Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Kejutan


__ADS_3

" Dek... Yuk Kita duluan. kakak anterin kamu pulang" Haidar menarik lengan elshida dan membawanya keluar rumah nada.


" tapi nanti Arsyad Bagaimana Kak" arsida sedikit ragu.


" tenang aja, juga belum makan kan?" tanya Haidar. Arsyida pun hanya mengelengkan kepalanya.


"Kita makan dulu sebentar. Nanti kakak antar kamu pulang. Kan Arysad sudah bawa sopir. Tenang aja" Haidar berkata. Selanjutnya iya menghampiri Arsyad yang masih berbincang-bincang dengan Nada dan timnya.


"Syad..." Panggik Haidar. Semua menoleh kerarahnya.


"Kak, kenapa? " Arsyad yang sudah menoleh segera bertanya.


"Kakak ajak Arsyi dulu ya. Nanti kamu pulang sama sopir. Ngga usah nungguin kita" Haidar berkata. Arsyad pun tidak berfikir panjang. Iya segera mengangguk. Haidar terswnyum dan langaung pergi.


"Mari semua" Haidar membungkukkan badan sebentar dan berlalu menghampiri Arsyida kembali. Iya meraih lengan Arsyida yang terbungkus gamis lengan panjang lalu menariknya ke mobil. Arsyida hanya menurut.


"Kak, kita mau kemana? " Tanya Arsyida saat mobil yang mereka kendarai sudah berjalan.


"Makan malam" Haidar menjawab singkat. Arsyipun hanya mengangguk. Dan mereka melanjutkan perjalanan.


Tak sampi 15 menit, Haidar meminta untuk menghentikan mobilnya disebuah taman. Arsyida pun menatap kakak angkatnya dengan penuh keheranan.


"Kak, kita mau ngapain disini? " Tanya Arsyida. Namun Arsyad tidak menjawab. dan malah menarik tangan arsida menuju ke taman. arsida Bun hanya menurut. Sesampainya di tengah taman, terlihat ada sebuah acara yang belum di mulai. Haidar mengajak adik angkatnya ke sana.


" Kak ini sebentar lagi mau ada acara. kita ngapain ke sini?" arsida bertanya dengan heran. Haidar pun mengajaknya untuk duduk di 2 kursi yang telah disediakan. tengah-tengah Taman tersebut sudah dihiasi dengan lampu yang berwarna-warni. lengkap dengan sound system yang sudah dirancang. tiba-tiba seluruh pengamen datang mendekat dan membentuk sebuah lingkaran dengan Haidar dan arsida berada di tengahnya. presiden semakin bingung dengan apa yang terjadi. justru sebaliknya dengan Haidar. Dia terlihat tersenyum dengan memandang ke arah arsida.


tiba-tiba lampu padam dan taman menjadi gelap. Iya pinggir taman saja lampu yang masih menyala dengan terang. pinggir Taman tersebut dihiasi dengan lampu warna-warni dan lampion yang beterbangan secara tiba-tiba. sangat indah untuk malam ini. herbisida memandang semuanya dengan takjub.


" Kak sebenarnya di sini ada acara apa sih?" jika masih belum paham acara apa yang sebenarnya digelar malam ini di taman tengah kota. tiba-tiba seluruh pengamen laki-laki dan perempuan menyanyikan sebuah lagu dari Yovie and Nuno ( Janji Suci)


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan

__ADS_1


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta

__ADS_1


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Oh-oh-oh, oh-oh


Mereka menyanyi bersama-sama. Menambah kesan indah malam yang cerah ini. Namun Arsyida masih tetap terdiam ditempatnya. Sebenarnya iya sudah berfikir jika ini adalah ulah Haidar. Setelah menyanyikan lagu tersebut. Lampu kembali menyala. Dan Arsyida dapat dengan jelas melihat wajah orang-orang disekitarnya. Semakin ramai dan semakin banyak yang datang. Arsyida merasa malu karena dirinya dan Haidar berada di tengah kerumunan orang-orang yang tak dikenalnya.


