
Satu bulan berlalu.
Kini Malda sudah kembali lagi ke Malaya bersama kedua anak dan juga pengawal setianya. Malda harus membawa keduanya karena Satria begitu merindukan kedua putranya itu.
Setelah keduanya lepas dar ASI barulah keduanya di kirim kembali ke Indonesia. Begitu arahan dari papi Lana yang memang benar adanya.
Malda dan Satria menuruti perkataan sang papi demi kedua putranya itu yang masih membutuhkan Malda dan juga Satria selaku orang tuanya.
Pada saat kedua pangeran itu pergi, kedua bayi mami Kinara yaitu Lilianti dan Liora menangis kuat hingga kedua pangeran itu yang memegangnya barulah keduanya diam.
Entah apa yang keduanya lakukan hingga kedua bayi mami Kinara itu terdiam. Malda pun sampai heran dibuatnya. Tak lama setelahnya Papi Lana dan papi Ali terkekeh saat memehami maksud kedua bayi yang tidk ingin berpisah dari pasangannya itu.
Malda akhirnya bisa pergi dengan tenang setelah kedua jodoh putranya itu kembali tenang. Dengan cara kedua putranya mengusap kepala kedua bayi cantik mirip mami Kinara itu.
Dan disinilah mereka kini berada. Setelah tiba dari bandara, kedua pangeran itu langsung menuju ke taman belakang dimana pohon obat dan telaga biru berada.
Keduanya kini sedang bermain di telaga biru bersama Malda dan Satria. Satria sangat kewalahan menangani kedua putranya itu yang merangkak begitu lincah dan sangat cepat.
Kedua nya begitu kompak membuat ayahanda nya kewalahan karena kelakuan mereka itu. Kedua anak itu sangat senang bermain air.
Mereka sengaja duduk diatas rakit yang tersedia disana karena Satria sering bersemedi dari sesudah subuh sampai matahari terbit.
Oleh karena itu, saat ini kedua bocah itu pun ingin naik rakit itu bersama kedua orang tuanya. Kedua pangeran itu menyentuh air telaga itu hingga menimbulkan bias kebiruan berpendar di atas telaga itu.
Satria dan Malda tersenyum melihat itu. "Ternyata kedua putra kita mewarisi kekuatan kita ya, Sayang?"
Malda mengangguk sambil tersenyum, "Abang benar. Ternyata penyatuan untuk pertama kalinya kita lakukan dulu menghasilkan kedua penerus kita nan tampan ini. Setampan Abang! Bahkan sama persis! Hanya bibir dan mata keduanya yang mirip dengan ku!" gerutu Malda yang di tertawakan oleh Satria." Dan juga separuh kekuatan kita saat ini mengalir di tubuh keduanya. Inilah maksud dari arti penyatuan dua tubuh dan dua kekuatan untuk kita berdua. Sekarang baru aku tahu maksud dan tujuannya. Ibunda dan Yanda sengaja menuliskan itu untuk kita berdua, karena mereka yakin. Jika Abang bisa menuntunku seperti yang mereka mau.." lirih Malda dengan mata menatap lurus ke tengah telaga dimana bias cahaya kebiruan milik kedua putranya sedang bermain dan berputar-putar disana.
Satria tersenyum, ia menyentuh tangan Malda yang satunya menganggur. "Kamu memang sudah terpilih untuk mendapatkan kekuatan ini. Kita berdua. Bukan hanya kamu, Sayang. Abang sedari kecil sudah dipercaya untuk melindungimu. Makanya Abang sampai menyusul mu ke Indonesia sampai enam belas tahun lamanya disana.
Yanda sengaja mengirim Abang dan ayahanda untuk melindungimu waktu itu. Karena hanya kami yang tersisa. Kami berdua bisa menyelamatkan diri ketika kakek dulu masih dikuasai ilmu jahat itu.
Keduanya percaya jika Abang bisa menjadi suamimu, menuntun dan membimbingmu. Keduanya juga bilang kalau kekuatan itu akan bersatu dan bertambah kuat jika kita sudah bersatu.
__ADS_1
Bersatu dalam hal ikatan batin dan rohani kita. Dengan cara ya.. Seperti yang kita lakukan dulunya untuk pertama kali." Ucap Satria yang ditanggapi dengan wajah merona oleh Malda.
Satria terkekeh, ia mengecup kening Malda sekilas. Kemudian berganti pada kedua anaknya. Kedua putra mahkota itu tertawa senang berada di dalam pangkuan kedua orang tuanya.
