Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Mengurus Istana


__ADS_3

Setelah melihat Satria dan Malda menghilang, kini Panglima Dani mengirimkan sinyal tanda meminta pertolongan pada seluruh masyarakat sekitar dan juga pegawal mereka.


Penasehat Istana yang baru saja tiba pun terkejut bukan main melihat semua binatang itu. Panglima Dani pun segera menyampaikan apa yang Satria katakan tadi padanya.


Penasehat Istana mengangguk setuju. Pengawal setia yang selalu mengikutinya, ia mendapat mandat untuk datang ke istana dan emnyampaikan pesannya kepala kepala pelayan istana untuk megirim orang demi menjaga raja Apilong.


Beliau sebenarnya ingin bertanaya banyak hal. Tetapi waktunya belum tepat lantaran istana amsih dalam keadaan sibu.


Beliau terpaksa memendam keingin tahuannya tentang proses Malda dan Satria yang bisa mengalahakn raja Apilong.


Jangankan pensehat istana, Panglima Dani dan dayang As saja tidak tahu seperti apa caranya.


Mereka tahunya jika kedua ratu dan rajanya itu sedang berperang melawan raja Apilong berdua saja.


Belum lagi keduanya tadi sangat shock kala melihat jika datok Amirullah dan Puan Maharani lah yang menumpas kejahatan itu sendiri bersama Datok Amirullah.


Mereka sangat ingin tahu. Tetapi itu tidak mungkin. Karena yang mengetahui semua itu sedang memulihkan kekutaannya di dasar telaga sana.


Penasehat istana bisamelihat keduanya sednag duduk saling berhadapan dengan tangan saling bertaut satu sama lainnya.


Pendar warna cahaya putih dan kebiruan keluar dari tubuh keduanya. Beliau tersenyum.

__ADS_1


Panglima Dani pun demikian. Mereka semua bahu membahu untuk menyelesaikan tugas dari sang raja pada mereka semua.


Yang pertama mereka lakuakn ialah mengantar semua kawanan binatang itu menuju ke sisi utara istana untuk dimasukkan ke dalam taman satwa istana.


Perjalanan kesana membutuhkan waktu sekitar dua hari lamanya. Panglima sendiri yang mengantarkan semua hewan itu.


Sedang dayang As harus tetap di istana demi menjaga dua raga mlik raja dan ratunya.


Tubuh keduanya akan di pindahkan saat panglima Dani kembali dari utara nantinya. Untuk sekarang, mereka hanya perlu mengurus jasad yang sudah menahun itu untuk di kuburkan dengan layak.


Penasehat istana meminta pertolongan raja tetangga untuk membantu mereka. Raja tetangga itu sangat senang mendengar jika bukan raja Apilong lagi yang berkuasa melainkan putri tunggal Datok Amirullah lah yang kini berkuasa.


Mereka sangat kasihan melihat jasada tidak berdosa itu. Sudah di nodai, di hisap darahnya kemudian di bunuh dan di buang begitu saja.


Semua itu akibat perlakuan raja Apilong yang menuntut ilmu iblis yang mengharuskan dirinya memberikan tumbal setiap bulan purnama.


Dari sekian banyak gadis, hanya satu yang masih hidup. Itu pun gadis itu yang berhasil hidup kembali dan memberikan keturunan pada raja Apilong yang kini ia ungsikan di sebelah barat istana.


Hal yang baru mereka tahu semuanya.


Berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu mereka membongkar jasad itu dan dikuburkan dengan layak.

__ADS_1


Hingga satu setengah bulan lebih, proses itu barulah selesai. Penasehat istana sangat berterimakasih pada raja tetangga yang merupakan teman lama almarhum datok Amir itu.


Ia senang bisa membantu kerajaan sahabat lamanya yang sudah tiada itu. Jika ia masih hidup, pastilah putra nya saat ini sudah ia jodohkan dengan Malda.


Tetapi semua itu tidak bisa terjadi, karena Malda sudah memiliki suami yaitu satria yang merupakan anak dari Pakcik Burhan. Adik kandung yang paling bungsu dari datok Amir sendiri.


Mendengar kabar itu beliau sedikit kecewa, tetapi beliau tidak marah. Karena itulah takdir Malda, putri kandung dari sahabat lamanya itu.


Kini istana sudah kembali seperti sedia kala. Sudah aman, bersih dan kembali asri setelah raja Apilong tidak berkuasa lagi.


Hanya tinggal menunggu kebangkitan kedua orang yang saat ini sedang mereka tunggu kebangkitannya setelah bersemedi.


Entah butuh berapa lama, mereka pun tidak tahu. Yang jelas, pesan dari raja mereka akan tetap mereka lakukan.


Untuk sementara waktu, pakcik Burhan yang mengambil kuasa kerajaan yang diperintahkan oleh penasehat istana langsung yang tidak bisa di tolak.


Selama Malda dan Satria yang belum bangun, ialah yang akan dituntut untuk berkuasa disana.


Beliau tidak punya pilihan lain selain menerima. Karena beliau terpaksa sembunyikan di pohon gaharu karena sakit yang di deritanya.


Sekarang beliau sudah sehat dan sudah memimpin kerajaan sang keponakan dan putranya sampai mereka kembali lagi untuk memimpin kerajaan datok telahga biru itu

__ADS_1


__ADS_2