Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Kembali dari kematian


__ADS_3

Bumi tempat mereka berpijak bergetar seketika saat tubuh keduanya jatuh menimpa dasar telaga.


Terjadi gempa diistana telaga biru. Semuanya panik dan lari berhamburan keluar istana.


Istana kokoh itu bergoyak bak ada sesutu yang menggoyangkan dari bawah. Raja Apilong yang masih sakit berusaha kembali mengerahkan kekuatannya agar gempa itu berhenti.


Jangan kan untuk berhenti, kekuatan nya bahkan sama sekali tidak berguna. Kekutannya bukannya mengurangi malah semakin kuat saja bumi di tempat mereka berpijak saat ini.


Seketika awan gelap menghilang bersamaan dengan suara dentuman dari belakang istana lebih tepatnya di telaga biru milik istana kini begitu dahsyat.


Duum!


Tuam!


Byuuurrr!


Splashhh..


Warna biru kebiruan dari dasar telaga mencuat ke permukaan. Bersamaan dengan dua tubuh terpental dan melayang di udara.


Salah satu orang kepercayaan Datok Amirullah dibuat tak percaya dan sangat takjub dengan pemandangan diatas sana yang menunjukkan sepasang anak manusia dalam balutan baju khas kerajaan milik Datok Amirullah dan Puan Maharani.


Selendang biru itu melambai-lambai diterpa angin dan juga baju khas yang dikenakan seorang pemuda itu berkibar dengan indahnya.


"Paduka raja dan Puan Maharani..." lirih penasehat kerajaan itu.


Mulutnya sampai menganga melihat kejadian aneh dan langka itu. Kedua orang itu terus berputar-putar melayang diatas udara sana dengan saling berpelukan.


Dum!


Splashhh..


Klik!

__ADS_1


Kedua orang melayang diudara itu menghilang seketika. Penasehat istana itu tertegun sejenak melihat itu.


Ia menggosok-gosokkan matanya apakah pemandangan matanya itu salah atau apa. Pikirnya.


Tetap saja.


Dua orang yang melayang di udara itu sudah tidak terlihat disana sekaligus gempa berkekuatan kuat itu berhenti seketika.


"Aaaaa... Tidaaakkkk.. Papiiii.. Mamiiiii.. Lepaskan kakak. Biarkan Kakak pergiiiii!!!"


Deg!


Deg!


Jantung keduanya berdetak kencang dan seirama.


Blam!


Keduanya tersentak dengan nafas terengah-engah. Satria memegang tangan Malda. "Lya?? Kamu kenapa?? Mimpi buruk??"


Deg, deg, deg..


Malda melihat sekeliling dan tertegun sejenak. Ia meniliti seluruh tubuhnya dan melihat Satria.


Satria tersenyum dan mengangguk. Malda mengukir senyum manis di bibirnya.


Bruuukk..


"Allahu akbar!" seru Satria karena terkejut melihat Malda yang dengan spontan memeluknya.


Ia terkekeh, sedangkan Pakcik Burhan menganga melihatnya. Tak lama setelahnya, ia pun ikut terkekeh.


Malda melepaskan pelukannya dan menatap Satria dengan dalam.

__ADS_1


"Kita kembali?"


"Iya sayangku. Kita kembali. Kamu masih tidak percaya? Ingin abang buktikan seperti cara yang dulu??" bisik hati keduanya bersamaan.


Plak.


Malda menepuk lembut lengan Satria yang kini terkekeh karena telah berhasil menggodanya.


"Tapi.. Bagaimana bisa?!"


Satria terkekeh lagi. "Jangan pikirkan itu Lya. Sebaiknya kamu istirahat dan pulihkan kekuatan mu. Abang pun harus istirahat juga. Lelah sekali rasanya," imbuhnya dengan segera merebahkan dirinya di dalam pesawat itu.


Mata Malda menatap sekeliling dan menyipit kala melihat awan hitam sedang mengelilingi seluruh negeri Malaya. Lebih tepatnya di sekitar dirinya.


Malda menatap datar dan dingin pada awan hitam itu.


Pyar!


Splashhh..


Satria terkejut. Ia kembali membuka matanya dan melihat Malda yang kini sedang melihat keluar sana dengan matanya berwarna biru sebiru telaga biru milik mereka di sana.


Satria menyentuh tangan itu dan membuat Malda menoleh padanya dengan terkejut.


Kedipkan matamu.


Klep.


Satria tersenyum kembali. "Istirahatlah. Masih jauh untuk tiba di Malaya. Jaga diri Lya.. Musuh kita dimana-mana.." lirihnya begitu pelan seperti suara desauan angin.


Malda mengangguk dan mendekatkan dirinya pada Satria. Ia menyandarkan kepalanya di lengan hangat Satria yang kini mengelus kepalanya.


"Alhamdulillah.. Aku dan bang Satria masih di beri kesempatan untuk bisa kembali lagi kedunia ini. Mami, Papi. Semua ini pasti karena doa kalian berdua. Kakak janji. Setelah urusan disini selesai, kakak akan kembali untuk menemui kalian semua. Kita akan hidup bersama seperti dulu lagi. Ya walau harus sering bolak balik sih." Malda terkikik dalam hati.

__ADS_1


Begitu pun dengan Satria. Ia tersenyum saat mendengar bisikan lirih hati Malda.


Keduanya saat ini telah kembali dari kematian dan siap untuk menumpaskan kejahatan yang saat ini sedang menunggu mereka bertiga.


__ADS_2