Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Mencari Sebab


__ADS_3

"Apa ada yang seperti mencurigakan kak? " Tanya Arsyad saat Haidar duduk di sofa kosong di depannya.


"Entahlah... Aku masih mencari tahu penyebabnya dulu Syad. Kalau penyebabnya sudah di ketahu;i secara pasti, semua akan mudah untuk di selesaikan" Jawab Haidar.


"Tapi ini sudah sangat lama kak. Apa perlu kakek kita bawa ke luar negeri? " Arsyad bertanya dengan penuh harapan. Iya tahu ada yang tidak beres dengan apa yang terjadi kepada kakek Wira.


"Bukannya tidak mau, tapi kakek ini sudah tua. Apa perlu harus memperjuangkan sampai segitunya" Kakek pun mengerti maksud semua cucu-cucunya itu.


"Dan untuk naik pesawat, kakek merasa sudah tidak sanggup. Kakek ini bukan orang yang muda lagi. Kakek mengerti apa yang kalian fikirkan untuk kakek. Setidaknya, biarkan kakek beristirahat di sini saja, pengobatan di Indonesia juga bagus kok" Kakek menjelaskan mengapa iya tak mau di ajak berobat ke luar negeri.


"Tapi kek, setidaknya kita bisa tahu apa yang menjadi penyebab semuanya. Mengapa kakek tiba-tiba sakit seperti itu" Arsyad masih belum menyerah untuk membujuk kakek Wira.

__ADS_1


"Terima kasih Arsyad. Kakek senang di beri waktu hingga saat ini. Jangan berkecil hati. Disini Haidar juga selalu mengusahakan yang terbaik untuk kakek. Sebenarnya..." Ucapan kakek Wira terhenti ketika ia menundukkan kepalanya dan tiba-tiba terdiam. Dan semua yang berada di ruang tamu itu mendengarkan dengan baik apa yang akan di katakan oleh kakek Wira.


"Sebenarnya... Sebenarnya kakek ini menaruh prasangka buruk kepada seseorang" Kakek Wira berkata dengan suara pelan sambil menunduk.


"Siapa? " Arsyad, Haidar serta Arsyida berkata dengan bersamaan. Seketika wajah kakek menatap ke tiga cucunya yang menatap dirinya dengan penuh harapan pertanyaan mereka bertiga akan terjawab.


"Ini baru prasangkan buruk kakek. Dan belum tentu benar. Dan jika semua itu terbukti benar, kakek sendirilah yang akan memberi hukuman kepada orang tersebut" Kakek Wira menjawab dengan tegas apa yang menjadi prasangka buruknya.


"Kak, kita cari tahu dulu apa yang menjadi penyebab sakitnya kakek" Kali ini Arsyida ikut berkata.


"Arsyi benar. Jadi kita harus mengatur jadwal kapan kakek akan mulai melakukan pemeriksaan lagi" Arsyad pun berkata. Terlihat sebuah senyuman di bibir kakek. Akhirnya kakek Wira merasa akan menemui kesembuhannya.

__ADS_1


"Terimakasih atas perhatiannya cucu-cucu kakek. Kakek sangat bahagia dengan apa yang akan kalian lakukan. Tapi jangan terlalu memaksakan, kakek ini sudah tua, sudah tak ada banyak waktu lagi" Ucapan kakek Wira membuat Haidar menunduk lesu.


"Jangan membuat kami merasa sedih kek. Kakek harus tetap bersama kami hingga saatnya Tuhan berkata untuk kembali" Arsyad kembali berkata dengan perasaan yang sedih. Iya memikirkan semua memang membutuhkan usaha.


"Nanti kalian fikirkan semuanya" Kakek Wira berkata dengan p3lan.


"Kek, Arsyad pulang dulu ya. Mau nganterin Nada" Arsyad yang berdiri segera mengulurkan tangan ke arah kakek, lalu mencium punggung tangan lelaki tua itu.


" Kasian anak orang dipaksa suruh ikut" Gumam Arsyida. Dan hal tersebut berhasil membuat Nada tersenyum.


"Bener kak, tadi aku di paksa sama dia. Padahal udah pengen pulang" Jawab Nada dengan bibir manyun. Iya pun segera meraih tangan kakek Wira dan mencium punggung tangannya. Akhirnya merekapun kembali.

__ADS_1


__ADS_2