"Abang benar. Untuk saat ini kerajaan kita sudah kembali bersih dan damai. Tak ada lagi perebutan tahta dan kekuasaan. Karena kekuasaan itu mutlak milik kita berdua."
"Ya, dan setelah ini kita harus buat putra mahkota lagi untuk menambah riuh suasana malam dan hari kita!"
Plak!
Buahahaha..
Satria tertawa saat Malda menepuk lembut lengan dan dadanya yang di ikuti oleh kedua putranya itu juga dengan tertawa.
"Enak saja mau program lagi! Yang dua ini saja belum selesai nyusu! Mau dikasih apa ke mereka berdua?? Susu lembu?!" ketus Malda yang ditertawakan lagi oleh Satria.
Panglima Dani, Nenek Kinanti, Kakek Filips dan juga dayang As pun ikut tersenyum melihat kebersamaan mereka dirakit di tengah telaga sana.
"Alhamdulillah.. Ahirnya ratu kita kembali lagi kesini. Butuh sedikit bujukan untuknya bisa kembali kesini." Ucap Nenek Kinanti yang diangguki oleh kakek Filips.
"Kamu benar! Jika bukan karena kembaran Panglima kita ini, mungkin Malda saat ini tidak mungkin bisa kembali lagi ke kerajaannya. Ia sangat betah tinggal disana." Timpal Kakek Filips membenarkan ucapan sang istri.
"Benar sekali yang Mulia. Yang mulai ratu memang tidak ingin kembali kesini. Ia berat meninggalkan tempat dirinya di besarkan. Tetapi karena bujukan tuan Lana, dan nyonya Kinara. Ia kembali lagi kesini. Dengan catatan, kedua orang yang membujuknya harus datang kesini satu bulan sekali!"
Ke empat orang itu terkekeh bersama. "Itulah ratu kita. Dia tidak mau rugi sedikitpun! Jika dirinya berkorban, maka yang dikorbankan nya harus mengikuti apa maunya!" Ujar nenek Kinanti yang ditertawakan oleh mereka semua.
Malda dan Satria saling pandang kemudian terkekeh bersama.
"Abang bahagia sekali Sayang, saat tahu kamu kembali kesini untuk menemnai suami tampan kamu ini!" Satria tergelak saat Malda mencubiti pinggangnya.
"Iyalah aku pulang! Abang 'kan suamiku? Cintaku dan hidupku? Tanpa kamu, apalah aku!"
Hahahaha..
__ADS_1
Keduanya tergelak bersama di rakit di tengah telaga itu. Para pengawal dan panglima yang berada disana ikut serta tertawa melihat kebahagiaan raja dan ratu mereka.
Akhirnya aku kembali ke tanah kelahiranku demi menuruti permintaan Yanda dan Bunda dulunya. Bersama Bang Satria, kami berdua akan membuat seluruh rakyat kami sejahtera dan bahagia selamanya sampai ajal menjemput mereka.
Yanda.. Bunda.. Terimakasih karena sudah memberikan ku seorang jodoh yang begitu melindungi mengayomi serta sangat mencintaiku.
Ananda berjanji.
Kami berdua akan membuat kerajaan ini makmur seperti keinginan kalian dulunya. Kami akan berusaha sampai bisa mewujudkan keinginan kalian berdua.
Doakan kami agar kami selalu bisa, kuat dan bahagia ketika bersama. Doa kalian yang kami butuhkan dan kami juga akan mendoakan kalian berdua disana.
Sampai bertemu di keabadian Yanda.. Bunda..
Ananda sudah kembali kesini. Ratu telaga biru sudah kembali dan siap memimpin kerajaan ini bersama Kanda Satria PrabuLingga.
Nama baru untukmu Kanda Satria!
Satria tertawa saat mendengar batin Malda berbicara dengan mata mengedip nakal padanya.
Tentu sayangku, ratuku Puan Maldalya Satria Purbalingga. Kita berdua bersama untuk mewujudkan impian keduanya.
Sampai titik darah penghabisan. Sampai kedua putra mahkota dan anak-anak kita selanjutnya yang memimpin kerajaan ini.
Abang juga sangat mencintaimu, ratuku Puan Maldalya..
Dan akupun sangat mencintaimu kanda Satria PrabuLingga..
Kedua nya saling berpelukan mesra dengan duo pangeran di tengah keduanya yang juga memeluknya dengan erat.
Kini, Malda dan Satria sudah bersatu dan kembali ke kerajaannya. Mereka sudah bahagia untuk selamanya...
...TAMAT...
__ADS_1