Kekasih Halal Ceo Tampan S2

Kekasih Halal Ceo Tampan S2
Pedih


__ADS_3

"Sudah hampir seminggu, istikharahku tetap tidak berubah. Apa ini pertanda? " Gumam Nada sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan memandang langit-langit kamar. Lampu yang masih menyala membuat kamar Nada masih terlihat terang.


"Apa aku harus nerima? Atau bagaimana? Lalu ke siapa aku bisa meminta pendapat? " Gumam Nada. Iya merasa sedikit pusing memikirkan ajakan Arsyad.


"Gus Zidan? " Gumamnya sendiri. Tak terasa air matanya menetes. Perlahan membasahi pipinya. Sekejab memejamkan mata untuk menghilangkan bayangan orang yang pernah singgah di hatinya. Namun semakin Nada menepis, seakan bayangan gus Zidan semakin mendekat.


"Apa aku harus meminta nasehat dari abah? " Gumam gadis cantik itu dalam hati. Perlahan air mata membasahi pipi hingga jatuh ke bantal.


"Tapi..." Nada berfikir jika semua akan baik-baik saja. Iya lelah seharian ini. Menangis dan emosi seakan menguasai jiwanya. Dengan perlahan matanya terpejam.


"Huuuffftt" Nada menghembuskan nafas panjang. Begitu berat seakan semua beban iya pikul sendiri. Tanpa disadari, iya pun tertidur.


Pov Arsyad

__ADS_1


Di lorong rumah sakit, Arsyad merasakan kesal dalam hati. Karena orang yang menabraknya tak berkata sepatah katapun. Iya segera berjalan menuju ruang kakek Wira. Begitu mendekat di depan pintu, iya melihat semua keluarganya sedang berdiri. Terdapat wajah-wajah kepanikan dari raut yang terlihat. Arsyad mempercepat langkahnya untuk menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum. Ada apa ini? " Arsyad bertanya ingin tahu apa yang terjadi.


"Kakek" Jawab Haidar dengan wajah penuh kecemasan.


"Kakek kenapa? " Arsyad yang tak mengerti segera bertanya.


"Tadi ada seorang perawat masuk, katanya mau ngasih obat, setelah disuntikkan obat ke selang infusnya, perawat itu pergi. Ngga ada 10 menit, kakek merasa panas di tubuhnya" Jawab Hana mewakili Haidar, putra angkat yang menjadi anak sulungnya.


"Kakek sedang di tangani oleh dokter" Hana menjawab dengan gugup juga.


"Apa yang..." ucapan Arsyad terpotong karena pintu kamar tempat kakek Wira di rawat terbuka. Dan terdengar suara brankar didorong.

__ADS_1


"Mohon maaf, kami harus membawa kakek ke ruang ICU" Ucap seorang dokter dengan cepat. Lalu terlihat tubuh kakek Wira yang tak sadarkan diri. Para perawat dan beberapa dokter segera berlari mengikuti kakek.


Haidar... Kini tertunduk lemah tak berdaya menyaksikan penderitaan sang kakek. Iya begitu menyesal tak mampu menjaga kakeknya dengan baik dan benar. Hembusan nafas yang terasa berat terdengar di telinga keluarga Daffa. Dan disampingnya masih ada om dan tantw Haidar pula. Mereka pun terlihat sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa orang tua yang tinggal satu-satunya itu.


"Kakek..." Ucapan Haidar terputus. Iya terlihat sangat berat untuk melewati semua ini. Dan saat ini, Daffa lah yang berada di sampingnya. Memeluknya sebagai seorang ayah. Menenangkan putranya yang sekarang sedang di peluk oleh kekhawatiran.


"Kita hanya bisa berdo'a Haidar. Mama sama papa tak bisa melakukan apa-apa untuk kakek. Tapi papa sudah menyuruh orang-orang papa untuk menyelidiki semuanya" Daffa tampak sedang menenangkan Haidar. Menepuk pundak putranya dengan lembut dan penuh kasih sayang serta memeluknya untuk memberikan kekuatan.


"Haidar... Tenanglah nak" Hana pun ikut berbicara.


"Tuan Daffa... Kami mohon maaf atas semuanya. Tolong bantu kami untuk bisa mengetahui siapa sebenarnya orang yang ingin mencelakai papa saya" Om Haidar pun ikut berbicara dengan suara yang terdengar kesal.


"Kita lihat saja nanti tuan, saya tidak akan membiarkan siapapun berbuat di luar batas untuk menghancurkan kebahagiaan keluarga saya" Jawab Daffa.

__ADS_1


"Pah... Arsyad tinggal sebentar ya. Mau ngurus sesuatu. Ayo Arsyi! " Ucap Arsyad kepada Daffa lalu menarik tangan Arsyi, saudara kembarnya.


"Arsyad mau kemana? Ini sudah malam" Ucapan Hana hanya dijawab senyuman oleh Arsyad. Karena Daffa memberi isyarat supaya istrinya mengizinkan apa yang akan dilakukan Arsyad. Sebagai seorang ayah Daffa mengerti apa yang akan dilakukan Arsyad.


__ADS_2