Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Kedatangan Arsyad


__ADS_3

Dalam perjalanan keluar dari kamar sang kakek. Om dan tante Haidar segera pergi.


"Kita ke toilet dulu ya tuan dan nyonya Daffa" Ucap Om Haidar. Setelahnya iya pun pergi setelah semua keluarga Daffa mengangguk.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi di masa lalu keluarga kak Haidar sih pah, mah... Kenapa mereka bersikap sangat mencurigakan? " Tanya Arsyad saat sudah berada di luar ruangan.


"Ceritanya panjang nak. Kita juga ngga mungkin cerita disini" Jawab Hana dengan suara lembut sambil menatap kearah Daffa. Daffa pun mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan istrinya itu benar.


"Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan mereka berdua Syad" Tiba-tiba Arsyi berkata dengan raut wajah seriusnya.


"Entahlah..." Arsyad menjawab dengan menaikkan kedua bahunya. Hana dan Daffa yang mendengar pun menatap putra putrinya dengan heran.


"Ya Ampun... Aku bisa lupa sih" Gumam Arsyad sambil merogoh saku di bajunya. Dicarinya benda pipih yang sejak tadi terdiam tak bersuara itu.

__ADS_1


"Ngga ada balasan lagi..." Gumamnya sendiri sambil memegang dan memeriksa ponselnya. Ketiga orang di sampingnya merasa heran.


"Kenapa? " Tanya Arsyi sambil sedikit melirik ke ponsel yang masih menyala di tangan Arsyad.


"Nada" Jawab Arsyad singkat. Dan melihat gelagat Arsyad yang terlihat sedikit kacau membuat Arsyi dan kedua orang tuanya paham kenapa Arsyad bisa sebegitu kacaunya.


"Marahan? " Arsyi berkata tanpa berfikir. Membuat Hana dan Daffa memandang ke arahnya.


"Issh... Apaan sih Da. Ngga lah. Oh iya pah, mah... Arsyad tinggal dulu ya. Ada urusan penting" Sambil meraih tangan kedua orang tuanya, Arsyad mencium setelah itu langsung pergi meninggalkan keluarganya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Bicara yang baik Arsyi... Ayo duduk dulu" Akhirnya mereka semua duduk menunggu Haidar di luar.


Di dalam mobil yang dikendarai oleh Arsyad. Iya terlihat sedikit cemas. Sesekali iya mengetuk-ngetukkan jari di atas setir sambil sesekali memeriksa ponsel yang iya letakkan di dekatnya. Merasa jika dirinya sudah benar-benar melakukan kesalahan hingga Nada mengacuhkannya.

__ADS_1


"Ayolah Nad, jangan buat perasaan aku jadi kacau seperti ini" Gumam Arsyad sambil melajukan mobilnya pelan. Pelan namun pasti, tak terasa jika iya telah sampai di depan rumah Nada.


"Lampunya nyala, berarti Nada udah dirumah. Tapi ini sudah hampir malam. Enak ngga ya kalau aku nemuin. Ganggu ngga ya? " Gumam Arsyad disaat iya melihat lampu yang menyala dari dalam rumah tersebut. Namun dirinya juga ragu apakah akan menemui Nada atau tidak karena hari juga sudah malam.


Sedangkan di dalam rumah, Ellyn yang sejak tadi menunggu Nada sudah merasa lelah. Sedangkan cacing di perutnya pun sudah berdemo untuk segera di beri makan. Ellyn memberanikan diri untuk membangunkan Nada. Dengan perasaan takut dan was-was, takut menganngu Nada yang sedang beristirahat, Ellyn membangunkan Nada dengan pelan-pelan. Disaat tangannya akan menyentuh lengan Nada, terdengar sebuah mobil parkir di depan rumah. Ellyn pun mengurungkan niatnya membangunkan Nada. Iya segera keluar kamar lalu mengintip dari celah pintu untuk melihat siapa yang datang di saat hari sudah malam seperti ini.


"Siapa ya? " Gumam Ellyn pada diri sendiri. Dan di saat melihat keluar rumah, iya melihat seseorang turun dari mobil sambil sesekali memegangi ponselnya. Karena tak ingin salah, Ellyn segera berlari kembali ke kamar dan membangunkan Nada.


"Kak... Kakak... Kak maaf, diluar ada orang laki-laki berhenti dan turun dari mobilnya" Ucap Ellyn. Dengan samar-samar Nada membuka matannya karena suara Ellyn yang memanggilnya.


"Siapa Lyn? " Tanya Nada sambil mengucek matanya yang belum terbuka dengan sempurna.


"Ngga tahu kak, kakak lihat aja" Ucap Ellyn. Nada pun mengangguk lalu beranjak untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Kak, Ellyn boleh minta makan? " tanya Ellyn sebelum Nada meninggalkannya. Nada pun mengangguk sambil tersenyum. Ellyn pun ikut keluar kamar dan menuju ke dapur.


__ADS_2