelan seolah ia sedang berbisik.


" Lihat aja nih" Ardi bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri wanita di sampingnya itu.


" Mbak kalau nggak mau gabung sama kita, berarti boleh dong aku gabung sama mbak" Ardi yang berbicara dengan wanita tersebut langsung duduk di depannya.


" Sebentar lagi teman saya datang kok mas" jawaban wanita tersebut sembari menunduk.


" Oh ya sudah kalau begitu... Mohon maaf ya mbak" Ardi berkata lalu bangkit dari tempat duduknya dan kembali ke mejanya yang semula. Dan di sana ketika dia mau duduk, orang yang sudah duduk di meja tadi seakan ingin tertawa tetapi mereka tahan. Dan tepat di saat itu makanan yang mereka pesan pun telah datang. Akhirnya mereka berempat sarapan bersama sebelum masuk.


Pov Arsyad


Berita kebangkrutan dari keluarga Elisa sudah menyebar ke mana-mana. Di seluruh media hanya memberitakan tentang kebangkrutan perusahaan tersebut. Perusahaan Karya Buana yang selama ini banyak dielu-elukan oleh masyarakat ternyata hancur dalam sekejap di tangan Arsyad.


" Maafkan aku harus menghancurkan mimpimu selama ini Alisa. Karena kamu sudah berani menyentuh keluargaku" Ucap Daffa di dalam kamar yang belum berangkat ke kantor. Bersama istrinya ia melihat berita di tayangan televisi.


" Apa harus segitunya kah memberi pelajaran kepada Alisa? " Katanya hanya yang saat ini duduk di samping Daffa.


" Dulu kita sudah pernah memberinya pelajaran, Tapi semua itu tidak menjadikannya Jera dan bahkan Semakin menjadi. Biarkan saja hal ini dia gunakan untuk berpikir. Apa yang dia lakukan akan banyak merugikan banyak pihak. Lagian perusahaan Alisa bukan hanya ada di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang didirikan di luar negeri. Tidak perlu khawatir masalah itu. Namun memang benar perusahaan yang terbesar adalah ada di Indonesia" Daffa sembari mengelus kepala istrinya sambil berkata.


"Kalau kita terlalu banyak mengasihani orang dalam dunia bisnis, kita tidak akan bisa bertahan lama. Karena akan semakin banyak orang yang menginjak dari kalangan pesaing" Batin Daffa.


"Arsyad memang bisa di andalkan. Dia benar-benar mewarisi ilmu dari mamanya" Daffa memuji istrinya hingga Hana tersenyum dan pipinya memerah. Sedangkan di lantai bawah, Arsyad dan Arsyida melihat tayangan berita di televisi.


" Papa bener-bener ya, kalau sudah menyangkut keluarga, tidak akan tinggal diam begitu saja" gumam Arsy sambil memakan cemilan.

__ADS_1


" Iyalah... Papa itu nggak akan tinggal diam kalau ada yang mengusik keluarganya, terutama kita berdua" jawab Arsyad. Tiba-tiba terdengar suara ponsel yang berdering. Ponsel Arsyi.


__ADS_2