Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Nama istimewa untuk pangeran kembar


__ADS_3

Satria segera membawa kedua pangerannya untuk menemui sang Bunda yang kini sedang beristirahat di dalam kamar mereka.


Satria melangkah masuk dan melihat dayang As sedang mengganti baju Malda yang baru saja dimandikan olehnya.


Walau perutnya besar tidak membuatnya bermalasan dalam mengerjakan tugasnya. Bahkan ia sangat senang bisa membantu Malda.


Ratu nya.


Satria tersenyum melihat itu. "Istirahatlah dayang As. Kamu juga butuh istirahat saat ini. Kamu sedang hamil juga loh.." peringat Satria yang di jawab dengan tubuh dayang As terjingkat kaget.


Satria terkekeh. Malda tidak mendengarnya lagi. Karena sedari tadi malam ia tidak tidur sama sekali karena menahan rasa mulas diperutnya.


Bahkan saat ia melayani Satria pagi tadi saja ia sengaja diam dan tidak memberitahukan pada Satria jika dirinya sedang sakit dan juga dilanda kantuk yang sangat.


Tetapi karena perutnya makin lama makin terasa mulas, ia lebih memilih berjalan-jalan dan berjaga seorang diri tanpa Satria tahu sama sekali.


Satria tahu saat tadi pagi ia ingin melahirkan. Mengingat itu Satria tersenyum lembut pada Malda yang kini berwajah pucat.


Karena kelelahan dan juga sangat mengantuk. Satria mendekati ranjang nya yang kini masih ada dayang As disana.

__ADS_1


Ia tetap setia menunggu ratu nya itu. "Hem.. Ibunda kamu kelelahan sayang. Kamu berdua jangan ganggu ibunda ya? Cukup Yanda saja yang kamu ganggu. Kalau mau minum susu, akan Yanda buatkan untuk kamu berdua." Imbuhnya pada dua bayi kecil yang saat ini menggeliat karena sangat ingin menyusu.


Satria terkekeh. Ia ingin beranjak mencari tempat susu yang dipintanya tadi pada seorang perawat itu.


Tetapi belum lagi Satria mendapatkannya, ia sudah mendengar ucapan dayang As di belakangnya.


"Jangan berikan susu untuk kedua pangeran, Paduka. Langsung Asi saja." Katanya yang membuat Satria kebingungan.


"Tapi dayang. Gimana Malda bisa menyusui kedua putra kami sedang dirinya saja masih terlelap saat ini." Tunjuknya pada Malda yang tidak sadar sama sekali saat di kamarnya itu ribut dengan suara Dayang As dan Satria.


Dayang As tersenyum, "Paduka bisa membantu pangeran satu persatu!"


Dayang As segera menunjukkan caranya. Pertama ia membuka baju Malda yang bagian dada dan mengambil salah satu pangeran kembar itu untuk di susui secara langsung dari sumber kehidupannya.


Dayang As tertawa saat melihat putra pertama Malda itu menyedot sumber kehidupannya dengan rakus.


Satria pun demikian. Ia pun ikut tertawa. Sekarang, Satria jadi paham bagaimana caranya. Ia tetap melihat si sulung sedang menyusu sedang si adik sedang ia gendong karena tidak sabar ingin menyusu juga.


Satria terkekeh melihat putra keduanya itu semakin gelisah saat dirinya tidak diberi kesempatan untuk menyusu pada sang Ibunda.

__ADS_1


Satria sangat senang melihat kedua pangeran nya itu sangat sehat.


Tujuh hari kemudian.


Hari ini hari ke tujuh kedua pangerannya itu lahir ke dunia.


Hari ini Satria mengadakan aqiqahan untuk kedua putranya. Dan ia mengundang semua rakyatnya itu untuk menikmati acara aqiqahan kedua putranya.


Sekaligus pemberian nama untuk kedua pangerannya itu.


Malda sebagai ratu yang berkuasa disana dan juga Satria sudah menetapkan nama untuk kedua pangeran penerus kerajaan telaga biru itu.


Bayi pertama mereka diberi nama dengan Salim Putra Satria. Dan bayi kedua nya di beri nama dengan nama Salman Putra Satria.


Semua yamg mengetahui kedua nama Pangeran mereka itu sangat senang. Mereka ikut merayakan hari ke tujuh kelahiran keduanya dengan gembira.


Malda dan Satria membagikan sedikit harta peninggalan kedua orang tuanya untuk rakyat yang membutuhkan.


Malda ingin harta kedua orang tuanya itu bermanfaat bagi semua rakyatnya. Bukan hanya itu, pembangunan rumah sakit pun sudah hampir rampung.

__ADS_1


Tinggal finishing terakhir sebelum di buka. Setelah rumah sakit itu siap dibuka untuk kerajaan dan umum, maka Satria dan Malda akan segera kembali ke Indonesia demi melanjutkan sekolahnya yang tertunda selama hampir setahun ini.


__ADS_2