Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Pelantikan Raja dan Ratu baru


__ADS_3

Keduanya masuk ke dalam istana kembali. Karena waktu subuh hampir tiba, keduanya tidak lagi tidur tetapi mengambil wudhu dan menunggu sampai sholat subuh tiba.


Dayang As pun ikut sholat bersama mereka di dalam istana yang luamyan luas itu. Bagi mereka yang belum tahu mereka memilih diam saja.


Melihat raja dan ratu mereka melkaukan hal yang seperti itu. Apalagi kakek Filips. Tubuhnya terasa kaku saat mengangkat takbir untuk pertama kalinya setelah sekian tahun lamanya.


Satria yang bertindak sebagai Imam segera melakukan sholat subuh karena sudah memasuki waktunya.


Banyak yang kebingungan melihat kelakuan raja dan ratu mereka. Terutama Malda yang tidak bisa ruku' dan bersujud.


Jadi ia memilih duduk untuk melakukan sholat subuh berjamaah karena usia kehamilanya yang sudah memasuki delapan bulan kurang dua minggu saja.


#


Sholat subuh selesai di laksanakan. Satria dan panglima Dani masuk keruang kerja raja di istana itu yang pernah di tempati oleh raja Apilong.


Beliau sekau raja yang dulunya menjabat, di ikut sertakan pendapatnya saat mereka melakukan rapat setelah sholat subuh.


Rapat yang di gelar hanya beberapa orang penting saja termasuk Malda dan dayang As di dalamnya kini berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Keputusan mereka semua sudah bulat. Bahwa hari itu juga Satria dan Malda akan di nobatkan menjadi raja dan ratu telaga biru setelah datok Amirullah Syam yang terlebih dahulu memimpin.


Malda yang merupakan keturunan langsung datok Amir bersedia memikul tanggung jawab itu setelah ia selesai sekolah di Indonesia.


Ia ingin menyelesaikan sekolahnya dan melanjutkan sekolahnya nanti di malaya pada saat ia kembali.


Mereka semua yang mendengarnya setuju. Untuk sementara kerajaan telaga biru akan di pimpin dibawah kekuasaan Pakcik Burhan dan Panglima Dani selaku penanggung jawab karena Kakek Filips tidak menginginkannya.


Ia akan menjadi penasehat saja bersama sang istri. Malda tidak bisa menolak keinginan sang kakek.


Karena permintaan itu tulus keluar dari hatinya. Satria dan Malda hanya bisa pasrah akan hal itu.


Kakek Filips tidak ingin dikatakan sebagai raja disana. Karena ia sadar saat masa kepemimpinannya, semua orang takut pada aturan yang ia buat tanpa sadar.


Peraturan yang ia buat setelah menumbalkan ribuan gadis demi bisa mengalahkan Malda menurut kitab yang ia baca dulunya.


Entah darimana berasal kitab itu. Yang jelas Malda pun sudah membacanya. Dan benar seperti yang sudah tertulis disana.


Bahwa pewaris sah akan kembali disaat enam belas tahun kemudian. Dia lah yang akan menggantikan Datok Amir bersama seorang kesatria yang di tugaskan untuk menjaganya.

__ADS_1


Yaitu Satria.


Putra dari adik kandung datok Amir sendiri yang memang sudah di tetapkan akan menjadi pendamping Malda saat ini.


Acara penobatan keduanya berjalan lancar. Peraturan demi peraturan sudah mereka tetapkan.


Kerajaan telaga biru akan berubah menjadi Kerajaan modern yang islami. Tidak hanya dari pakaian lelaki dan perempuan yang di ubah, tetapi juga setiap yang bukan pasangan dilarang berjalan berdua. Terkecuali mereka berdua sepasang suami istri.


Seperti yang Malda dan Satria lakukan dulunya.


Dan satu lagi. Kerajaan yang di pimpin oleh Satria dan Malda akan segera mereka daftarkan. Agar kerajaan mereka tercatat di dalam buku kalau kerajaan mereka masihlah ada, tidak seperti yang terdengar jika kerajaan Datok Amir sudah lenyap dari muka bumi ini.


Malda dan satria sangat sibuk mengurus segala peraturan baru yang akan mereka terapkan setelah penobatan keduanya.


Karena dalam kurun waktu satu setengah bulan lagi Malda akan melahirkan. Untuk tanda tangan di setiap dokumen, Malda lah yang berhak.


Sedang Satria yang mengambil keputusan. Baik itu untuk dalam istana maupun luar istana.


Satria harus benar-benar memastikan jika peraturan yang mereka buat akan berlaku dan berjalan dengan baik sebelum mereka kembali ke Medan sekitar empat bulan lagi.

__ADS_1


__ADS_2