
Malda melahirkan kedua anak nya dengan selamat dan tanpa kekurangan apapun. Satria menangis terharu saat melihat pengorbanan Malda yang ternyata jalan lahirnya harus dijahit lagi.
Satria yang melihat itu bergidik ngeri. Inagin sekali melarang dokter itu. Tetapi tidak berani karena melihat pelototan mata nenek Kinanti padanya.
Malda terkekeh kecil di sela-sela matanya yang terpejam karena mengantuk.
"Tidur saja Nak. Nenek salut sama kamu. Umur kamu belum penuh tujuh belas tahun tetapi kamu bisa melahirkan dengan normal. Sungguh! Kamu beruntung Satria!"
"Ya, seperti aku beruntung memilikimu, Kinanti!" bukannya Satria yang menjawab tetapi kakek Filips yang dibalas cebikan bibir oleh Satria yang terlihat lucu di mata Malda.
Ia melihat Satria yang kini menatanya dengan tatapan teduhnya. Mata itu berkaca-kaca. Malda terkekeh lagi.
"Aku nggak apa-apa abang. Tenanglah. Bagiaman denagn jagoan kita? Lelkai bukan ya?" tanya Malda pada satria yang membuat peuda tampan berkumis tipis itu tertegun seketika.
__ADS_1
"Anakku! Dimana anakku! Kakek! Nenek!" serunya panik saat melihat ankanya tidak ada di kamar mereka saat ini.
Kakek Filips tertawa. "Tenanglah Satria. Kedua jagoan kamu sedang di ditunjukkan kepada seluruh rakyat dan juga penghuni istana. Ada panglima Dani dan juga dokter yang menemaninya saat ini. Keluarlah. Mereka menunggu mu saat ini. Biarkan istri kamu istirahat bersama nenek kamu. Ayo!" ajaknya pada Satria yang kini menoleh pada Malda meminta persetujuan dari Malda.
Malda tersenyum dan mengangguk. "Pergilah. Umumkan kepada mereka semua siapa nama anak kita."
Satria tersenyum, "Tentu. Cup." Satria mengecup dahi Malda yang dipenuhi dengan keringat.
Kedua lelaki beda usia itu segera keluar dari kamar nya dan menuju ruang tamu istana yang kini sudah banyak dengan rakyat dan juga pengawal istana kerajaan mereka.
Satria meneteskan air matanya saat melihat kedua wajah anaknya sangat mirip dengan Malda.
Ia mengecup dahi kedua putranya dengan sayang membuat bayi yang baru lahir itu menggeliat kecil.
__ADS_1
Ia terharu melihat putranya lahir dengan selamat dan sangat sehat. Satria segera berbalik ke arah kiblat dan meletakakan kedua anaknya di tangan kanan dan kirinya bersamaan setelah ia mengambilnya dari gendongan kakek Filips.
Ia mengadzani anaknya dengan syahdu. Malda terharu sampai menangis di dalam kamar sana saat mendengar suara merdu Satria melantunkan panggilan alam semesta.
Semua yang mendengarnya terpaku di tempat. Seperti dihipnotis mereka semua terdiam tanpa suara.
Satria terus mengumandangkan adzan hingga selesai. Setelah selesai, Satria menoleh pada seluruh rakyatnya dengan wajah tersenyum dan sangat tampan.
Banyak gadis yang terpana dengan senyum tampan Satria, raja mereka.
"Baiklah. Seperti yang kalian ketahui jika ratu Malda hamil dan kini sudah melahirkan dengan selamat. Ia memberikan ku dua orang jagoan yang begitu mirip dengan Ibunda nya. Dengan kata lain, ratu Malda versi lelakinya!" celutuk Satria yang disambut gelak tawa oleh semua rakyatnya.
"Hem.. Untuk nama pangeran kembar saya ini, Saya sendiri belum punya. Jika sudah ada akan kami umumkan dan kami akan mengadakan pesta untuk menyambut kehadiran dua pangeran kembar kami ini." Imbuhnya yang disambut sorak sorai semua rakyat dan para pengawal di istana itu.
__ADS_1
"Untuk sekarang, kami harus undur diri. biarkan kami istirahat dulu. Karena sedari tadi kami berdua terus mencari susu!" kelakar Satria disambut gemuruh tawa di ruangan nan luas itu.
Satria dan kedua bayi kembarnya berlalu meninggalkan ruangan istana itu dan memasuki kamar mereka di mana Malda berada.