Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Bingungnya Seorang aset negara


__ADS_3

Senja menepi menghabiskan terang, memulai titik awal gelap yang akan datang. Nada masih sibuk berkutat dengan dua benda mati yang kini menyala di hadapannya. Ditambah dengan dua ponsel dan tablet yang juga berada di sampingnya. Dari luar terdengar seseorang mengetuk pintu gerbang besi. Nada terus bangkit dari duduknya dan menuju ke depan untuk membukakan pintu.


" cepat masuk bang, aku sudah menemukan beberapa akun yang terduga melakukan semuanya" ucap nada kepada dua orang yang berada di depannya sambil membukakan pintu. namun saat akan melangkah masuk ke dalam rumah, seseorang kembali datang dengan mengendarai sepeda motor sport, terlihat begitu gagah dan menawan. Ketiganya saling pandang, begitu pemotor itu berhenti dan melwpas helmnya, ternyata adalah Hendra.


"Ini bukannya bang Hendra ya? " Nada bertanya setelah helm yang digunakan Hendra dilepas dan iya turun dari motor.


"Lu pakai motor siapa Hen, keren amat motornya? " Tanya Ardi sesaat setelah Hendra turun dari motor.


" Ini motor adik gua, nggak tahu kenapa tiba-tiba motorku mogok" Tutur Hendra sambil berjalan mendekati Vian dan yang lain.


" ad2ik Bang Hendra pasti keren banget, kenalin ke aku bisa dong bang" ucap Nada sambil bercanda.

__ADS_1


" Masih kerenan Abangnya loh" sahut Hendra sambil mengedipkan sebelah matanya ke nada.


" Kerenan juga gua ke mana-mana dah" tiba-tiba suara Vian tak mau mengalah.


"Udah-udah.. Ga ada yang lebih keren dibanding gua. Kalian ini, sudah tahu keadaan genting, masih sempet-sempetnya bercanda. Ayo buruan, keburu ancur tuh. Kerjaan kita makin numpuk nanti" Gumam Ardi menengahi. Mereka semua tersenyum. Setelah itu mereka masuk ke rumah Nada. Seseorang yang ditugaskan untuk mengawal Nada berjaga di luar dari kejauhan. Dia yang selalu menjaga Nada dari jauh. Iya tak ingin orang tahu siapa sebenarnya Nada. Yang terpenting keselamatan gadis itu menjadi tanggung jawabnya.


Didalam sebuah ruangan yang di khususkan untuk meletakkan semua alat-alatnya, Nada dan yang lain segera mengambil posisi dimana letak komputer berada. Mereka langsung terfokus pada 2 layar komputer dan laptop milik Nada.


" bisa-bisanya ya orang ini bisa membobol pertahanan sistem kita. padahal kita sudah berusaha keras membangun sebuah keamanan jaringan yang memungkinkan untuk tidak bisa diubah oleh siapapun kecuali tim kita sendiri" Vian mulai merasa curiga. dan entah kepada siapa kecurigaan tersebut ditujukan.


" jangan suudzon kali Bang, kan yang bisa dalam hal seperti ini bukan cuma kita. lagi pula kita ini dibayar memang untuk bekerja seperti ini. Jadi janganlah ngeluh jangan suudzon Jangan berburuk sangka kepada siapapun. yang penting kita tetap dapat uang" celetuk nada sambil bercanda. Gadis itu pun terlihat tersenyum kepada tiga lelaki dewasa yang berada di sampingnya.

__ADS_1


" tapi hal seperti ini benar-benar menambah pekerjaan kita... kamu nggak ingin refreshing, kamu nggak mau kerja sambil santai? " ucapan Indra membuat semua yang berada di sana menoleh kepadanya.


" bilang aja lu Lagi mager Bro... Hahaha" sahur Ardi secara spontan.


" makan gaji buta dong" celetuk nada membuat semuanya tertawa semakin keras.


" sudah ah, yuk cepat selesaikan semuanya.... kalau sampai ketahuan Siapa pemilik akun itu, Aku pastikan hidupnya nggak akan tenang... Sedikitpun!!! " fian yang kali ini berkata dengan serius membuat semuanya kembali fokus pada layar monitor. Iya juga menekankan pada kata 'sedikitpun'.


Pov Arsyad.


arsyad, Haidar, Daffa serta Hana sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. di dalam kepala Daffa masih memikirkan serangkaian cara bagaimana cara dan juga hukuman apa yang pas untuk orang-orang yang telah berani menyakiti keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2