
"Mami.. Papi.. Kakak pulang seperti keinginan kalian berdua empat bulan yang lalu.."
Dddduuuaaaarrrr..
Kinara dan Ali spontan berdiri. Mereka berdua terpaku saat melihat jika yang ada dihadapan mereka berdua saat ini adalah Maldalya putri sulung Lana.
Mata keduanya berkaca-kaca. Malda tersenyum manis pada mereka berdua dengan tangan Terbuka menyambut kedua oprang yang saat ini mematung dan terkejut melihatnya.
Kinara ingin mendekati Malda dan memeluknya, tetapi langkah Kinara tertahan saat melihat seorang panglima berwajah dingin menatap tajam padanya. Menurut mereka. Padahala mah Satria kan suami Malda.
Kinara tak gentar. Ia membalas tatapan tajam panglima itu tak kalah tajamnya hingga panglima itu berbalik melihat ke arah lain.
Ali terkekeh, begitu pun dengan Malda.
Kinara kembali tersenyum mata itu kembali berkaca-kaca. "Hiks.. Putriku.. Kamu kembali Nak? Kamu sehat, hem? Nggak ada yang luka kan ya? Kamu kemana selama enam bulan ini? Kenapa tidak mengabari Mami??" cecar Kinara dengan banyak pertanyaan hingga membuat Satria itu tersenyum tipis.
Malda tertawa.
Kinara terpana. "Benarkah ini Maldalya putri Mami?"
__ADS_1
Malda tersenyum lagi. Senyum yang sangat memabukkan. "Iya Mami Kinara. Ini kakak. Kakak kembali sesuai dengan permintaan Mami. Tapi Kakak butuh waktu sedikit lama untuk bisa kembali ke Indonesia karena tampuk kekuasaan ayahanda Amirullah sangat butuh Kakak. Jadi ya.. Baru bisa sekarang, Mami." Ujarnya pada Kinara yang kini sudah memeluknya dengan erat.
Ia menangis di pelukan Malda.
Panglima itu terus saja melihat interaksi antara Kinara dan Malda. Ia pun berdehem.
"Ehem," deheman Satria merasa iri jika dirinya juga ingin di peluk oleh Mami Kinara, secara kan dirinya suami Malda? Satria mendengus dalam hati.
"Diam kamu! Siapa sih kamu?! Jangan ikut campur dengan urusan saya dan putri saya! Kamu baru sebentar bertemu dengannya sudah sok berkuasa kamu! Minggir sana!" Ketus Kinara begitu kesal kepada Panglima Malda itu yang sebenarnya suami Malda yang belum mereka ketahui.
Ali Tertawa begitu juga dengan Malda. Sementara Satria itu melototkan matanya pada Kinara.
Sungguh, pengalaman pertama Satria itu ialah bertemu dengan Ibu hamil yang begitu jutek padanya.
Wajahnya itu semakin datar saja. Kinara berdecak. "Ck. Nggak perlu kamu tunjukin wajah datar kamu sama saya! Saya bisa lebih dari wajah kamu itu! Dan wajah datar kamu itu belum sebanding dengan wajah datar Abang, suami dan Papi saya!" ketusnya lagi.
Ali benar-benar sakit perut saat ini. Ia sudah tidak sanggup lagi melihat Kinara yang begitu jutek pada panglima yang sebenarnya sepupu sekaligus suami Malda.
Malda masih saja tertawa melihat wajah masam Satria padanya.
__ADS_1
"Ini siapa sih Kak? Kok yang natap Mami kayak ingin nerkam Mami aja sih dia?! Siapanya kamu ini? Calon suami?? Eh? Tapi kan kamu belum tamat sekolah Kak. Umur kamu dan Gading itu berbeda bulan saja. Tetapi karena kamu merupakan putri sulung Bang Lana, makanya Mami mengajarkannya untuk memanggil mu kakak."
Malda berhenti tertawa dan menoleh sekilas pada satria yang kini masih berwajah masam, "Ini Panglima kerajaan Kakak, Mi. Beliau ini merupakan saudara sepupu dari sebelah ayah. Pakcik Burhan memiliki seorang putra yang bernama Satria. Dan ini orangnya. Orang yang empat bulan yang lalu menyusul kakak kesini saat kakak kabur dan juga saat kakak hampir mati tenggelam di telaga biru.." jawab Malda yang membuat Ali dan Kinara terkejut bukan main.
"Kamu pernah tenggelam, Nak? Karena apa? Karena ingin di bunuh oleh uwak mu sendiri atau Kakek kamu?" tanya Kinara langsung tepat sasaran.
Satria terkejut. "Bagaimana anda tau jika Ratu Maldalya pernah tenggelam?" tanya nya dengan suara yang begitu halus tetapi terdengar begitu lembut.
Kinara sampai menganga melihatnya. Ia menoleh pada Ali. "Kenapa gaya ngomomngnya sama kayak Abang sih? Kamu niru ya?" tuduhnya pada Satria dengan mata menyipit tajam.
Satria hanya bisa menggeleng tetapi masih dengan wajah datar. Ali tertawa lagi. Begitu pun dengan Malda.
Sulit sekali berhadapan dengan ibu hamil seperti mamai mertuanya ini. Satria berdoa dalam hati, agar kehamilan Malda berikutnya tidak seperti mami mertuanya ini.
...****************...
🤣🤣🤣🤣🤣
Ada yang rindu nggak sama Mami kinara dan papi Ali??
__ADS_1
Hahaha.. Othor ngakak tiap kalia baca ulang part ini. Lucu! 🤣🤣🤣