Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Histeris


__ADS_3

Tiba dirumah duka, jenazah itu segera mereka turunkan. Bukan hanya satu yang menyambut keduanya jenazah itu. Tetapi banyak orang yang menyambut jenazah keduanya.


Mereka sangat terkejut dengan bau harum dan juga jasad keduanya yang masih utuh itu. Walau sudah terlihat jika di layar tadi kedua jenazah itu masih utuh, tetap saja mereka belum percaya.


Dan saat mereka melihatnya sendiri ketika kantong jenazah itu dibuka. Mereka shock dan histeris seketika.


Apalagi anak almarhum yang ditinggalkan. Semuanya histeris melihat itu. Tak urung Malda dan Satria.


Semuanya menangis pilu melihat jenazah itu tersenyum sambil tangan keduanya membelit lagi.


Siapa pun yang melihat itu pastilah tidak sanggup melihatnya. Sedih sekali. Baru tadi siang keduanya berbicara, tetapi kini?


Keduanya sudah terbujur kaku dengan bibir tersungging senyum manis sekali. Seakan keduanya tidak memiliki beban sedikit pun.


Mereka pergi tidak meninggalkan derita untuk anak mereka. Keduanya pergi sudah meninggalkan bekal untuk ke lima anaknya serta cucu-cucu nya.


Mami Annisa dan mami Kinara yang paling histeris melihat itu. Papi Tama dan papi Ali sampai kewalahan melihat keduanya seperti itu.

__ADS_1


Mami Kinara sampai pendarahan lagi dan harus dilarikan kerumah sakit. Tetapi ia tidak mau. Ia ingin berbaring di samping kedua orang tuanya yang terpaksa papi Ali turuti.


Uwak Ira sudah pingsan berulang kali saat jenazah keduanya dibuka dan semerbak harum mengisi seluruh ruangan keluarga itu.


Ia pun sempat histeris. Semua cucu-cunya ikut histeris melihat itu. Mereka tidak menyangka, jika Opa dan Oma mereka akhirnya sudah berpulang kepangkuan Allah.


Malda memegang kedua tangan itu sebelum ia pingsan dan tidak sadarkan diri lagi bersama Satria yang membuat semua orang heboh di buatnya.


Papi Lana yang melihat kedua anaknya itu pingsan, meminta warga untuk membaringkan mereka berdua disana.


Papi Ali meminta semua keluarga untuk berkumpul dan mengelilingi jenazah itu untuk yang terakhir kalinya.


Para warga yang mengenal almarhum pun ikut membacakan yasin diluar rumah mereka. Karena di dalam sudah tidak muat lagi.


Bahkan ada yang dijalanan membaca yasin untuk almarhum. Yang jelas, kediaman almarhum saat sednag di penuhi para pelayat yang akan emyaksikan kedua orang tersohor itu untuk terakhir kalinya.


Malam ini Jenazah itu di semayamkan dulu disana. Untuk terakhir kalinya sebelum mereka berdua di kuburkan di ke esokan harinya.

__ADS_1


Kabar kematian dua pengusaha sukses itu sudah terdengar ke seluruh penjur kota Medan. Mereka berbondong-bondong mendatangi rumah duka untuk berbela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan.


Rencananya, sehabis subuh jenazah itu akan dimandikan. Karena masih tengah malam yaitu dini hari, maka biarkan untuk beberapa jam sebelum di kuburkan.


Para rekan bisnis almarhum baik di dalam negeri maupun luar negeri sudah bergerak menuju Medan. Mereka semuanya ikut berbela sungkawa atas kepergian almarhum yang begitu di kenal dingin tetapi humoris itu.


Satria dan Malda yang sudah sadar, kembali terisak kala bau harum itu semerbak memenuhi rongga hidung mereka.


Ya Allah.. Maafkan kami berdua yang tidak bisa mencegahnya. Karena ini merupakan takdir untuk keduanya.


Kami manusia yang sama seperti mereka. Dan kami pun cepat atau lamabat akan menyusuk mereka ke tempat MU.


Ampuni segala dosa keduanya di masa lalu dan juga masa sekarang. Baik besar maupun kecil. Terima mereka di tempat yang layak di sisi Mu ya Robb.. Yaitu Surga terindah untuk mereka berdua.


Semoga kami yang ditinggalkan tabah menghadapinya.


Amiiin..

__ADS_1


Batin Satria dan Malda bersamaan menatap sendu pada sepasang jenazah yang tersenyum begitu manis itu.


Othor selesaikan hari ini. Kalau nggak sempat, berarti besok pagi. Pantengin terus ye? Bab bab terakhir menuju Tamat.


__ADS_2