
Cahaya putih dan biru itu terus berputar-putar dilangit sana. Terlihat jelas dimata penasehat istana jika Satria dan Malda sedang menyatukan kekuatanmereka berdua dengan telapak tangan yang saling menempel dan mata terpejam.
Tubuh ramping Malda terlihat jelas begitu mirip dengan Puan maharani. Begitu pun dengan Satria yang terlihat seperti Paduka raja Amirullah Syam.
Keduanya terus berputar-putar di udara. "kalian sudah bersatu untuk selamnya. Muai sekarang, kalian tidaka akn terpisah lagi. Karena kekuatan kalian berdua yang terpisah kini sudah melebur menjadi satu. Saya bangga dengan putra Anda Tuan Burhan."
Pakcik Burhan tersenyum, "Putra saya itu istimewa penasehat. Sedari kecil ia selalu mengatakan jika ia akan memiliki seorang ratu yang sangat cantik dan juga memiliki kekuatan seperti telaga biru di belakang istana saat ini. Awalnya saya tidak percaya. Karena saya tahu, tidak ada silsilah kerajaan di dalam keluarga kita. Tetapi setelah Abang saya menikah dengan Puan Maharani, kerajaan yang sering Satria katakan benar adanya. Dan dimasa depan kelak, ialah yang akan menjadi pelindung Malda dari belakang. Yang sebenarnya mereka itu suami istri. Saya baru percaya setelah melihatnya sekarang Penasehat. Saya pikir, saya tiada waktu itu. Tetapi tidak. Kami masih diberi kekuatan untuk menumpas kejahatan yang raja Apilong alias Paman Filip itu akan hancur dengan bersatunya kedua pasangan itu. Seperti yang sudah tertera di dalam legenda."
"Lihatlah kekuatan keduanya? Bukankah mereka sudah selesai?"
Penasehat istana Terkekeh, "belum semuanya tuan Burhan. Putra anda sangat bersenang saat ini. Lihatlah bulir-bulir kristal yang berputar di sekeliling mereka berdua?" jawabnya masih dengan terkekeh-kekeh.
Pakcik Burhan berdecak sebal. "Dasar anak angsa!" ketusnya yang membuat penasehat semakin tertawa-tawa.
Karena ia sangat tahu siapa itu angsa dan juga gelar untuk siapa itu.
__ADS_1
Sementara sepasang anak manusia yang baru saja bersatu itu masih saja bekerja keras dalam menyatukan kekuatan mereka.
Untuk sesaat mereka seakan lupa. Karena hantaman dahsyat dari peleburan dua kekuatan itu yang bertujuan untuk memberantas kemungkaran ankara murka, raja Apilong yang merupakan kakek Malda itu.
Cahaya putih dan kebiruan itu perlahan meredup seiring dengan tubuh keduanya yang kini melayang kembali turun ke dalam menara yang kini sedang ada keduanya disana.
Satria mengecup kening Malda dengan sayang. "Sudah saatnya untuk kita memberantas angkar murka di kerajaan ayahanda sayang,"
Malda mengangguk, "Hem. Besok kita harus menyusun Strategi untuk bisa menelusup masuk tanpa sepengetahuan kakek ku itu," lirihnya dengan mata terpejam.
"Hem," sahut Malda yang kini sudah semakin mengantuk.
Keduanya pun terlelap dengan damai. Tetapi tidak dengan raja Apilong. Saat ini kediaman istana menjadi hancur lebur akibat penyatuan kekuatan yang berkekuatan maha dahsyat itu.
Raja Apilong berteriak sekuat tenaga karena kesal dengan kekuatan dua orang itu yang sudah menghancurkan sebagian istana yang kini ia diami.
__ADS_1
Ia benar-benar marah saat ini. Sekaligus merasa ketakutan karena mereka cepat atau lambat akan segera datang ke istnana.
Entah dengan jalur aman, atau secara langsung. Raja Apilong tidak bisa mencium rencana mereka karena tertutup dua kekuatan itu.
Keesokan paginya.
Sepasang nakal manusia yang sudah sah menjadi suami istri itu kini sedang menikmati sarapan paginya yang langsung diantarakan dari istana oleh pesuruh penasehat istana.
Malda merasakan keanehan pada makanan itu saat ia ingin memakannya. Begitupun dengan minumannya.
Keduanya saing pandang dan mengangguk. Mereka memejamkan kedua matanya dan mulai mengeluarkan kekuatan mereka dan mengeluarkan aura hitam dari makanan itu.
Keduanya tersenyum saat santapan itu benar-benar nikmat terasa. Tidak hanya keduanya, tetapi juga semua masakan di dalam istana kembali enak tidak seperti biasanya yang terasa seperti daging busuk dan juga sangat amis baunya.
Padahal koki istana sudah memasaknya dengan benar. Malda dan Satria menikmati sarapan pertama mereka setelah tadi malam mengeluarkan tenaga yang begitu banyak.
__ADS_1
Malda makan dengan sangat lahap, hingga Satria tertawa dibuatnya.