Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Sudah tertulis di dalam legenda


__ADS_3

"Selamat datang di kerajaan Malaya tuanku raja dan ratu Malaya!" sambutnya pada ketiga orang yang kini sedang tersenyum padanya.


Hanya Malda dan Satria yang tersenyum, sedangkan Pakcik Burhan amsih terlihat linglung.


"Asslamualaikum Tuan Kasmir!" sapa Satria pada pria paruh baya penasehat kerajaan Telaga biru itu.


Beliau menunduk kan sedikit tubuhnya pada Satria dan Malda. "Bangkitlah Tuan. Kami sangat lelah saat ini. Bolehkah kami beristirahat dulu?" tanya Satria yang kasihan melihat Malda dengan mata sayunya.


Tuan Kasmir tersenyum, "tentu. Apakah kalian tadi di serang oleh pasukan berjubah hitam?"


"Ya, hah. Kami diserang. Makanya Malda sedikit lelah. Kami istirahat dulu ya? Tolong urus ayahandaku Tuan Kasmir!"


"Tentu paduka!" jawabnya dengan tersenyum lembut melihat malda di gendong olehnya dan masuk ke kamar miliknya tiap kali singgah dirumah penasehat istana itu.


Satria membawa Malda menuju kamarnya dan membaringkannya disana. satria mengusap lembut kepala Malda yang masih tertutup hijab berwaran hitam.

__ADS_1


"Abang akan mengurus pernikahan kita Lya. Tidak baik kita berduaan seperti ini. Hari ini juga kita akan menikah disini. Abang akan mengurus semuanya. Kamu istirahat saja dulu, cup!"


Satria mengecup keing Malda sekilas yang membuat Malda tersenyum padanya. Tetapi tidak dilihat olehnya karena sudah berlalu pergi meninggalkan Malda seorang diri.


Tiba diluar pakcik buhan baru bisa percaya bersama penasehat kerajaan telaga biru itu.


"Apa yang harus kita lakukan untuk menyembunyikan Malda untuk sementara ini? Diluar sudah terlihat para pengawal raja Apilong sedang menuju kesini." ucapnya dengan gelisah dan sesekali melihat ke arah pintu.


Takut jika pengawal raja Apilong datang untuk membawa mereka bertiga. Penasehat istana itu tersenyum.


"Benar sekali! Mereka memang tahu jika Malda sudah kembali bersama kita. Tetapi mereka tidak bisa masuk kesini. Karena aku dan Malda sudah mengunci tempat ini agar mereka semua tidak bisa mendeteksi dan mendengar keberadaan dan apa yang kita bicarakan."


"Itulah yang ingin saya katakan." timpalnya membenarkan ucapan Satria.


"Hah. Baiklah, Tuan Kasmir! Segera carikan saya seorang penghulu yang bisa menikahkan kami berdua. Untuk wali nikahnya ada ayahanda ku. Karena beliau merupakan adik kandung dari almarhum Datok Amirullah Syam." Ucapnya dan diangguki oleh Tuan Kasmir.

__ADS_1


Ia segera mengirimkan signal ke udara. Signal itu membentuk burung merpati yang langsung tertuju kearah tujuan yang ia maksud dan ia pikirkan.


"Sudah," katanya


Satria mengangguk setuju. "Aku mau istirahat sebentar. Jika orangnya sudah tiba segera panggil aku, Tuan Kasmir!" imbuhnya dengan segera berlalu.


"Baik paduka."


Satria melangkah masuk menuju ke kamarnya dimana Malda sednag duduk dan bermediasi memuilhkan kekuatannya Satria tersenyum saat melihat warna kebiru-biruan muncul dari tubuh Malda.


"Sudah pulih ternyata," ucapnya dengan segera duduk dihadapan Malda dengan bersila dan mulai melakukan hal yang sama seperti Malda lakukan.


Saat keduanya bersatu dalam bermediasi, cahaya kebiru-biruan seperti warna air telaga biru itu, semakin bersinar terang.


Keduanya sangat fokus. Tuan Kasmir yang melihat cahaya yang keluar dari kamar Satria tersenyum.

__ADS_1


"Sudah waktunya bagi mereka untuk menunjukkan diri dan memberantas kejahatan yang sedang merajalela di kerajaan Datok Amirullah ini. Saya harap, mereka berdua sanggup menghadapi Raja Apilong seperti yang sudah tertulis di dalam legenda. Bahwa akan datang dua orang kesatria yang terlahir kembali dari dasar telaga biru untuk menumpas kejahatan yang Raja Apilong lakukan saat ini. Semoga legenda ini benar adanya. Dan aku bisa melihat, jika mereka berdua lah orangnya." Batinnya tersenyum senang.


__ADS_2