
...Mana nih yang suka sama ceritanya sama Opa Gilang dan Oma Alisa?...
...Sebenarnya othor berat banget nulis part ini. Tetapi bukankah ini harus tertulis?...
...Yang mana jangan hanya di dunia nyata ada yang pergi, maka di dunia novel pun demikian....
...Maka inilah sedikit kisah keduanya yang sengaja othor Rangkum sedikit disini agar lebih nyambung Ye?...
...Kalau mau tahu dimana Oma Alisa dan Opa Gilang, mampir aja di PELABUHAN TERAKHIRKU....
...Itu khusus lapak mereka berdua....
...Happy Readyng.....
Setelah bersua untuk terakhir kalinya dengan semua anaknya, kini kedua orang itu sudah berada di dalm mobil menuju ke kediaman keduanya.
Mereka terdiam saat di dalam mobil yang dikendarai oleh supirnya. Sang supir merasa keheranan melihat kedua orang itu.
Wajah keduanya begitu terlihat pucat. Seperti tiada gairah hidup. Tetapi berseri. Bulu kudu sang supir meremang.
Kenapa Tuan dan Nyonya terlihat begitu lesu ya? Seperti gairah hidup keduanya tidak ada lagi. Biasanya kalau yang seperti ini, akan segera berpulang. Eh? Astaghfirullah!
Mata itu terus menatap keduanya. Sesekali keduanya beradu pandang dengan keduanya. Tetap saja tidak ada senyum seperti biasanya.
__ADS_1
Ya Allah..
Batin sang supir mendadak sendu. Ia tidak ingin lagi melihat keduanya saat ini hingga sampai dirumah.
Tiba dirumah pun, keanehan terjadi lagi. Biasanya keduanya turun setelah mengucapkan terimakasih, tapi ini tidak.
Keduanya ngeloyor pergi begitu saja. Lagi, supir itu tertegun. Keduanya berjalan dengan gontai seperti melayang tidak berpijak di tanah.
Lagi dan lagi pak Supir itu tertegun melihatnya.
Sementara kedua orang itu terus menuju ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi keluar kota.
Padang.
Itulah tujuan keduanya.
Kini keduanya harus segera bergerak. Sebelumnya, keduanya menyiapkan kain panjang dua pasang serta kain putih yang sengaja mereka letakkan di atas ranjang keduanya beserta secarik kertas disana.
Setelah selesai, keduanya segera berlalu meninggalkan rumah nya masih dengan saling berdiaman. Tetapi kali ini, keduanya seperti saling berpegangan satu sama lainnya.
Sangat erat.
Suasana di rumah besar itu mendadak suram seketika ketika mobil keduanya pergi dari pekarangan itu. Para pembantu mereka segera menghubungi sang anak yang kini masih berada dirumah sakit untuk mengabarkan kepergian keduanya.
__ADS_1
Papi Lana dan papi Ali panik bukan main. Keduanya bergerak cepat mengikuti kedua orang itu dengan mobil Pajero miliknya.
Mereka meninggalkan istri dan juga anak mereka demi menyusuli Oma dan Opa Gilang untuk bisa membawa keduanya kembali.
Mereka pergi tanpa membawa sebuah koper pun. Keduanya pergi hanya menggenakan baju putih bersih. Dan itu pun baju baru yang rencananya akan mereka kenakan ketika acara aqiqahan anak Mami Kinara yang baru lahir.
Malda dan Satria segera menerawang keduanya. Keduanya tersentak seketika, ketika tidak melihat keduanya dimana pun.
Malda panik sampai menangis yang membuat mami Kinara pun ikut histeris saat melihat tangisan Malda.
Tangisan semua orang pun pecah seketika. Sementara papi Lana dna Papi Ali sedang mencari melalui GPS yang terpasang di mobil sang Papi yang kini melaju begitu cepat.
Papi Lana dan papi Ali tidak kuasa untuk menahan tangis saat mobil yang kedua orang itu tunggangi menghilang di perbatasan hutan.
Titik GPS itu terhenti disana.
Malda dan Satria tersentak lagi. Keduanya kejang dan jatuh terkapar dilantai nan dingin yang membuat kedua mami dan Uwaknya itu panik seketika.
Satria dan Malda kejang-kejang seketika dengan air mata yang mengalir deras di pipi keduanya. Setelahnya berhenti.
Tetapi cahaya biru itu berpendar ke seluruh ruangan. Hanya mami Kinara yang bisa melihatnya.
Ia terpaku melihat Malda dan Satria lepas dari raganya dan segera melayang ke arah jendela menuju ke arah matahari terbit.
__ADS_1
...****************...
Besok ye? Besok othor tulis semuanya. Nggak sanggup othor kalau malam begini. 🤧🤧