
"Aaaaaaarrrggghhttt.. Sialaaaaannn!! Bang sat!!! Maldalya!!! Kau akan mati di tangn ku!! Satriaaa sialaaannn!!! Cucu durhaka!!!!!" pekiknya dari seberang telaga ilusi.
Malda dan Satria menoleh kebelakang dimana Raja Apilong sednag mengamuk saat ini.
Semua pengawal yang ikut dan melihat ia mengamuk segera berlari tunggang langgang.
Ada yang masuk ke dalam telaga tetapi diselamatkan oleh Panglima Dani yang juga memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi.
Dan ada juga yang berlar mendektai malda dan Satria. Para pengawal biasa itu bisa melihat Malda dan Satria karena mereka berdua mengizinkannya.
Tetapi tidak untuk raja Apilong. Malda dan Satria sengaja mengunci kekuatan mereka berdua agar raja Apilong tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaan keduanya.
Padahal saat ini, mereka semua sednag berjalan bersebelahn dengan Kakek Filip yang serakah itu. Yang rela melakukan kejahatan dengan menumbalkan ribuan gadis tak berdosa demi menyempurnakan kekuatannya.
"Hueeekk.." Malda kembali mual saat kuda mereka kembali bersisian dengan Raja Apilong.
Sementara raja Apilong seperti orang kesurupan. Ia mengamuk melempar semua kekuatannya hingga mengenai semua pepohonan di hutan ilusi itu sampai-sampai banyak hewan yang menangis meminta pertolongan Malda dan Satria untuk mengembalikan hutan mereka yang sudah dirusak oleh raja iblis itu.
"Aku tidak sanggup bang. Jangan sekarang. Katakan pada mereka, aku butuh waktu.. Aku tidak.."
__ADS_1
Ucapan Malda terputus saat tubuh itu terkulai tak berdaya di pangkuan Satria yang lagi dan lagi menghembuskan nafas berat dan panjang.
Dayang As dan panglima Dani terkekeh melihat raja mereka kesal pada ratunya.
"Sabar yang mulia.. Memang begitulah fisik yang mulia ratu itu sangat lemah dan juga umurnya masihlah sangat muda. Jadi ya.. begitulah." Jelas dayang As yang diangguki oleh Panglima Dani.
"Betul itu yang mulia.. Sabar. Yang mulai ratu kita masihlah kecil. Dengan yang mulia saja selisih umur lima tahun kan?"
"Ya iyalah selisih. Kan yang mulia ratu masih enam belas tahun? Tahun depan memasuki tujuh belas tahun. Masih sangat muda. Makanya fisiknya sering lemah begini." Lanjut dayang As lagi.
"Iyalah. Kayak aku dan kamu bukan? Selisih lima tahun? Aku udah tuir! Kamu masih modar!" ketusnya dengan wajah masam.
Satria yang mendengarnya tertawa. Suara tertawa yang sangat renyah. Dayang As pun ikut tertawa mendengar ucapan suaminya, Panglima Dani. Yang hanya kelakar saja.
"Baik yang mulia.. Kami akan istirahat dan memulihkan kekuatan. Kapan pun yang mulia membutuhkan kami, segera panggil kami."
"Tentu, istirahatlah." Balas Satria dengan segera menggendong Malda untuk menuju ke kamarnya.
Dayang As dan Panglima Dani pun ikut beristirahat di kamar mereka di dalam rumah mereka.
__ADS_1
Sementara di hutan ilusi sana, raja Apilong masih saja mengamuk hingga semua hutan itu hancur dalam sekejab mata karena kekuatan hitam dari raja Apilong.
Ia masih saja mengamuk hingga binatang disana berlarian menyelamatkan diri untuk masuk ke dalam taman yang masih ada kekuatan Malda dan Satria disana.
Ia membakar semua hutan itu hingga menimbulkan asap yang begitu tebal. Suara auman dari pada binatang terus saja terdengar ke telinga Malda dan Satria.
Malda menangis dengan mata terpejam. Dengan kekuatan yang tersisa, ia membawa semua hewan yang terluka itu ke telaga biru.
Satria tidak ahanya diam saja. Ia pun ikut membantu. Ia mengerahkan semua kekuatannya untuk menolong hewan itu untuk bisa di obati.
Satria mengirim sinyal pada Panglima Dani dan Dayang As. Mereka yang tahu segera menuju ke telaga biru kembali dengan membawa dua puluh pengawal yang masih sehat dan tidak lelah seperti tadi.
Tiba disana, panglima Dani dan dayang As tercengang melihat Malda dan satria sednag mengobati puluhan biantang yang teluka akibat kebakarang di hutan ilusi itu.
Malda mengerahkan kekuatannya untuk bisa melindungi pagar yang sudah ia buat hampir terbuka lantaran raja Apilong yang terus menghantamnya dengan kekuatan hitam miliknya.
Suara auman binatang di hutan ilusi itu sangat terdengar menyedihkan. Malda yang sudah tidak tahan lagi segera menceburkan dirinya ke dalam telaga biru yang membuat Satria terkejut bukan main.
Byurr!
__ADS_1
"Sayang! Malda!!!"
Deg!