"Kak, aku malu. Ayo kita pulang saja. Tadi katanya mau nyari makan" Arsyida terlihat menundukkan kepalanya. Haidar yang tahu itu hanya tersenyum. Tiba-tiba dua orang paruh baya datang dari belakang tanpa disadari oleh Arsyida. Mereka adalah Hana dan Daffa.


"Hmm.. hmmm..." Terdengar suara deheman yang sangat familiar di telinga Arsyida. Iya pun menoleh ke belakang.


"Mama... Papa... Kok... Ada disini? " Arsyida bertambah heran. Tiba-tiba lampu kembali padam. Hanya beberapa yang menyala. Setelah itu ada beberapa LCD Projector menyala. Arsyida terkejut karena di layar tersebut ada foto-foto dirinya.


"Kak... Ini maksudnya apa? " Arsyida bertanya, walau sebenarnya dia sudah tahu apa itu. Haidar pun memandang Arsyida dengan senyuman. Tiba-tiba iya berjongkok. Tangannya mengeluarkan sebuah benda berwarna merah. Setelah membukanya, terlihat sebuah cincin dengan permata berwarna biru tua. Sangat indah. Semua orang dibuat melongo dengan apa yang berada di tangan Haidar. Terdengar bisik-bisik dari pengunjung yang datang.


"Arsyida Kinanthi Utama... Dengan segenap jiwa dan ragaku. Izinkanlah aku menjadikanmu bidadari di dunia dan bidadari yang kelak akan menemaniku di Jannah. Izinkanlah diriku membahagiakanmu sebisaku. Izinkanlah aku menjadi imammu yang akan membimbingmu menuju jalan yang diridhoi-Nya" Sambil membuka kota tersebut, Haidar mengungkapkan perasaanya. Arsyida menutup mulutnya dengan kedua tangan. Tak menyangka jika Haidar akan melakukan ini semua.


"Terima.. Terima... Terima.. Terima..." Terdengan sorak sorai dan teriakan dari pengunjung. Arsyida yang merasa malu langsung menundukkan kepala. Iya pun tersenyum. Sesaat kemudian pandangannya tertuju kepada orang tua yang berada di sampingnya. Iya menatap papa dan mamanya. Tak lama, Daffa dan Hana mengangguk sambil tersenyum. Arsyida kembali melihat ke Haidar, setelah itu iya mengangguk.


Riuh tepuk tangan dari pengunjung terdengar jelas dan sangat keras. Haidar segera mengambil cincin terswbut. Dan saat akan memasangkang, tiba-tiba tangan Daffa berada di depannya meminta sesuatu. Haidar yang lupa karwna semua tertutup kebahagiaan pun langaung berdiri dan memberikan cincin itu kepada Daffa. Hana pun ikut maju.


"Biar mama yang pasangkan. Kalian belum muhrim" Hana berkata dengan pelan. Setelah itu, cincin pun terpasang di jari manis Arsyida.


"Terimakasih Arsyida Utama... Aku tidak bisa berjanji untuk selalu membuatmu bahagia. Namun aku akan terus berusaha membuatmu bahagia. Biarlah semua pengunjung disini menjadi saksi malam ini. Aku mencintaimu karena Allah" Ucap Haidar. Kebahagiaan terpancar di mata mereka semua. Daffa dan Hana pun merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"Dan untuk jamuan malam ini, semua pengunjung yang disini, makan gratis dari seluruh pedagang yang berada di taman ini" Tiba-tiba sebuah suara dari sound system itu membiat seluruh pengunjung bersorak gembira. Seluruh pedagang pun menjadi kerepotan karena hal ini. Karena sebelumnya sudah ada konfirmasi dari pihak Haidar, mereka menyiapkan dagangan terbaik. Dan tentunya jumlahnyapun juga ditambah.


Para musisi jalanan pun tak luput kecipratan kebahagiaan ini. Mereka beramai-ramai kembali menyanyikan lagu romantis. Suasana malam ini benar-benar seperti keindahan di kota Jogyakarta. Makan dan konser gratis untuk semua pengunjung.


__ADS_2