
Malda tertawa. Begitupun dengan Satria. Keduanya terus tertawa sampai daun teratai itu membawa mereka ke tepian.
Disana sudah menunggu dayang As dan Panglima Dani. Termasuk Tuan Kasmir.
Taman yang semula layu kini segar kembali saat kaki Malda dan Satria menginjakkan lagi untuk pertama kali setelah mereka kembali masuk ke dalam telaga biru itu.
Dayang As mendekati Malda.
Grep!
"Yang Mulia ratu.. Paduka raja.. hiks.. hiks.." isak dayang As yang di sambut gelak tawa oleh Malda dan Satria.
Suara gelak tawa itu membahana di udara. Burung beterbangan dan juga air yang tadinya hitam kini semakin terlihat jernih.
Saking jernihnya, bisa terlihat seperti ada istana dibawah air sana. Semua yang melihatnya tertegun.
"I-ini..."
"Tenanglah Paman.." ucap Malda sambil tersenyum padanya.
Tuan Kasmir mendekatinya masih dengan wajah yang begitu terkejut melihat perubahan yang terjadi di telaga itu.
"Ba-bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa bisa? Apa yang sudah kalian lakukan hingga kutukan itu terlepas??" tanya tuan Kasmir pada Satria dan Malda yang di jawab dengan senyuman saja oleh keduanya.
__ADS_1
"Yang mulia.." lirih Dayang As
Malda terkekeh. "Kutukan yang dibuat oleh ayahanda itu sudah selesai tuan Kasmir. Kami sudah mematahkan kutukan itu dengan pengorbanan cinta kami berdua."
"Maksudnya?" tanya Panglima Dani yang kini kebingungan dan belum paham maksud perkataan Malda.
Satria tersenyum, "Mari kita duduk di bawah pohon jambu milik ibunda ratu." Tunjuknya yang membuat semuanya menoleh kesana.
Lagi, mereka semua tertegun.
"Ayo!" ajak Satria lagi pada mereka semua.
Mereka mengangguk pasrah. Semuanya pun ikut duduk di bangku yang sudah tersedia disana yang dulunya itu terlihat begitu lapuk dan rapuh.
Bangku panjang berukiran cantik itu kini seperti baru saja dipoles dan dibawa langsung dari tokonya.
Tuan Kasmir masih mengingat tentang sejarah Bangku antik itu.
"Duduk dulu. Kami akan menceritakan segala nya kepada kalian semua. Ayo sayang, ceritakan!" titah Satria pada Malda.
"Pada saat aku membaca tentang empat kaki dan empat tangan itu, aku menemukan satu kata yang digabung disana." Ucap Malda mulai menceritakan tentang isi kitab itu.
Pada saat Malda membaca semua isi kitab itu, dirinya dibuat tertegun dengan satu kata NANTA. Awal mulanya Malda bingung apa singkatan nama itu atau apa artinya.
__ADS_1
Hingga di ujung kertas paling bawah tertulis pesan:
Cinta dan Pengorbanan akan menghubungkan segala sesuatunya. Jika cinta melakukan pengorbanan, maka cinta akan selalu bertahta. Begitu pun sebaliknya. Jika pengorbanan dilakukan demi cinta. Maka akan semakin jaya lah bagi mereka yang merasakan cinta yang dikorbankan demi seseorang yang mereka cintai.
Jika ada seseorang yang mencintai mu rela mati demi dirimu, maka kutukan itu akan terhapuskan. Atau terpatahkan.
Karena hanya orang-orang yang memiliki cinta yang tulus akan bisa mengubah segala sesuatu yang hitam menjadi putih. Yang kotor menjadi bersih dan yang setia menjadi abadi kekal untuk selamanya.
Hanya dengan NANTA atau PENGORBANAN AKAN CINTA YANG BISA MERUBAH SEGALANYA.
Malda tersenyum-senyum saat memahami arti maksud dari kalimat yang dituliskan oleh sang ibunda untuknya.
Hanya dirinya yang bisa membacanya. Karena ia tahu maksud dan tujuan itu maka dengan cepat Malda melakukan hal itu.
Demikian juga dengan Satria. Ia sangat mencintai Malda lebih dari dirinya. Ia bahkan rela pergi asalkan Malda bisa mendapatkan kerajaan itu.
Satria orang terpilih yang bisa melakukan pengorbanan itu. Tetapi Malda tidak mengizinkannya.
Sebagai gantinya, ia yang mengorbankan dirinya demi Cinta dan setianya kepada Satria. Hingga terjadilah proses kekuatan penggabungan diantara keduanya.
Yaitu kekuatan yang sudah tertulis, Pengorbanan cinta yang baru saja mereka dapatkan setelah mengalami hal seperti mati bersama di bawah air sana.
Malda tahu jika itu mustahil terjadi. Tetapi yang sudah tertulis tidak mungkin bisa di elak lagi. Faktanya kini keduanya bisa mengembalikan seluruh taman menjadi taman seperti pada zaman nya puan Maharani dan Datok Amirullah dulunya.
__ADS_1
Taman yang penuh akan cinta di dalamnya. Dan mereka semua bisa merasakannya saat ini.